Pemerintas terus dituntut bersikap tegas
SURABAYA–Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Iman D Nugroho, menganggap, penerbitan majalah Playboy di Indonesia menimbulkan situasi tidak nyaman dalam kehidupan masyarakat. Sebab, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan sensitif terhadap penerbitan majalah bercitra cabul tersebut.
Penerbitnya, PT Velvet, juga dinilai Iman tidak arif dalam melihat situasi dan kondisi masyarakat di Indonesia yang agamis. Terbukti, meski ditentang oleh banyak pihak, majalah yang berpusat di Amerika Serikat itu tetap nekat diterbitkan di Indonesia. ‘’Itu sama saja memberi daging kepada orang vegetarian, pasti ditolak.
Wong kita makanannya hanya sayuran kok,'’ kata Iman dalam diskusi dalam diskusi publik bertajuk ‘Membedah Kontroversi Majalah Playboy di Indonesia’ di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), akhir pekan lalu. Diskusi tersebut juga menghadirkan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim Imam Thabrani, Ketua Bidang Infokom MUI Jatim Abdurrahman Azis, dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya M Syaiful Aris.
Imam Tabrani mengatakan, sejak tahun 2001 MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi. Sayangnya, fatwa tersebut tidak banyak didengar oleh pemerintah dan terkesan dilupakan. Abdurrahman Azis menyatakan, MUI Jatim sudah menyampaikan surat kepada Gubernur Jatim, Imam Utomo, untuk menolak dan melarang peredaran Playboy. Langkah ini diambil melihat perkembangan situasi masyarakat yang semakin sensitif.
MUI tak ingin Jatim justru lebih bergolak dengan kehadiran Playboy. ‘’Jadi, itu sudah keputusan MUI Jatim dan kami sudah sampaikan pula tembusannya ke MUI Pusat,'’ kata Azis. Hingga kemarin (16/4), majalah Playboy versi Indonesia masih menjadi barang langka di Surabaya. Sejumlah agen dan pengecer media cetak mengaku kesulitan mendapatkan majalah tersebut karena agen besar di Surabaya belum mendapat pasokan dari Jakarta.
‘’Sejak ramai diberitakan, yang mencari majalah Playboy ke kios saya sampai puluhan. Tapi terus terang, kalaupun ada saya takut kena sweeping jika menjualnya,'’ ujar Hasan, salah satu agen di bursa koran dan majalah Jl Pahlawan, Surabaya. Kasat Pidum Polda Jatim, AKBP Setija Junianta, mengatakan, berdasarkan laporan anggota di lapangan, distributor dan agen majalah di Surabaya menolak masuknya sekitar 4.000 eksemplar majalah Playboy. ‘’Tapi, kami tetap menerjunkan tim untuk menginvestigasi keberadaan majalah Playboy di Jatim,'’ katanya.
Agenda zionisme
Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI), Habib Husein Al-Habsyi, menuding penerbitan majalah Playboy Indonesia sebagai bagian dari rencana zionisme internasional dan dunia Barat. ‘’Tidak mampu melawan secara fisik, kaum zionis dan Barat menggunakan majalah Playboy untuk menghancurkan moral bangsa kita,'’ tutur Husein di Gedung MUI Kota Depok, Sabtu (15/4) malam.
Ia meminta pemerintah bersikap tegas dengan menghentikan penerbitan Playboy Indonesia dan memutus pendistribusiannya ke seluruh wilayah Indonesia. Pimpinan Al-Azhar Pusat, Rusjdi Hamka, pada kesempatan sama juga mengatakan, pemerintah harus berani bersikap tegas. ‘’Krisis yang terjadi di Indonesia semuanya bermuara pada merosotnya nilai moral di Indonesia, karena itu Playboy harus dihentikan,'’ ujarnya.
Ia menilai, pemerintah saat ini sepertinya tidak berdaya. “Kita kan negara muslim terbesar di dunia, masa sampai terbit majalah seperti itu. Ini meledek atau ‘gimana,'’ kata putra kedua Buya Hamka tersebut, sambil mendukung pengesahan Rancangan Undang-undang antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP).
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=243918&kat_id=6