Setelah Bandung Lautan Asmara, Lombok Membara dan Medan Membara. Adegan rekaman porno ABG yang diperankan siswa SMU dari Pekanbaru mencuat ke permukaan dari berita media cetak dan media elektornik. Mulanya via HP ke HP di lingkungan sekolah, namun lambat laun menyebar hingga sampi ke situs porno.
Dunia pendidikan di Pekanbaru terkesima oleh adegan syur itu. Dua pasangan yang dimabuk asmara ini melakukan adegan porno yang direkam melalui kamera telepon genggam. Rekaman yang berdurasi sekitar 27 detik ini mempertotonkan adegan yang selayaknya dilakukan oleh suami istri. Rekaman ini dibagi ke dalam 2 sesion. Sesion pertama berdurasi 13 detik sedangkan sesion ke dua berdurasi 14 detik.
Pada seision pertama terlihat dengan jelas wajah pelaku perempuan yang tanpa busana, dengan rambut yang dibiarkan tergerai sebatas bahu. Cewek berambut sebahu itu tersenyum manis ketika tengah asyik melakukan adegan ranjang. Begitu juga wajah sang cowok berambut cepak yang diduga teman sekelasnya terlihat tersenyum.
Sedangkan pada sesion kedua, memang tidak memperlihatkan wajah perempuan secara jelas karena tanpa lampu penerangan, namun adegan ini mempertontonkan dada sampai alat vital sang perempuan.
Ini adalah kejadian yang pertama kali terjadi di Kota bertuah ini, demikian dikatakan oleh Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP. M Edi Faryadi, SH SIK yang dihubungi melalui telpon selulernya.
“Adegan mesum ini mulanya berkembang dari HP ke HP di sekolah sejak sebulan yang lalu, namun kini merambah ke dunia maya. Kita telah memiliki barang bukti dan telah meminta keterangan dari kepala sekolah SMAN 5, Basri hari Rabu lalu. Dari tiga versi yang katanya itu adalah pelakunya sepasang siswa-siswi SMAN 5, Kepsek SMAN 5 mengakui dari 3 adegan gambar yang diperlihatkan kepadanya, bahwa adegan yang ketiga bugil di kamar mandi adalah siswi SMAN 5,” ujar Edi Fariyadi kepada Riau Pos, Jumat (14/4) lalu.
Dijelaskan Edi Fariyadi, tanggapan Kepala SMU 5 atas hal itu adalah mendukung upaya kepolisian untuk mengusut tuntas siapa yang telah menyebarkan adegan porno itu hingga akhirnya sampai ke publik.
“Kita terus melakukan penyidikan. Siapa yang menyebarkan ini ke internet dan apa motifnya. Kita juga akan meminta keterangan dari kedua orang tua siswa itu untuk mengembangkan kasus ini,”ujar Edi Fariyadi.
Dikeluarkan dari Sekolah
Dianggap mencoreng nama baik sekolah, pihak SMU 5 Pekanbaru mengambil tindakan tegas. Kedua siswa IPS itu dikeluarkan dari sekolah. Sikap tegas ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMU 5 Basri. Menurut dia, tindakan mengeluarkan kedua siswa itu dari sekolah terpaksa dilakukan, karena telah mencoreng dunia pendidikan. “Sesuai dengan keputusan kami, kedua murid itu sudah kita keluarkan,” kata Basri seperti yang dikutip dari detik.com.
Menurut Hasan, pihak sekolah mengetahui rekaman adegan seksual layaknya pasangan suami istri ini dari sejumlah rekaman yang ada di HP para siswa lain di sekolah itu. Tidak jelas, bagaimana rekaman itu bisa beredar di sekolah.
“Belakangan kita juga melakukan sweeping atas rekaman itu di sekolah. Karena ada bukti yang kuat, akhirnya keputusan sekolah harus mengeluarkan mereka,” ungkap dia.
Kedua siswa ini adalah Mrt (cewek) murid kelas II IPS, dan At (cowok). Perbuatan terlarang itu mereka lakukan di rumah orangtua si cewek. Pihak sekolah tidak bersedia dituding telah gagal dalam mendidik para muridnya. Menurut Basri, tanggung jawab perilaku murid juga ada di tangan orangtuanya. Agar kasus ini tidak terulang untuk kedua kalinya, dia berharap para orang tua murid juga bisa mendidik anaknya selepas dari sekolah.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendidik moral anak-anaknya. Bagaimana pun siswa itu lebih banyak beraktivitas di luar sekolah. Di sinilah kita berharap peran orangtua dalam membangun karakter anaknya,” pinta Hasan.
Namun kepala sekolah SMAN 5 Pekanbaru Drs Basri, ketika dikonfirmasi oleh Riau Pos Kamis (13/4) lalu, menyangkal tidak mengenal kedua siswa yang berada dalam adegan porno tersebut. Lebih jauh Basri menjelaskan bahwa kejadian ini adalah isu yang berkembang yang terus memojokkan SMAN 5. Basri Menilai itu sangat tidak fair, “Tidak fair itu namanya, dengan selalu menyebut-nyebut nama sekolah. Apakah misalnya, ketika salah seorang berbuat pelanggaran di sebuah kantor, kemudian kantor itu yang jelek atau disalahkan”, tegasnya.
Hentikan Pornografi
Mencuatnya kasus adegan porno yang dilakukan oleh dua orang siswa sekolah menengah atas di Pekanbaru juga mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan. Karena hal ini merupakan kejadian yang sangat menyesakkan dada dan mencoreng dunia pendidikan di Riau ujar Tabrani Rab kepada Riau Pos, Sabtu (15/4). Kejadian ini tentu tidak terlepas dari adanya pornoaksi dan pornografi yang bebas ditonton oleh masyarakat, bahkan sampai ke perkampungan.
Dengan adanya tontonan-tontonan syur membawa masyarakat ke dalam pergaulan bebas tanpa batas, mereka tidaklagi menganggap itu sebagai hal yang tabuh, khususnya bagi anak-anak muda. Pergaulan seperti ini membuat mereka larut dalam kenikmatan duniawi yang tidak dikendalikan oleh rasio, demikian dikatakan lelaki yang akrab di sapa ongah ini.
Ongah, juga menambahkan bahwa pergaulan bebas ini juga tidak terlepas dari tingginya penggunaan obat-obatan terlarang. Generasi mudah dengan bebasnya mendapatkan barang-barang haram itu yang pada gilirannya obat-obat tersebut akan merubah gaya hidup. Obat-obatan seperti pil ekstasi ini akan melumpuhkan moral generasi muda. Sedikitnya 30 juta anak Indonesia dalam keadaan terancam. Indonesia akan kehilangan generasi (loss generation). Bila hal ini tidak cepat diatasi.
Untuk mengatasinya perlu perlakuan yang tegas dengan mempercepat pengesahan UU Pornografi dan Pornoaksi.***
http://www.riaupos.com/web/content/view/10871/27/
kia wajib tumpas habis pornografi.terutama demi anak -anak kita nanti di masa depan…….amin.
aku ingin melihat yang belum pernah aku lihat
Halo Tri, kalau kamu mau liat apa yang belum pernah kamu liat, coba deh klik web ini, kamu pasti puas:
http://www.animalkingdom.com
Selamat menikmati, Tri santoso
RUU APP memang harus segera di sahkan,
karena itu adalah penyebab hancurnya citra BANGSA ini dan juga masa depan anak- anak bangsa ini,sekali lagi memang harus segera di sah kan
UU pornografi hrs segera dituntaskan.krn bisa rusak etnik ketimuran kita.