Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Wed 19th Apr, 2006, Berita

Indonesia, surga ke-3 pornografi ??

Setelah selesai memberi tausiah kepada santri Daarut Tauhiid Jakarta, K.H. Abdullah Gymnastiar kembali kedatangan sahabat-sahabat dari Masyarakat Tolak Pornografi (MTP), 14 Februari 2006, di Cipaku. Pada kesempatan ini selain ingin bersilaturahim dengan kiai yang lebih dikenal Aa Gym, MTP juga ingin memberi masukan dan tukar pikiran mengenai RUU antipornografi yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan masyarakat.

MTP yang diwakili oleh 5 orang personil mengusulkan agar RUU yang diajukan difokuskan pada antipornografi, untuk meminimalkan pro kontra yang terjadi, termasuk memberi masukan usulan RUU antipornografi dari MTP. MTP juga menjelaskan dari pengamatan mereka selama 6 tahun terhadap pornografi ternyata VCD pornografi mempunyai dampak luas terhadap kekerasan di masyarakat. Mereka menyebutkan salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta sebagai pusat peredaran VCD porno. Master VCD porno ini berasal dari negara AS, Amerika, Kemudian diperbanyak di Indonesia. Pusat perdaran VCD porno di Indonesia adalah di Batam dan Jakarta. Hal ini tidak mungkin terjadi jika tidak didukungan oleh aparat keamanan, tambahnya. Dari hasil pantauan, VCD porno yang dijual hanya seharga Rp. 3000,- perkeping, didistribusikan Rp.1000,- untuk produksi, Rp. 1.000,- untuk penjual dan Rp. 1.000,- untuk aparat. Karena itu MTP meminta Aa gym untuk menyatukan presepsi kepada masyarakat tentang bahaya pornografi ini, khususnya di dijajaran aparat keamanan.

MTP juga menginformasikan bahwa selama yang sering dimunculkan dimedia adalah mereka yang kontra/menolak RUU anti pornografi, padahal jumlah mereka sedikit, MTP berharap dengan melalui Aa Gym dan GEMA NUSA suara-suara masyarakat yang mendukung RUU antipornografi lebih terdengar gaungnya dimedia. Terakhir mereka menegaskan bahwa Indonesia adalah syurga pornografi dan pornoaksi terbesar ke-3 di dunia setelah Rusia dan Scandinavia.

Aa Gym menjelaskan informasi apapun sebaiknya didukung dengan data dan fakta, dan menegaskan GEMA NUSA sedang membuat formulasi usulan RUU antipornografi. Selain itu GEMA NUSA akan melaksanakan seminar terbuka mengenai pornografi yang akan diadakan di balai kota Bandung pada tanggal 5 Maret 2006 ini, dan mengundang MTP untuk ikut hadir agar masyarakat benar-benar paham dengan pornografi. Diharapkan kedepannya seluruh sukarelawan dan jaringan GEMA NUSA mulai aktif bekerja untuk mensosialisasikan gerakan ini. Terakhir Aa berharap bahwa moment ini adalah perjuangan bersama yang dipahami untuk kebaikan bangsa Indonesia tercinta, jangan sampai ada pihak yang emosional menyikapi permasalahan pornografi. Perlakukan semua pihak sebagai saudara kita yang mempunyai sudut pandang yang berbeda. Solusi yang diberikan didasari dengan 3 S, semangat bersaudara, semangat solusi, dan semangat sukses bersama. Hal ini terntu saja perlu proses yang tidak sebentar, lakukan sekecil apapun yang dapat diperbuat untuk membuat masyarakat lebih paham.

http://www.gemanusa.or.id/detail_news.php?id=25&noid=1

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn