Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Sat 22nd Apr, 2006, Berita, Aksi Tolak RUU APP

HOT NEWS: Karnaval Budaya di Bundaran HI Diwarnai Pamer Payudara

Astaghfirullah….

Aksi Pamer Payudara Karnaval Budaya Tolak RUU APP di Bundaran HIAksi Pamer Payudara Karnaval Budaya Tolak RUU APP di Bundaran HI
Inilah bukti penolak RUU APP
(foto diambil dari detik.com)

Indra Shalihin - detikcom

Jakarta - Seribuan orang berkumpul menggelar Karnaval Budaya di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi ini digelar untuk menolak RUU Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Tapi, aksi damai ini ‘dikotori’ dengan aksi pamer payudara. Wah!

Pamer payudara ini dilakukan sekelompok orang yang berkumpul di mobil tronton, tempat panggung didirikan di pojok kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (22/4/2006). Mereka tampak mengenakan pakaian serba seksi. Tiba-tiba salah seorang dari mereka mengangkat pakaiannya ke atas dan memamerkan payudaranya.

Pemamer payudara ini tampak melakukannya dengan sukacita. Teman-teman satu kelompoknya juga tampak tertawa-tawa. Dilihat dari tampangnya, tampaknya mereka bukan dari kalangan perempuan, tapi dari kalangan waria.

Banyak tokoh dan artis yang mengikuti acara ini. Antara lain, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, pedangdut goyang ngebor Inul, pemain sinetron Rieke Dyah Pitaloka, Becky Tumewe, Jajang C Noer, Lia Waroka, Olga Lidya, Ratna Sarumpaet, dan lain-lain.

Sebagian dari mereka mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah. Dalam aksi itu juga digelar berbagai kesenian daerah, seperti tanjidor Betawi, sanggar tari Bali, komunitas masyarakat Tionghoa, pawai sepeda onthel, delman dan lain-lain. (asy)

Sumber : Detik.com

Beginilah jadinya bila pornografi dibiarkan berkembang biak di negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia !

Mungkin dunia akan mempertanyakan ke-musliman-nya penduduk muslim di Indonesia ?

Suatu hal yang naif sekali slogan: “Pornografi No, RUU APP No”, sebuah slogan yang bias dari kaum munafik.

Mereka dengan sengaja membiarkan bibit kerusakan moral tanpa sebuah aturan yang pasti.
Dan mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa (membiarkan) ketika saat mereka berpawai/berdemo menjunjung slogannya, peserta demo memamerkan payudaranya !

Untuk mereka yang naif tersebut, bicara lah dengan hatimu, lihatlah masa depan anak-anak kita. Jangan kita egois terhadap diri sendiri pada saat ini.

Memang mereka penikmat pornografi dan kapitalis yang mengambil profit dari pornografi akan merasa terjerat dalam RUU APP, karena mereka tidak memikirkan masa depan bangsa, meraka hanya memikirkan profit semata.

Sadarlah ….

129 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by Anne, 27 April 2006 @ 12:12 pm

    Walaupun memang memamerkan payudara (waria) itu ga penting, KENAPA banyak orang selalu memandang payudara (perempuan) sebagai obyek seks yg tabu sehingga harus disembunyikan? Apakah hanya sebegitu saja nilai payudara perempuan?

    Anne, sebegitu rendahnya kah harga diri anda sebagai perempuan untuk mempertontonkan payudaranya ?
    Yang seperti ini lah yang merendahkan harga diri perempuan: mempertontonkan tubuhnya demi kebebasan yang bablas

  2. Comment by EMILIA, 4 May 2006 @ 9:50 am

    saya sangat setuju dengan adanya RUU APP,karena kasus2 pelecehan terhadap wanita makin merajalela,makin banyak anak SMU yang dengan santainya memamerrkan kemesraan dengan pacarnya didepan umum,mereka gak sadar kalau tindakan mereka itu buikin malu keluarga. Jadi harus ada undang2yang mengatur hal itu,biar ga kebablasan,pandangan orang luar negeri kepada indonesia adalah surganya pornografi, karena pornografi disini banyak yang ngedukung dengan alasan seni.kasihan juga kepada artis2 yang sudah capek2 mengeluarkan uang untuk kuliah sampai diluar negeri kalau pemukirannya kalah sama anak kecil,kayaknya mereka ingin indonesia balik ke zaman purba deh. biarin aja kalu mereka menolak RUU APP,biar mereka ngerasa kalau sodara,keluarga, bahkan mereka sendiri yangt nantinya menjadi korban. kalau dari peserta aksi menolak RUU APP ada yang punya anak,mereka ga takut kalau nanti anak perempuan mereka jadi korban perkosaan,pasti yang disalahin laki2 yg melakukannya,padahal kalau tidak dipancing laki2 tidak mungin akan memperkosa,iya kan?

  3. Comment by Siska, 6 May 2006 @ 9:51 pm

    Emang aksi pamer payudara itu GA PENTING, tapi sekarang saya tanya aja. Aturan berapakain yang benar itu seperti apa. Rok 10 cm di bawah lutut, baju yang kerah nya naik? Maaf” saja. Saya sih setuju RUU APP secara keseluruhan. Tapi klo cara berpakaian aja diributin kan aneh. Ga masuk akal. Semuanya harus serba ketutup. Lengan baju harus yang panjang-panjang. Kan panasssss…. Kalau Indo adem ayem dan matahari ngga seterik biasanya sih no problem. Tapi ini daerah tropis…. panasnya ngga kira-kira.

    Cowo-cowo sih bisa seenaknya bilang tutupin aja semuanya, tapi kebayang ngga sih misalkan semua wanita indo pakaian nya tertutup dari atas sampe bawah. begitu ada yang ‘terbuka’ sedikit pasti pikiran na langsung ngeres kemana-mana. Lagian back to reality aja d. Mau melarang majalah ato tayangan porno? Ya bisa-bisa aja sih klo sebatas yang formal, yang informal? Belum lagi internet??? Mau suruh ngga boleh pake internet???

    menurut saya sih memperjelas pengertian pornografi dan pornoaksi sih bagus, tapi klo sampai membatasi seni, dan hak asasi orang berapakaian???

    Terus juga. Siapa bilang kalau tanpa liat yang seksi-seksi laki-laki ngga pengen memperkosa. Kalau emang dasarnya udah ngeres, semua juga bisa. Belum lagi kalau satu indo ini semuanya berapakaian “tertutup” dari atas sampai bawah. kadar “seksi” pasti berubah. Bisa aja liat muka juga udah bikin horny buat cowo-cowo. Kalau udah kek gtu kemana-mana mau disuruh pake topeng???

    Back to reality aja dah.

    mbak siska sudah baca RUU APP nya belum ? Tolong dibaca dulu. Ada nggak pasal yang menyatakan harus pakai baju tertutup layaknya pakaian muslim (jilbab) ? RUU ini hanya minta pakaian sopan aja, tidak memamerkan bagian sesual aja koq. Bagian tangan, betis dan rambut tidak harus ditutup kan ?
    Coba baca dulu, jangan terkena provokasi sama ‘oneng’ yang oon itu. Emang susah yah nutup (maaf) payudara, paha dan kemaluannya ?

    Are you human or animal ?

    Untuk masalah internet nggak susah koq, tinggal ISP melakukan block thd situs-situs porno. Kalau ada kemauan gampang aja koq, dan itu sudah banyak dilakukan. Indonesia aja yang bebas kebablasan.

  4. Comment by Siska, 6 May 2006 @ 11:42 pm

    I’m a human. If i’m an animal, i can’t read and i wont care of that APP things.

    Pakaian yang sopan dan ngga memamerkan bagian yang sensual itu itu kan masih belum jelas. Bagi seseorang mungkin betis pun sudah sensual, jadi betis ngga boleh keliatan. Aturan nya sendiri belum jelas kan?

    And just a joke from my friends, kalau seseorang menganggap bibir sensual jadi bibir nya harus ditutupin gtu?

    plus lagi, i heard some news from my friends kalau ada seorang cewe yang ditangkap karena waktu duduk bajunya terangkat sedikit. Itu kan ngga sengaja. masa kek gtu juga dia kena denda sam bapak aparat. Itu di daerah tanggerang stu… Dari situ saya udah ngerasa janggal aja.

    Dan sekali lagi, kalaupun APP jadu UU, tolong diperjelas pakaian yang sopan itu seperti apa. Karena kalau ngga diperjelas, keknya bakal terjadi banyak penyimpangan dalam penerapannya deh.

    Yah kasarnya kayak polantas lah. Dikit-dikit “denda”. You got what i mean?? hehe..

    Jangan paranoid gitu dong. Wajar nggak sih kalo cewe pakai rok yang biasa (paha tertutup tapi betis keliatan) itu juga ditangkep ? Yah nggak lah… masa yg seperti itu ditangkep ? Bisa rame tuh pengadilan & penjara. So… yang wajar aja dong nanggepinnya. Yang mau di tangkep kalao pakai pakaian dimana paha terlihat sampai (maaf) selangkangan di wilayah publik (di mall misalnya).

    FYI, kata-kata ‘dilarang’ juga sedang direvisi menjadi ‘dengan sengaja’. Jadi yang tidak sengaja nggak ditangkep. DPR nggak mungkinlah bikin UU yang berantakan spt itu. Makanya kasih saran dan masukan, bukan hanya tolak dan tolak aja. Keenakan pengusaha pornografi tuh…

    Please be a normal human. Don’t panic and paranoid with RUU APP

  5. Comment by kiki_UKSW, 12 May 2006 @ 6:19 pm

    Eh emangnya gak ada kerjaan lain yach! Mendingan tuh pikirin Rakyat miskin di indonesia makin hari makin banyak, Tar tambah botak baru teu rasa dech looo
    SOrry tapi semua musti diperjelas donk jangan ngambang tar bisa terombang_ambing

    Ah… anda apa tidak sadar dan tidak baca berita apa ? Generasi muda mulai dari SD sudah baca media porno, SMP melacur, SMA makin profesional, trus apa bisa maju negara ini, kalo generasinya jadi pelacur ? Hamil diluar nikah, ngurusin anak yang tidak jelas bapaknya.

    Ah apa anda tidak bisa membaca kondisi masyarakat saat ini ?

    Coba baca-baca artikel dan berita yang sudah ada di web ini.

  6. Comment by Le_Observer, 13 May 2006 @ 12:37 am

    Susah memang kalau narrow-minded dan hard-headed. Apapun produk hukum yang dibuat pasti ditanggapinya sebagai memasung kemerdekaan. Memangnya kemerdekaan seperti apa sih yang kalian maui? Kemerdekaan seperti di negara2 Barat? Fine! Coba deh tinggal di negara Barat, rasakan tentang “kemerdekaan” yang anda impikan. Di Barat aja yang menurut khayalan kalian itu bebas melakukan apa saja, justru banyak sekali aturan yang membatasi kebebasan. Anda bisa saja dituntut sebagai telah memnyebabkan ketidaknyamanan bagi publik, padahal menurut anda tidak begitu. Di Barat, masalah kecil seperti karena noise dari dalam rumah yang terdengar keras sampe ke tetangga dan kalau tetangga merasa terganggu, anda bisa disatroni oleh polisi, dan nama anda akan tercatat sebagai orang yang menyebabkan keributan di kota itu. Di Indonesia, mana ada aturan seperti itu. Sama juga dengan kepornoan yang anda agung-agungkan sebagai hak berekspresi, kreativitas seni, dll. Maunya anda kan siapapun bebas memakai atau tidak memakai apapun. Anda memang akan bilang yang penting orang lain jangan berpikiran porno. Padahal, orang lain itu sudah hidup dalam keadaan nyaman, aman, tentram, sampai akhirnya anda datang dengan perilaku porno (yang menurut kalian sih tidak porno sebab bagi anda porno itu sudah biasa sehingga yang porno itu sudah tdk sianggap porno lagi), yang akhirnya masyarakat menjadi tidak nyaman karena anda. Lhaaa, sekarang kok anda menyalahkan masyarakat banyak yang terganggu oleh anda, kenapa anda tidak introspeksi diri, coba lihat ke dalam diri anda kenapa kok masyarakat banyak sampai terganggu?
    Memangnya kemerdekaan dan kebebasan seperti apa yang anda inginkan? Kebebesan berbuatu semau gue dan tak peduli meskipun masyarakat luas terganggu?
    Get real, man! Grow up!

  7. Comment by iien, 14 May 2006 @ 12:19 pm

    saya sangat mendukung uu app
    karena sangat penting artinya bagi kehormatan dan harga diri kaum wanita.

  8. Comment by Nunik, 14 May 2006 @ 12:57 pm

    Saya juga sangat mendukung RUU APP. Kalau para penolak RUU APP bisa cuek terhadap kejadian buruk di sekitar mereka akibat pornografi dan menutup mata demi kebebasan mereka sendiri, saya juga bisa cuek terhadap kekhawatiran mereka jika RUU APP ini goal trus para penikmat pornografi jadi merasa terkekang. Prioritasnya adalah bhw menyelamatkan generasi masa depan jauh lebih penting daripada memperhatikan keluhan sebagian kecil penikmat pornografi yang tidak peduli terhadap perbaikan moral bangsa. Maju terus RUU APP!

  9. Comment by pauliiine, 14 May 2006 @ 3:03 pm

    aduh tolong ya, ruu app tuh ga penting bgt.. get real dong! jgn munafik d… liatin tuh si roma irama, istrinya aja ada berapa!! sok2 anti pornografi.. tau dr mana kalo emang dia suci luar-dalem??
    lagian aturan2nya ga masuk akala gituu!! jangan pada dangkal dong pikirannya.. nudity itu bisa jadi form of art!!! jangan bilang kalo misalnya one day saya melukis tubuh wanita telanjang (which is, again, a form of art), saya didenda juta2an rupiah..? yang bener aja.. pleaaase dong,
    ga bgt d.
    ini real world, ga usah d yang aneh2 gt…

    aduhhh….ni web jelek bgt c.. kalo cm nampung yg setuju ruu app buat apa ada blog ini…
    komentar orang kq dibatesin…!!! semoga ga laku……..!!!!!!!!!!!!!

    ini ne contohnya wawasan sempit, kemampuan berpikir terbatas, penyimpangan demokrasi,, alaah jd menyimpang.
    ok fokus.
    intinya, i’m totally completely against RUU aneh ini!!

  10. Comment by Erna, 14 May 2006 @ 3:26 pm

    Yah kalo menurut orang yang sudah biasa menjadi penikmat pornografi dan mencari duit dari pornografi serta tidak taat dengan agama yang dianutinya akan menjadikan RUU APP ini menjadi tidak penting.

    JANGAN EGOIS karena sekarang anda menjadi penikmat atau pelaku pornografi, lihatlah efeknya thd masyarakat dan anak-anak yang masih lugu, yang akan rusak karena perilaku anda !

    Munafik ?

    Siapa yang munafik ? Justru kita tidak munafik dan kita menyadari sbg manusia normal yang mempunyai hasrat birahi.

    Apakah anda lemah syahwat ? atau anda yang justru munafik ?

    Kita bisa lihat URL ini: Olga Lydia penolak RUU APP in action

    Jadi kenapa dia menolak RUU APP ?
    Karena periuk nasinya dari pornografi dan dibekingi oleh pengusaha majalah Porno alias kapitalis pornografi.

  11. Comment by Linda, 14 May 2006 @ 11:07 pm

    Pauliiiine, sbnrnya orang2 spt kalianlah yg harusnya get real! Kamu kok jadi nyerang personal (Rhoma Irama), kenapa sih? Kamu ditolak cinta oleh roma ya? hahaha, jadinya uring2an gt. Terlalu naif menghubugkan RUU ini dengan seorang roma atau siapapun. RUU ini ditujukan untuk segenap anak bangsa, bukan kamus saja, bukan aku saja, bukan roma saja, bukan rieke saja. Ini buat semua orang.
    Kalau kamu mau melukis wanita telanjang, pria telanjang, monyet telanjang, itu urusan kamu. Yang penting kamu melakukannya untuk tujuan arts, bukan untuk di luar itu. Nah, jika lukisan kamu dipamerkan di luar pertunjukan seni, nah itu salahmu krn ngelanggar UU. Makanya, sebelum komentar, baca dulu dong RUU nya (itu kalau kamu cerdas… tapi kayaknya kamu cerdas deh.. makanya baca dulu dong!).

    Web ini jelek? Aku sih ga ngurusin web orang lain jelek atau bagus. Web yang cuma nampung orang2 yang nolak RUU APP doank juga ada. Duh, kliatan banget ne kl Pauliiine ini jarang2 buka Internet, atau ga tahu cara menggunakan Internet dgn cerdas kae yeeee?

    Kamu dan teman2 kamu silakan belajar lagi deh biar lebih paham demokrasi. Tolong pahami demokrasi, kamu jangan pahamnya cuma pornografi saja. OK?

  12. Comment by eric, 15 May 2006 @ 12:42 am

    gw rasa sih ruu ini sih ok2 aja asal isinya diperjelas jg. gw jg merasa drpd ngurusin perilaku perempuan di tempat umum kenapa ga fokus ke penjual pornografinya alias industrinya. liatlah di glodok dan di mangga dua jakarta, brp byk dvd yg beredar? liat di internet, brp byk situs yg menawarkan kencan dewasa?
    dan jg, ruu ini memang penting namun bg gw tdk penting2 amat. bknkah peraturan dibuat utk dilanggar? brp byk yg meminta surat tilang instead byr “uang damai” kepada polisi? pelanggaran2 ttp bs terjadi. gw rasa yg penting adalah sex education yg sesuai bg anak2. beri mrk sense of responsibility utk perbuatan mrk sendiri. bknnya memberi hukuman penjara dan denda segitu byk. apakah mrk bakal kapok? mgkn hny malu yg diada dibenaknya. yg bertambah hny org2 di penjara dan kas negara, bknnya pengertian dan kesadaran

  13. Comment by Sofiana, 15 May 2006 @ 8:03 am

    Saya setuju dgn yg disebutkan Eric bhw isinya perlu diperjelas dan tdk memfokuskan pada perempuan saja dan harusnya lebih fokus kpd para penjual produk pornografi. Tapi setelah saya baca, rasanya RUU ini memang tdk memfokuskan pada tatacara berpakaian perempuan saja, tapi berlaku terhadap laki-laki juga. Selain itu, dalam pasal2 di RUU ini sudah dijelaskan ttg larangan dan hukum serta denda bagi mereka yang memproduksi, mengedarkan, dan menjual produk2 pornografi. Artinya, mereka yg biasa menjual barang2 porno di mangga dua seharusnya bisa terjerat dengan RUU ini.

    Sdr. Eric, saya tdk setuju dgn pendapat anda bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Justru pikiran spt itulah yang membuat hukum dan peraturan kita kacau balau. Banyaknya orang yg menganggap enteng thdp peraturan, sengaja melanggarnya, dan melecehkan hukum itulah yang menyebabkan negara kita ini di ambang kehancuran. Peraturan itu dibuat justru untuk membuat sistem di negara kita ini berjalan teratur, bukan untuk dilanggar. Adapun adanya orang yg melanggar, ya mereka itulah yang harus ditertibkan, diatur, dan diberi pelajaran baik berupa denda maupun hukuman kurungan/penjara.

    Pendidikan seks yang tepat untuk anak-anak memang baik, cuma harus dicari formatnya yang paling pas. Menanamkan pengertian, tanggungjawab dan konsekuensi atas perbuatan mereka sendiri memang sangat baik. Namun begitu bukan berarti lantas anak-anak dibiarkan melakukan pelanggaran pornografi dgn alasan mereka tahu akibatnya dan siap bertanggungjawab. Masalahnya tdk sesederhana itu sebab akibatnya bukan hanya bagi anak2 tersebut, tapi juga untuk masyarakat sekitarnya.

  14. Comment by eric, 15 May 2006 @ 11:55 am

    utk pendidikan seks, kalo ga slh gw pernah dgr di Belanda merupakan tempat yg byk menerapkan pendidikan pd anak2 ttg seks sejak dini. kalo gw dgr2 sih mrk sgt terbuka namun sptnya terkontrol sekali. CMIIW.. namun itu contoh di belanda sono, kalo utk di indo, mmg perlu format yg berbeda mengingat perbedaan budaya dan jg tingkah laku masyarakat indonesia sendiri.
    utk sdr sofiana, peraturan dibuat utk dilanggar gw katakan sbg yg melanggar peraturan. bener kata anda, krn mrk melecehkan dan sengaja melanggar. namun kalo ditinjau lg, bknkah itu jg krn hukum kita sendiri jg yg kacau balau sehingga bs dilecehkan? bknkah aparat negara jg membuat hukum ga berjalan??

  15. Comment by Sofiana, 15 May 2006 @ 2:10 pm

    Sdr. Eric, mungkin benar Belanda menerapkan pendidikan seks seperti itu sejak dini. Tapi kondisi tingkat pendidikan rata2 WN Belanda kan berbeda dgn Indonesia. Di sana rata2 warganya mengenyam pendidikan menengah atas dan college, sedangkan di Indonesia, rata2 level pendidikan warganya kan baru SD-SMP, bahkan Wajib Belajar 9 Tahun pun baru digalakkan beberapa tahun belakangan ini. Jadi belum tepat jika membandingkannya dengan Belanda atau negara maju lainnya.
    Anda juga benar bhw di Belanda sana sifatnya sangat terbuka tetapi peraturannya juga sangat terkontrol, artinya mereka juga paham betapa berbahayanya pornografi itu sehingga harus dikontrol ketat.
    Mungkin ada benarnya bhw hukum atau perundang-undangan kita masih ada yang kacau balau, akan tetapi sebenarnya itu bukan alasan bagi siapapun untuk melanggar peraturan. Jika warga negara kita taat hukum, apapun peraturannya seharusnya ditaati sambil menunggu dibuatnya penyempurnaan terhadap hukum yg dianggap kacau-balau tadi. Masalahnya adalah banyak orang yang jeli melihat celah-celah kelemahan peraturan kita dan memanfaatknya untuk melanggar peraturan tersebut dan inginnya lolos dari hukuman. Belum lagi para lawyers yang lihai memutarbalikkan hukum untuk membebaskan kliennya yang bersalah dari hukuman penjara atau denda.
    Mungkin ada aparat negara yang menyalahgunakan wewenangnya sehingga hukum tidak berjalan, tetapi mereka itu adalah oknum, dan mereka juga harus diganjar dengan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka yang melawan hukum. Pendek kata, di negara kita ini tidak boleh ada orang yang tidak bisa dijangkau oleh hukum. No one is untouchable by the law and every citizen is equal before the law.

  16. Comment by ruben, 15 May 2006 @ 2:47 pm

    mungkin ada baiknya kita melihat konteks wadah dimana ruu app akan diberlakukan, termasuk situasi yang menyertainya.
    kita tau bahwa negara kita belum dewasa dalam berdemokrasi.

    anda liat sendiri, bagaimana teror yang dialami oneng, ratna dan inul karena perbedaan pendapat.

    anda bisa liat gimana polisi maen cegat kita di jalan, cari2 kesalahan en akhirnya cuman mau minta 20 ribu rupe.

    anda juga mungkin harus tau tempat2 usaha di indonesia yang harus bayar mahal ke aparat en ormas2 liar biar ngga diganggu atau disweeping

    anda juga harus sadar bahwa indo terdiri dari banyak agama, suku, kebudayaan yang memiliki pandangan berbeda tentang pornografi. sebagai contoh, saat umat budha melakukan ritual di borobudur yang banyak patung telanjang. apa mereka semua terangsang dan terus birahi?
    oya khan media, barang, termasuk patung yang menunjukkan pornografi dilarang. jadi ya mungkin candi borobudur harus dipugar yah. jadi candi app kali.)

    bila ruu ini jadi diimplementasikan, saya udah punya bayangan buruk aja terjadi sama kita. apalagi cewek2nya. bayangan2 saya tu antara lain:

    1 akan ada polisi2 moral yang akan mensweeping cewek2 yang mereka anggap berpakaian terlalu seksi. jangan2 adik saya pulang kuliah dicegat orang gara2 bikin mereka ngaceng. malah bisa2 terjadi pelecehan seksual saat sweeping.

    2. akan jadi ajang cari duit yang baru buat polisi. polisi bisa maen peras kalo liat cewek seksi. ato polisi bisa aja nyanggong di kali brantas nunggu orang mandi pagi (100 orang x Rp 20.000 lumayan dapet Rp 2 juta.

    3. adat siraman, tari gambyong saat acara pernikahan bisa dilaporkan ke polisi oleh orang2 fanatik. trus ke kantor polisi. eh ujung2nya tau khan. (soale khan ngga boleh memperlihatkan bagian tubuh sensual)
    juga tari jaipong asli jabar yang goyang pantat pasti dicekal pula (inget khan udah ga boleh goyang erotis)

    subyektifitas dalam ruu app ini bisa mengulang kejadian kaya bu guru yang ketangkep di tangerang kemaren gara pulang jam 9 malem.

    dll kebanyaken

    ini indonmesia bung. kejauhen bandingin sama implementasi regulasi pornagrafi di negara maju lain
    kejauhen bung

    peace uh

    Apakah anda juga sadar pengaruh pornografi sudah merusak sampai ke Anak SD ?

    Apakah anda setuju kita harus memberantas pornografi demi perbaikan moral generasi penerus ?

    Atau anda lebih mementingkan kepentingan kaum pencinta pornografi, dibandingkan efek/pengaruh pornografi thd anak-anak generasi penerus ?

    Kalau masalah pungli, itu cuma oknum dan itu masih bisa diminimalisir, dibandingkan suatu negara tanapa sama sekali adanya UU APP !

  17. Comment by Ifelia, 17 May 2006 @ 12:08 am

    Saya sangat mendukung RUU APP ini. Justru karena ada perbedaan pendpat itulah makanya perlu dibuat aturan agar orang-orang yg tidak ada malu itu tidak seenaknya berbuat di negeri yang mayoritas muslim ini.

  18. Comment by Sovie, 17 May 2006 @ 12:24 am

    Saya juga sangat mendukung RUU APP ini meskipun memang perlu ada revisi supaya lebih jelas dan tidak memberi kesempatan bagi orang-orang untuk memanfaatkan celah2 kelemahan di RUU APP ini.
    Bener tuh, banyaknya perbedaan pendapat itu artinya semua pihak memerlukan definisi yang disepakati bersama, karena itu para penentang RUU APP ini sebaiknya punya itikad baik untuk duduk bersama dan membahas RUU Anti Pornografi ini. Kalau punya gagasan yang lebih baik, ya didiskusikan, jangan bisanya cuma maen tolak ini, tolak itu, tapi kalau tentang pornografi maunya mereka paksakan agar masyarakat tidak mengganggap itu pornografi. Tidak adil dong, wahai para penolak RUU APP.

  19. Comment by eric, 17 May 2006 @ 11:22 pm

    buat Ifelia.. so wat negara ini mayoritas muslim. tp pd intinya ini msh negara demokrasi yg mengakui kelima2 agama. jd gw kr perbuatan seenaknya yg elo blg jg akan mempengaruhi semuanya, bkn hny mayoritas muslim yg lu blg.
    back to the topic, setau gw ga ada regulasi pornografi di negara2 laen. yg ada hny peraturan ttg kejahatan seksual dan sejenisnya. pornografi dan sejenisnya?? ga ada tuh… cth plg deket, singapura aja deh… setau gw sih ga ada tuh… jd liat aja pakaian cewe2 di sono… mgkn bs membuat kebykan yg mendukung ruu app membelalakkan matanye..
    cth ke2, malaysia. mrk negara islam. jd udah sepantasnya kalo ada peraturan spt berpakaian yg rapi dan menutupi aurat. namun itu tdk berlaku mutlak bg non muslim setau gw ya.. CMIIW.
    brunei darusalam… gw ga tau apa2 ttg peraturan negeri ini…. :)

    Sekali lagi, kita sepakat negara ini bukan negara Islam, tapi negara demokrasi. Untuk itu kita sepakat dengan ketetapan demokrasi bahwa mayoritas mempunyai kewenangan untuk menentukan kan. Sama seperti kita memilih presiden kita. Begitu juga dengan ketetapan hukum, bila mayoritas yang menginginkan so what… kita harus menerima. Jika pada kenyataannya ternyata yang mayoritas adalah yang menolak, ini juga harus kita terima. Cukup adil untuk sebuah negara demokrasi khan ?

  20. Comment by Dori, 18 May 2006 @ 5:37 pm

    mas kalo jadi admin dan suka membalas argumen orang jangan kasar dan marah2 gitu dong ..situ intelek gak sih ??????

    kalo sampe postingan gue ini di apus, anda pengecut hehehhee

    Lho kenapa anda marah-marah ? Saya sbg ‘pemilik’ web ini, membuat sebagai kampanye opini mendukung RUU APP, dan bukan media yang posisinya netral. Jelas web ini memihak RUU APP. Jadi sah-sah saja saya mengomentarinnya, kalau tidak terima tinggal dibalas dengan opini lagi, kenapa anda memprotesnya. Apa hak anda ? So kalau anda tidak suka jangan ke sini atau memberi komentar. Gitu aja repot….

  21. Comment by Dori, 18 May 2006 @ 5:43 pm

    btw soal mayoritas dari golongan tertentu ?? peduli amat …..

    RUU ini merupakan manuver politik titipan dari sebuah partai hehehehe partai seperti apa ??? tanyakan pada ketuanya yang di kursi ketua MPR DPR hehehehe

    Terserah mau membuat opini manuver politik, sasisasi, buat kami adalah berusaha sekuat tenaga RUU ini bisa menjadi UU. Tapi karena kita berada di negara demokrasi, maka kita juga harus tunduk terhadap azas demokrasi, yaitu suara mayoritas. Sama seperti kita memilih Presiden. Cukup fair dan jelas khan ?

  22. Comment by Jepret, 19 May 2006 @ 12:39 am

    Mbak Dori,
    Masalah mayoritas atau minoritas dalam hal dukungan atau penolakan terhadap RUU ini bukan menyangkut masalah SARA lho. Dan anda tidak usah menyeret-nyeret ke masalah SARA. Urusan mayoritas dan minoritas di sini justru dilihat dari jumlah pendukung atau penolak. Yang lebih banyak, apakah itu yang ngedukung atau yang nolak, ya itulah mayoritas. Jadi nggak ada hubungannya dengan SARA. OK mbak Dori? Ngerti kan?

    Lalu tentang tuduhan mbak bahwa ini manuver politik titipan sebuah partai, mbak harus bisa membuktikan itu dengan sebenar2nya, jangan maen asal tuduh aja. Kalau maen tuduh sih, semua orang juga bisa.
    Jadi, pakailah logika yang makes sense, supaya enak ngebahasnya juga.

  23. Comment by vera, 23 May 2006 @ 3:24 pm

    Meskipun muslim mayoritas, tetapi umat muslim pun banyak yang tak setuju ruu app ini kan. Saya menentang aksi pamer payudara ini sama seperti saya menentang pornografi, playboy, fhm, dll (itu emang majalah yang mengeksplotasi wanita). , tp saya tetap tidak setuju ruu app ini. Jika di blog ini saja banyak yg menentang ruu app ini bagaimana kenyataannya di luar, pokoknya saya minta jangan hakimi orang yang menolak ruu app ini karena sebagian besar dari kami juga menentang pornografi.

    Sebuah blog dijadikan acuan jumlah pendukung ? Yah nggak masuk akal dong ah… berapa persen sih pengakses internet di Indonesia ?

    Dan kebanyakan pengakses internet di Indonesia adalah situs porno. Jadi Internet nggak bisa dijadikan acuan karena mayoritas pengakses porno. Survey pernah diberitakan di detikinet.com

    Bandingkan jumlah massa aksi turun ke jalan antara pawai bhineka tunggal ika dengan aksi damai sejuta umat.

  24. Comment by kolor ireng, 23 May 2006 @ 7:13 pm

    ngomong2, di RUU APP kan nggak ngatur banci. yg diatur cuma perempuan. jadi kalo banci pamer tetek ya nggak bisa disalahin kan? hahaha. siapa suruh bikin RUU kok semangatnya patriarkis, nggak melihat kondisi kekinian. dipikirnya di dunia ini cuma ada laki-laki dan perempuan. Udah lah, soal moral dan dosa/pahala biar Tuhan yang ngatur. negara jangan ikut campur. atau jangan2 para pendukung RUU APP ini pada pengen jadi Tuhan?

    Makanya bacanya pakai otak yang bersih, jangan campur syahwat. Habis baca stensilan yah ?

    Coba baca RUU APP yang jelas !

    Kalo nggak nemu, emang anda cuma pantesnya baca stensilan kali yah…

    Di dunia ini cuma ada 2 jenis gender. Coba agama mana yang menjelaskan gender lebih dari 2 ?

    Kalau semua berpikiran hanya Tuhan yang berhak menvonis salah/benarnya seseorang. Bagaimana dengan UU yang ada ? Apa UU itu tidak menggantikan Tuhan ?

    Ah makin… nggak match nanggepinnya…

    Argumen yang terlalu dangkal dan mengada-ada dari seseorang yang habis menikmati pornografi….

  25. Comment by Malina Sofia, 23 May 2006 @ 11:12 pm

    Komentar2 “Moderator” kok malah kelihatan emosional dan main “pokoknya…”. Dan selalu menggunakan logika “anti RUU-APP berarti mendukung pornografi”, kok menunjukkan cara pikir yang reduksionis dan dangkal banget ya. Hmmm… kelihatan banget ‘pamrih politik’ lebih kental ketimbang argumen yg cerdas dan niat baik berwacana.

  26. Comment by Fina, 23 May 2006 @ 11:23 pm

    ya oloh, payudara buatan milik waria aja diributin…pada napsu ya?

    Kasian deh,, yang cupu…secara kk gw seorang designer jadi gw sih sudah terbiasa melihat berbagai keanehan di dunia ini, salah satunya mengenai dunia banci.

    Anda tahu ga sodara-sodara sekalian, banci itu kan kelainan ya, jadi mereka istilahnya suka caper gitu deh.. Mengingat tekanan psikologis yang sering didapat dari masyarakat, ga heran mereka mau caper supaya ‘diakui’, dan ga jadi kelompok yang terbuang.

    Yaa..tau ndiri lah banciii..ngapain juga dianggap merusak moral orang lain, ada juga moral banci itu sendiri yang rusak.

    Emangnya acara pamer2an payudara itu ada di agenda panitia? Ga ada kan? Saya juga menyesalkan kejadian itu lho, padahal saya kontra RUU APP. Itu cuma tindakan segelintir orang aja kok, bener-bener tidak mencerminkan sikap penentang RUU yang bener.

  27. Comment by eric, 24 May 2006 @ 12:22 am

    skali lg gw mengatakan gw kontra ruu app. bkn krn gw ini pedagang dvd porno ato gw pny bisnis laen di bidang pornografi. tp emang gw merasa ga perlu. kalo pemerintah kira mrk dpt mengatur perilaku dan norma2 kehidupan dgn uu, sungguh dangkal pikirannya.. kita adalah manusia yg pny hati dan pikiran. bkn robot yg diprogram utk melaksanakan kehendak. soal anak sd mengetahui pornografi yg terus disinggung moderator, knp ga meliat dr sudut pandang lain. mengapa mrk sampai bs mendapatkan itu? bknnya dgn membuat uu dan membuat semua org mematuhinya, dgn bgt mslh sls? uu pd dasarnya hny mengekang, namun tdk menghentikan. mrk ttp bs mengakses pornografi, scr diam2 tanpa ketahuan org laen jg. mrk mengatakan ruu app bertujuan utk menyelamatkan norma bangsa, sekali lg, itu mah spt memerintahkan anak kecil jgn nakal.. apakah pasal2 yg terkandung bs membuat org berpikir bahwa mrk salah?? ga mgkn banget deh… so kesimpulan gw skali lg, pendidikan dan penyuluhanlah yg plg penting. ^^

  28. Comment by Rika, 24 May 2006 @ 3:58 am

    Fina bilang: ya oloh, payudara buatan milik waria aja diributin…pada napsu ya?

    Hallo Fina, waria juga manusia, tapi kamu sepertinya merendahkan derajat mereka dengan menulis seperti itu.
    masalah para waria itu pamer payudara, mungkin saja itu memang agenda mereka yang menolak RUU APP, bukankah itu bagian dari hak asasi mereka yang tidak mau dikekang oleh adanya RUU APP? Anda boleh saja bilang bukan agenda, tapi buktinya kejadian itu memang terjadi kan waktu acara karnaval itu? Kadang-kadang memang ulah manusia itu tidak bisa dikontrol sepenuhnya… makanya diperlukan aturan supaya kehidupan masyarakat ini lebih bermartabat. Mudah-mudahan anda bisa berpikir ke arah sana.

  29. Comment by antahberantah, 24 May 2006 @ 4:44 am

    halah opo iki cook!!

  30. Comment by Fina, 24 May 2006 @ 1:10 pm

    maaf, saya salah satu pendemo saat itu, dan saya tahu persis (bahkan ratna sarumpaet pun menyesal dan bilang) kalo itu ga ada di agenda panitia. Kalo ada, saya juga pasti ikut-ikutan pamer dong. Tapi yang begitu cuma satu tuh. Dan saya sama sekali ga merendahkan martabat waria, justru mengejek kalian yang seleranya payudara waria.

    Anda bilang mungkin kan? anda ga tahu kan suasananya di sana seperti apa? Anda mangnya ikut demo? Engga kan? Makanya jangan sotooooiii…

    Wong karnaval itu demo terbagus yang pernah saya liat kok. Saya kaget sendiri teryata budaya ‘kami’ (bangsa Indonesia, anda bukan bangsa Indonesia, tapi bangsa Arab), begitu banyak. Saya ga nyangka. Aksi pamer payudara itu kecelakaan. Sumpah. Anda ga baca di brita kalo ratna sarumpaet pun udah terang-terangan menyesali kejadian itu?

  31. Comment by Rika, 24 May 2006 @ 1:25 pm

    Saya tidak ada urusan apakah kamu bilang ikut demo atau karnaval atau tidak. Itu urusan kamu sendiri, tak perlu lapor di sini. Apalagi bawa-bawa Ratna Sarumpaet, emangnya dia itu siapa? Presiden bukan, lurah bukan, pendidik juga bukan.
    Yang jelas tulisan kamu tentang waria itu menyiratkan perendahan terhadap mereka. Seolah-olah kamu menganggap diri kamu atau payudaramu lebih baik dari waria. Coba deh baca lagi kalimat yang kamu tulis. Makanya kalau nulis harus sambil sadar mbak Fina :) )

    Aku bilang mungkin saja itu agenda panitia, artinya aku tidak meng-klaim itu sebagai kepastian. Sah-sah saja kan?
    Tapi, ketika kamu bilang:”‘kami’ (bangsa Indonesia, anda bukan bangsa Indonesia, tapi bangsa Arab)”, nah di situ kamu telah memvonis tanpa memahami siapa kamu dan siapa orang di luar kamu. Aku justru mempertanyakan, apakah benar kamu bagian dari bangsa Indonesia? Apakah bangsa Indonesia itu orang-orangnya suka menganggap orang Indonesia sendiri sebagai bangsa lain? Tolong kamu pikirkan lagi matang-matang, cerna dengan kepala dingin, hati yang bersih. Coba ambil nafas dalam-dalam, lalu pergunakan akal anda untuk berpikir jernih. Aku doakan semoga kamu bisa. Selamat mencoba.

  32. Comment by Fina, 24 May 2006 @ 2:05 pm

    eh, ratna sarumpaet itu salah satu panitia, orang saya cuma mau bilang kalo itu ga ada di agenda panitia, ya jelas saya harus bawa-bawa pernyataan panitianya donk, gimana sih, ga nyambung amat mbak, emang saya bego apa, nyangka ratna sarumpaet itu presiden??

    saya ga ngerti maksud anda, kalo anda bangsa Indonesia, anda akan menghormati orang lain yang menganggap kalo rok mini itu bukan porno (kalo dalam Islam mungkin porno karna mengumbar aurat, sayangnya di negara ini bukan cuma ada Islam saja), kalo anda bangsa Indonesia, anda akan menghormati orang lain yang menganggap bahwa kerusakan moral sama sekali tidak bisa begitu saja ditentukan hanya karena seseorang pakai tanktop.

    saya bilang rok mini bukan porno, anda bilang rok mini merusak moral, maka yang anda suruh jangan memakai pakaian mini adalah anak-anak anda, jangan paksa seluruh bangsa Indonesia. Karena biar saya pakai rok mini, saya masih perawan dan hidup saya tidak hancur.

    btw, saya itu 14 tahun, jadi boleh dibilang belum memiliki payudara yang semestinya ^^, dan saya menyesal bagi semua pihak banci yang ada di sini kalo tersinggung dengan pernyataan saya,, :p

    Buat apa Sarumpaet pakai minta maaf segala ?

    Khan dia menolak pasal yang memperlihatkan bagian yang sensual (dalam hal ini payudara). Jadi nggak salah aktualisasinya adalah mempertontonkan payudara. Jadi kalau minta maaf, kita jadi bingung, di satu sisi dia mempermasalahkan kemben yang memperlihatkan payudara (padahal khan bisa ditarik keatas dikit, jadi payudara tidak terlihat) tapi di sisi lain dia minta ‘maaf’ (tidak pernah secara resmi dan formal di media massa) kalau ada pamer payudara.

    Be gentle please… Kami merasa takjub sebenarnya dengan adanya pamer payudara, mereka dengan tegas dan lugas kalau payudara itu berhak dipertontonkan sesuai dengan tuntutan penolakannya thd pasal mempertontonkan bagian yang sensual.

  33. Comment by ruutaikucing, 24 May 2006 @ 3:46 pm

    pada nafsu ya lihat payudara waria? hahaha.. kasian.. sampe2 gitu aja dimasalahin.. nanti kalo nafsu lihat nenen kambing, mau bikin juga ruu anti pornokambing? karena nenen kambing membangkitkan syahwat… hahaha..

    NAFSU ??? JIJIK TAHU !!!

    Yang kayak gitu aja dibanggain.

    Tapi baguslah…kita bisa tahu kaum penolak itu seperti apa kelakuaknnya… sama seperti waria itu !

  34. Comment by Fina, 24 May 2006 @ 6:31 pm

    eh, yang pendukung yang ktanya suci semua…argumentasi kok pakai marah-marah sih…. Jangan dong,,kita berdamai oke?? saya ada salah anda juga ada salah

    Maaf, saya harus berkata tegas thd orang yang cuma berkata:
    NAFSU YAH…
    OTAK ELO AJA YANG KOTOR…
    Lihat aja nickname yg memprovokasi…
    jadi saya akan menanggapi sesuai dengan komentarnya.

    ratna sarumpaet mnolak pasal itu (yang memperlihatkan bagian tubuh yang sensual), karena dia inget sama patung-patung bali yang telanjang dada…kami sih menolak untuk alasan beradab, untuk kebaya menerawang yang katanya budaya kita, untuk kemben yang katanya pakaian adat kita, bukan untuk pamer payudara seperti waria tadi..

    Yah… konteks nya kan keberatan dengan larangan mempertontonkan payudara (bagian yang sensual). Kalau menurut yang menolak RUU APP, kemben itu termasuk mempertontonkan payudara dan menggugat larangan tsb. Kenapa harus minta maaf ? Justru pamer payudara adalah aktualisasi dari protes akan larangan yang ada di RUU APP. Justru Waria itu lebih mengerti bagaimana caranya melakukan protes.

    Jadiii,,dimohon jangan terlalu hitam dan putih:

    Pakai rok mini : setan tak beradab kaauu
    Pakai jilbab : suci se suci-sucinya

    Siapa yang melakukan pernyataan seperti ini. Jangan selalu membuat opini tanpa dasar.

    yah, kalo para pendukung itu kan orang-orangnya suci semua kan, ga mau merusak moral bangsa, jadi jangan main hakim sendiri… gitu lho maksudnya

  35. Comment by Rika, 24 May 2006 @ 11:23 pm

    Ya, itulah susahnya berdialog dengan mereka yang sok humanis tapi tidak paham humanisme itu sendiri. Mereka juga maunya menang sendiri, maunya dimengerti oleh orang lain tapi mereka sendiri tidak mau mengerti orang lain. Kalau mau fair, mari kita saling belajar, saling mengerti dong. Buka pikiran masing-masing.

    Nah, kenapa anda protes kalau ada di antara pendukung RUU yang marah terhadap pernyataan anda? Apakah menurut anda meraka harus bersikap ramah saja meskipun anda memprovokasi atau menyerang/melecehkan mereka? Jangan protes dong, itu kan resiko bagi anda sendiri karena membuat pernyataan yang tidak layak.
    Kalau mau berdamai, mari kita berdamai, mari kita tunjukkan kemauan tersebut dengan sikap saling menghargai.
    Sebenarnya, apa sih sulitnya saling menghargai? Kalau kita semua sama-sama mau menjaga perasaan orang lain, tentu keadaannya akan damai-damai saja. Gitu lho mbak.

  36. Comment by eric, 25 May 2006 @ 2:07 am

    ya ampun…. malah berdebat ttg payudara waria..so wat dgn payudara gt loh… wong kalian jg pada ada…. :) maaf2 melenceng.. lgan hot bener.. mempertontonkan payudara gw kr bukanlah suatu tradisi atopun kebiasaan atopun apalah namanya.. yg penting tdk biasa terjd di indo. gw ngomong neh di publik loh.. bkn di internet ato vcd ato gambar2.. kebykan pst merasa risih. masa payudara dipertontonkan ke publik. kalo dia bintang porno sih gw ga mo ngomong apa2.. wong itu kerjaannya…

  37. Comment by Rika, 25 May 2006 @ 3:16 am

    Lho mas Eric, kita sih sebenarnya tdk berdebat ttg payudara waria koq. Kita ini kan cuma nanggapin salah seorang teman kita yang nulis seolah2 waria itu lebih rendah derajatnya daripada dirinya. Padahal waria itu kan sama-sama manusia, kenapa teman kita itu harus merendahkan dia segala rupa?
    Biar jelas masalahnya, Fina bilang: “ya oloh, payudara buatan milik waria aja diributin…pada napsu ya?”
    Nah, dari pernyataan dia itu dgn bilang …”payudara buatan milik waria aja diributin”, secara implisit dia bilang bahwa payudara wanita pasti lebih layak buat diributin, buat bikin nafsu laki2, sedangkan milik waria tidak layak diributin. Di situlah letak perendahan dia terhadap waria, yang nota bene sama-sama makhluk Tuhan juga.

    Aku sih bukannya ngebelain kaum waria, tapi begitu melihat ada pelecehan kepada siapapun, ya aku tergerak untuk mengingatkan si peleceh itu.

    Tapi akhirnya toh dik Fina ngaku sendiri, dia masih berusia 14 tahun, jadi ya wajar saja kan namanya juga ABG, jadi perkembangan psikologisnya juga belum sampai pada taraf psikologi orang dewasa. Kita mungking kudu maklum sama anak-anak remaja, apalagi memang menurut ilmu psikologi yang namanya anak-anak remaja/ABG itu sedang dalam masa2 merasa benar sendiri, tidak mau kalah, dan masa pembangkangan. Nanti juga dia akan berubah sesuai dengan perkembangan usianya. Kita-kita juga pernah koq mengalami masa-masa seperti itu. Dan saya lega karena masa kritis tsb sudah lewat :)

  38. Comment by eric, 25 May 2006 @ 7:52 pm

    Kalo gt saya terus terang aja… saya jg sebenarnya risih dgn waria.. co koq diubah2 gt… ini pendapat pribadi lohh… gw msh lbh suka ama yg tulen deh… ho3…
    namun ya, it’s their choice kalo mo spt itu.. lgpula yg anda sebut masa kritis itu sptnya masa2 yg bahagia.. dimana elo bs nangis wkt sedih dan tertawa wkt bahagia, msh blum ada beban society. ho3.. melenceng abis jdnya…. kalo moderator mo apus tulisan gw, gw ga ngomong apa2 deh.. oia, gw dgr ruu app bakal disahkan juni nnt. ada berita aktualnya??

  39. Comment by Rika, 25 May 2006 @ 9:51 pm

    Hehehe mas Eric. Sama sih aku juga sebenernya risih dengan para waria itu. Kalo boleh usul sih, mbok ya jangan jadi waria, jadilah cowok atau cewek asli. Tapi kan masalahnya memang sudah begitu yang terjadi, dan mereka adalah bagian dari masyarakat kita. Jadi terlepas dari kewariaan mereka, kita semua wajib menghargai mereka sebagai manusia, sama seperti kita menghargai cowok dan cewek.

    Masa kritis, masa ABG dulu? Ya boleh dibilang masa di mana aku suka juga hura2, suka2, rasanya emang nggak banyak beban thdp society. Baru setelah itu nyadar kan bahwa dunia di luar kita itu sangat luas, dan bahwa masa2 ABG kita juga menentukan terhadap masa depan kita. Gitu loch…

    Sorry kita jadi ngobrol berdua kayaknya. Gpp ya mas moderator, plis jangan dihapus, hehehe.

    Oh iya, aku juga denger2 RUU APP bakal disahkan Juni, tapi aku denger bhw Agung Laksono bilang nggak ada tuh target harus kapan disahkannya. Aku pribadi sih malah lebih setuju kalau disahkannya itu nanti revisinya udah sesempurna mungkin, supaya nggak ada kerancuan jadi nggak ada alasan bagi berbagai pihak untuk memanipulasinya.

    Memang serba salah untuk target waktu mensahkan RUU ini.

    Kita mengakui adanya pasal-pasal yang kurang sempurna dan perlu perbaikan yang lebih tegas bukan utk melegalisasi industri pornografi, tapi di sisi lain opini untuk menggagalkan RUU APP apapun revisinya terus terbentuk dengan pertolongan media.

    Dalam hal ini media SANGAT TIDAK ADIL, kalau berita penolakan RUU APP diliput dan diulang-ulang bahkan dibahas dengan diskusi, apalagi kalau di infotainment. Tapi coba kalau berita yang mendukung RUU APP, NYARIS TIDAK TERDENGAR. Bahkan Aksi Sejuta Umat hanya diberitakan sepintas, tidak ada pembahasan/diskusi kenapa aksi tsb bisa sebesar itu ?

  40. Comment by alief, 26 May 2006 @ 5:25 pm

    Aduuuh….. capek juga mbaca komentar dari mbak2 dan mas2 yg kritis dan agak nakal(sampe bikin admin-nya rada esmosi :) ), mudahan bisa diambil manfaatnya, karena mas & mbak telah membuktikan keberagaman pendapat adalah sah-sah saja, apalagi jika tanpa melecehkan, menyerang dan menuduh tanpa dasar pihak2 yg berbeda pendapat dengan kita…
    Semoga Tuhan dapat Membukakan hati kita semua akan indahnya arti perbedaan

  41. Comment by Rianty, 27 May 2006 @ 2:55 am

    Betul juga sih, perbedaan itu indah, tapi selama perbedaan itu dijadikan sebagai sarana untuk saling mengerti satu sama lain. Tapi masalahnya sering sekali perbedaan itu justru dijadikan alasan bagi beberapa pihak sebagai alasan untuk melestarikan kebiasaan buruk yg tidak sesuai dengan norma Indonesia, atau untuk memaksakan kehendak suatu pihak. Kalau pemanfaatan perbedaan seperti itu caranya, jadinya kan bukannya indah, malah runyam karena dibikin oleh mereka sendiri.

    Satu lagi, ketika masyarakat umum menganggap ada satu hal yang mengganggu kenyamanan masyarakat, pihak yg merasa terpojokkan berlindung di balik indahnya perbedaan itu, dan menyalahkan masyarakat umum sebagai memaksakan kehendak. Jadinya kan rumit.

  42. Comment by al buchory, 28 May 2006 @ 4:07 pm

    weh moderator ni web betul2 parah nih, katanya membela moral, mendukung RUU, tapi kata2nya kok penuh amarah dan emosi gitu.
    Bilang bela moral tapi kok kata2nya kasar dan ga menghargai perbedaan pendapat. bahkan di web yang menolak RUU APP masih mau mendengarkan pihak yang berseberangan dan menjelaskan atau menjawab dengan baik dan sopan dan tanpa emosi dan dengan pengetahuan tinggi, jadinya web mereka malah kelihatan lebih beradab dan bermoral dari web ini. herannn… gini kok katanya membela moral

  43. Comment by anton, 28 May 2006 @ 4:13 pm

    betul tuh kata-katanya mas buchory, kalo mau dukung juga mesti sopan dong, kalo cara anda ( moderator ) kasar begini, ya anda sama aja dengan waria2 itu. Bilang bela moral tapi kasar.

    Ah kalian pintar sekali melakukan provokasi….
    Maksud anda biar kita-kita ngamuk seperti FPI & FBR khan…
    Kelakuan anda mirip sekali dgn Gus Dur yang main tuduh kalau Aksi Sejuta Umat itu didanai.

    ‘Kalaupun’ didanai, itu pun tidak dari GERMO yang jelas-jelas itu uang HARAM.

    Moderator akan berkata TEGAS dan LUGAS tapi tidak berkata KOTOR seperti para penolak RUU APP yang bertutur kata mirip dengan pornografi itu sendiri di berbagai web, termasuk di web ini.

    Kalau anda merasa moderator ini berpihak, ya JELAS moderator berpihak untuk mendukung RUU APP. Wong web ini diperuntukan untuk menjawab opini-opini sesat dan provokasi yang dilakukan oleh para penikmat/pengusaha pornografi.

    Clear ?

  44. Comment by mastur, 28 May 2006 @ 4:38 pm

    Tarian perut di Arab yang katanya negeri para Nabi dan negeri Islam ( yang sering ditiru tiru disini ) yang mempertontonkan pusar aja jadi kebudayaan yang mereka banggakan, juga sebagai hiburan untuk turis2 yang datang. Orang2 disana juga menganggap itu seni. kok disini yang kebudayaannya banyak, yang seharusnya dilestarikan dan dibanggakan seperti tarian perut itu ( itu bukan pornografi kan?kalo pornografi kan pasti sudah dilarang ) malah ribut sendiri.

  45. Comment by Sandi, 29 May 2006 @ 2:52 am

    Aku senyum-senyum aja baca responnya albuchory ama anton. Lah, ya lucu, mereka protes di sini kok katanya ngeyel. Padahal aku juga sering nongkrong di web site sebelah, tempat para penolak RUU APP, dan di sana mereka justru lebih ngeyel. Hahaha. Jadi, buat albuchory dan anton, ya fair-fair aja dong. Di kelompok sana ngeyel boleh, kok kaalau di sini ada yang ngeyel kok kamu protes :) ) . Jadi emang keliatan banget, kalau kamu memang berpihak, dan kamu juga memang ngeyel. Kalau memang berada di pihak yg bener, trus kamu ngeyel, ya gpp sih. Tapi… ya mikir dong, lha kalau kamu ini sudah salah trus ngeyel lagi… maunya opo sampeyan iki mas?

  46. Comment by Sandi, 29 May 2006 @ 2:57 am

    Buat Mastur…
    Lha, justru ini bukti bahwa RUU APP bukan Islamisasi dan bukan Arabisasi! Makanya jangan maen tuduh sembarangan dong, hai para penolak RUU APP.
    Biarin aja di Arab orang2 pada nari perut atau ngejadiin tari perut sbg komoditi bagi para turis, dan itu tdk dilarang oleh negara2 Arab, dan tdk dianggap porno oleh orang2 Arab. Ya biarin aja, emang kenapa? Kan Indonesia bukan Arab! Makanya, RUU APP itu bukan Arabisasi. Makanya tarian perut dilarang di Indonesia karena termasuk pornoaksi dan karena Indonesia bukan Arab!
    Indonesia melarang segala bentuk pornografi dan pornoaksi baik itu yang berasal dari Eropa, Amerika, Arab, atau dari manapun. Kalau memang sampeyan mau nonton tari perut, ya udah aja sono pergi ke Arab, Eropa, Amerika, atau ke negara2 yang menghalalkan pertunjukan porno.

  47. Comment by antiq, 29 May 2006 @ 12:58 pm

    Mod berpikir media SANGAT TIDAK ADIL, kalau berita penolakan RUU APP diliput dan diulang-ulang bahkan dibahas dengan diskusi, apalagi kalau di infotainment.

    lah apa yg hendak didiskusikan oleh pihak pro APP kalau spanduk nya saja berbunyi: yg anti RUU APP adalah iblis?

    itu sudah menutup jalan menuju diskusi dan tuduhan yang luar biasa
    sedangkan diskusi adalah duduk baik2 dan membahas persoalan, mungkin tiap pasal2 dan argumentasi apa yg melatar belakanginya

    bukan adu otot dan adu suara keras yg diperlihatkan ketika ada diskusi dng Ratna Sarumpaet

  48. Comment by ismail, 29 May 2006 @ 1:16 pm

    untuk sandi, cuma mau perjelas aja komen nya albuchory, anton dan yg laen yg kritik admin. mungkin maksudnya, mbok jadi admin tu ya yang sopan, dan profesional serta intelek, apalagi utk urusan yg katanya bela moral, jangan kasar gitu kalo ada yang tanya ato kasi pendapat. orang berpendapat ( kan belum tentu yang berpendapat laen tu ga setuju RUU APP, mungkin cuma ada bagian yg mau dipertanyakan ) kok langsung dikasari gitu, dituduh tuduh yg ga ga dan dijawab secara kasar, beda antara tegas lugas dengan kasar, yg kata2 admin tu kasar, bahkan cenderung lebih kasar dari yang terlihat menolak RUU APP ( kalo ga percaya lihat aja di halaman ini saja ) . ada yg kritik malah langsung dituduh-tuduh mirip Gus Dur, memprovokasi dll, lha wong cuma ngritik cara adminnya berkata2 kok malah dituduh2 gitu. Kalo di web lain saya lihat memang anggotanya saling serang saling ngeyel, itu wajar, wong demokrasi, apalagi anggota kan levelnya umat biasa, tapi kalo admin kan boleh dikata tu panitia, yang mestinya lebih ngerti moral kalo nyelenggarain acara membela moral, masak ga bisa lebih intelek ato sopan dikit, gitu loh.. kalo di web lain saya lihat adminnya lebih intelek dan sopan dalam menjawab ( buktinya di web lain hampir ga ada yang protes cara bicaranya admin ), kalo anggotanya saling serang ya sama aja lah seperti disini. Utk admin, anda ni mau membela moral mbok ya pake moral, yg sopan gitu lho, jangan malah bikin malu pendukung RUU APP dengan cara kasar gitu, ada kritik tu diterima sebagai masukan, bukan malah langsung menuduh macam2, kalo ga bisa bedain antara kasar dengan tegas ya mendingan diem dulu, gimana orang mau simpati kalo cara anda seperti itu. image nya pendukung RUU APP udah kasar dari FPI FBR dll, jangan ditambah lagi.

    Admin juga manusiaaaa….

    Tapi yang jelas admin TIDAK PERNAH berkata KOTOR seperti yang memberi komentar di web ini (maaf bukan ke semua pemberi komentar, tapi ada beberapa yg memberi komentar KOTOR). Admin dalam hal ini akan menjawab/merespon komentar yang memprovokasi. Tapi sekali lagi tidak berkata yang mengandung pornografi khan…

    Gitu aja koq reprot…eh repot

    Ah.. dan ini web khan memang buat pendukung RUU APP. Kalau anda merasa tidak merasa enak di sini, ya.. admin juga tidak merasa keberatan koq.

  49. Comment by santo, 29 May 2006 @ 1:27 pm

    wah kebetulan aku juga nonton acara waktu ada Ratna Sarumpaet dan ketua FBR Fadlodly di Todays Dialogue metro tv ya kalo ga salah?

    betul tuh, bikin malu aja tu ketuanya FBR, diskusi kok malah kayak preman pasar, kata2nya ga bermoral dan kasar ( mirip ni admin hehehehe ), jadi ya jangan salahin media terus kalo yg ditampilin cuma yg kontra RUU, wong yang pro kalo ditampilin malah kayak preman, ketua FPI juga malah kayak marah-marah tok di TV, kalo ditanya jawabnya kok kurang logis dan seperti dipaksain, media kan juga jd pikir2 nampilin orang2 gini. makanya yang SOPAN, diskusi tu yang INTELEK dan ga KASAR sepeti PREMAN, baru bela moral.

    Ah… kita juga tidak setuju dengan cara perusakan dan pengusiran oleh FPI dan FBR.

    Tapi jangan mengalihkan pembicaraan dari topik artikel ini.

    Soalnya sering sekali pengalihan isu-isu pornografi jadi bergeser ke masalah:
    - Perusakan yang dilakukan oleh FPI dan FBR
    - Pertikaian antara Gusdur dengan FPI
    - Arabisasi, Talibanisasi, Islamisasi dan entah sasi-sasi apa lagi yang akan dihembuskan
    - Pemusnahan/penyeragaman budaya
    - Apa tidak ada yang lebih penting lagi yg dibahas?
    - dll

    Tapi tidak ada pembahasan dari para penolak RUU itu yang membahas
    - Kerusakan akibat Pornografi
    - Media/Acara/Content Pornografi apa saja yang sudah merusak

    Jadi kita sudah biasa, kalau diskusi dialihkan ke hal-hal lain yang menyudutkan dan memprovokasi.

    Anda tidak suka web ini ? Nggak apa-apa koq, tidak ada yang maksa. Seperti anda tidak suka perdepatan antara FBR dgn Sarumpaet tinggal pindahkan channel TV aja.

  50. Comment by Ratna, 29 May 2006 @ 9:52 pm

    Ya deh, ya deh, ya deh… gimana maunya anda-anda semua deh. Maunya apa sih, kok ribut-ribut melulu?
    Yng dukung RUU protes tingkah laku dan kata-kata kotor penolak RUU.
    Yng nolak RUU protes admin web yang terlalu membatasi pendapat yang kontra.
    Suara yang dukung emang jarang kedengaran di media tuh, ga tahu kenapa… kayaknya nggak laku ya buat koran? hihihi. Cian deh, korang maunya yang heboh2 aja kale ya? Eh, tapi kl tentang FPI dan FBR seh sering dimuat di koran, soalnya cenderung ngerusak seh ya?
    Yng nolak RUU bisanya cuma nyerang sambil bawa-bawa FPI en FBR. Disangkanya cuma FPI dan FBR ini aja ya yang dukung RUU? Trus jadinya dianggapnya yg dukung RUU ini kasar dan preman ya? Trus masyarakat umum lainnya yang jauh lebih banyak, yang sopan dan tertib malah nggak dianggap ya?
    Lha, kl yg dukung dianggapnya cuma FPI en FBR aja, trus kenapa yng nolak ga mau dianggap cuma prostitue ama waria aja? Lihat aja deh karnaval budaya di mana ada waria yang pamer payudara!
    Trus emang orang media itu orangnya seneng provokasi, makanya yg dipilih Ratna Sarumpaet vs Fadlodly. Tahu gak alasannya kenapa gak ngundang Inke Maris buat parter diskusinya Ratna Sarumpaet? Soalnya media tahu ntar hasilnya berimbang, bahkan Inke Maris bisa menumbangkan logika-logikanya Sarumpaet.

  51. Comment by pekok, 2 June 2006 @ 5:20 pm

    rak niat dadi admin …

  52. Comment by Jambrong, 2 June 2006 @ 8:25 pm

    Pekok napa? Nulis kok pendek amat? Kehabisan kata-kata?

  53. Comment by penjahat_idle, 7 June 2006 @ 6:46 pm

    Jaman edan. Jelas2 sudah tau yang mana yang benar yang mana yang salah dalam norma2 kehidupan.

    Apakah mereka semua oarng yang bermoral dan beragama ???

    Adakah kitab suci yang mengatakan untuk memamerkan aurat ???

    Klo begitu skalain saja hapuskan hukum untuk pelecehan seks dan pemerkosaan terhadap wanita !!!

  54. Comment by hasto, 22 June 2006 @ 7:16 am

    mas, bukannya selama ini udh ada pasal2 anti kejahatan susila di KUHP?

    setau saya, dr dulu vcd porno itu jg dilarang… pelacuran itu jg dilarang… sekarang msh ada aja… Tabloid porno itu cuma 1000 perak, anak sd bisa beli.. Kok malah majalah playboy yg 40rb yg diributin?

    Saya bukannya setuju atau tidak setuju sama RUU APP. Saya sih santai aja karena ga ngerasa pernah beli tabloid porno, vcd porno, ga pernah bikin pornoaksi.. Saya jg udh mulai muak sih ama banyaknya tabloid porno di pinggir jalan, banyaknya acara ga mutu di tv,.. TAPI, buat saya sih gampang, ga usah beli, ga usah nonton,.. selesai.. ga ada pengaruh sama saya..

    Kalaupun UU ini diberlakukan, hrsnya dipikirkan utk membuat sistem yg lbh baik di negara ini. Sistem pendidikan agama, terutama. Biar nantinya, kalau msh ada majalah porno, ga ada yg beli. acara tv yg syur, ga ada yg nonton.. kan gitu yah? sitem penegakan hukumnya jg bener2 hrs dibenahi.. jgn2 UU APP cuma jd macan kertas..

    Mas, kalau istri sampeyan suka jalan ke mall, suka hamburin duit, belanja yg ga penting, apa sampeyan mau demo biar mall ditutup? budaya konsumerisme kan dipicu oleh banyaknya mall…

  55. Comment by Emerald, 22 June 2006 @ 10:52 am

    Mas Hasto, memang selama ini sudah ada pasal2 anti kejahatan susila di KUHP, tetapi apakah sanksinya cukup berat? Ataukah sanksinya cuma 5000 rupiah? Denda kurungan 3 bulan? Apakah menurut mas sanksi/hukuman seperti akan membuat penjahat jera? Enak banget dong para penjahat, cuma denda murah lalu kalaupun kena penjara kok cuma 3 bulan, padahal korban kejahatan seksual itu penderitaannya seumur hidup!

    Masalahnya bukan kenapa yang 40rb diributin dan yg 1000 perak tidak diributin. Seharusnya majalah porno baik yang murah maupun yang mahal tetap harus dilarang dan dimusnahkan supaya tidak memberi pengaruh buruk bagi masyarakat.

    Bagi mas mungkin tidak ada pengaruhnya. Tapi apakah mas tidak punya kepedulian terhadap anggota masyarakat di lingkungan mas sendiri? Bagaimana kalau yg jadi korban atau konsumen majalah porno itu anak/istri/keluarga mas? Apakah mas akan membiarkan mereka dirusak mental/moralnya oleh majalah2 porno tsb?

    Membangun sistem yang baik memang harus terus dilaksanakan, dan jangan berhenti. Pemberlakuan UU antipornografi diharapkan menjadi awal ke arah pembangunan sistem moral yg baik, bukan untuk merusak tatanan yang sudah ada.
    Saya setuju sistem pendidikan harus diperbaiki, juga pendidikan budi pekerti. Kalau perlu, larang penyiaran acara2 berbau porno, larang VCD porno, larang majalah porno. Anda tidak nonton bukan berarti selesai masalah, sebab mungkin banyak orang lain yg menonton dan menjadi korban. Artinya perlu adanya pelarangan supaya semuanya aman dari pengaruh buruk pornografi.
    Penegakan hukum harus terus dijalankan.

    Kalah istri mas suka hambur-hamburin duit suami, terserah suaminya. Kalau hartanya tdk akan habis seumur hidup mungkin tidak masalah. Tapi daripada dihamburkan lebih baik disumbangkan kepada yang membutuhkan. Ingat, di sekeliling anda masih banyak orang miskin dan kelaparan. Tidak perlu menutup mall, tapi juga tidak usah menghamburkan uang.

  56. Comment by mujahid, 28 June 2006 @ 5:11 am

    saya sangat dukung RUU antipornigrafi walaupun tidak sepenuhnya sesuai dengan islam. mereka yang menolak RUU ini adalah tentara iblis yang akan segera musnah. mereka adalah hamba perut dan bawah perut.

  57. Comment by eric, 1 July 2006 @ 2:18 pm

    tokai… tentara iblis apaan?? tidak sepenuhnya sesuai dgn islam?? elo jgn macam2 ngomongnya.. sekali saya tekankan, yg terpenting adalah sistem pendidikannya sendiri.. jd saya menolak ruu app yg samaratakan smua budaya..

  58. Comment by rhoma, 20 July 2006 @ 4:24 am

    Apakah dengan adanya RUU APP ini di jamin ga ada yang nama nya perkosaan?
    RUU aneh ini simbol kalo orang indonesia ga bisa nahan napsu sex nya.
    Apakah hanya dengan melihat sesuatu yang porno keinginan untuk melakukan sex itu muncul dengan tidak tertahankan???

  59. Comment by antiporno, 20 July 2006 @ 12:13 pm

    RUUAPP dibuat bukan untuk mengendalikan nafsu sex para pendukung RUU ini, soalnya kita2 sih sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. RUUAPP justru untuk mengendalikan nafsu sex para pencandu pornografi dan pendukung pornografi atau orang2 yang tidak bisa nahan nafsu sex. Mengerti bung rhoma palsu? Orang2 seperti andalah yang nafsu sex-nya harus dibatasi/dikendalikan dengan RUUAPP ini.

  60. Comment by nara, 27 July 2006 @ 11:07 am

    well aku blon baca RUU APP secara jeli but..ada yang kontroversi, please gimme me any comments
    yang kutahu dalam RUU APP kita boleh2 aja make baju tradisional dari daerah2 Indonesia. Orang Papua okay2 aja make Baju mereka kerna itu masuk dalam konteks budaya.
    but then yang kudenger orang2 anti APP mengatakan kalo dalam RUU APP juga menolak kita make baju daerah, esp. papua…
    so yang mana yang bener?
    i think budaya tidak perlu diseragamkan dan ku yakin RUU APP juga ga menghendaki itu. Indonesia sangat Plural beda dengan Malaysia.
    once again : why SBY tidak tegas membuat pernyataan yang mendukung APP? padahal awal kampanye he said kalo dia akan menentang pornografi dan pornoaksi, then why dia juga no reaction pada Playboy? ato kerna pOnky dulu adalah Tim Sukses SBY? daN maybe penyumbang biaya kampanye SBY? wHO KNOws! huh…

  61. Comment by wanda, 27 July 2006 @ 3:04 pm

    RUUAPP jelas tidak membatasi atau menyeragamkan budaya daerah. Jika penolak RUUAPP mengatakan bahwa RUUAPP itu membatasi budaya daerah dan menyeragamkan budaya, itu artinya jelas sekali para penolak RUUAPP tidak paham substansinya dan juga menunjukkan mereka memang tidak anti pornografi.

    Tentang SBY, dia itu kan dari dulu dikenal sebagai orang yang gamang dan bimbang, maka tidak heran kalau dalam banyak hal dia tidak bisa tegas, termasuk dalam mendukung RUUAPP atau menolak pornografi. So, jangan tergantung pada SBY dong. Urusan menentang pornografi tidak harus mengikuti kata SBY. Anyway, SBY akan habis masanya dan nanti dia akan diganti oleh Presiden yang baru lagi. So, once again, never depend on him. Let him be himself as the President and as SBY himself.

  62. Comment by Jelajah, 18 August 2006 @ 5:57 pm

    mmm….. kok menolak kebaikan sih ????

    Klik

  63. Comment by dinie, 25 November 2006 @ 12:15 pm

    Astaghfirullah…..

    ane mah cuma bisa geleng2 aja dah liat pendapat2nya…

    kok bisa yah? pada berpikir seperti itu??

    Guys…RUU APP ada untuk melindungi kita
    harusnya kita bersyukur donk dengan kebijaksanaan pemerintah

    punten ah bilih aya kalepatan…

  64. Comment by xain, 4 December 2006 @ 6:33 pm

    lha foto diatas itu diitung penyebaran pornografi gak??
    berani posting?

  65. Comment by ajenk, 7 March 2007 @ 4:52 pm

    alaah budaya.sjak kapan jd pelindung budaya.jadi pada lebih mentingin budaya ya drpd agama??sungguh kasihan.

  66. Comment by Dandi Arifin, 11 March 2007 @ 4:56 am

    Yang perlu dilakukan bukan membuat UU baru yang ditunggangi kelompok tertentu, tapi UU yang sudah ada dijalankan dengan benar. Perkosaan? Sudah ada hukumnya. Pelecehan? Sudah ada hukumnya. Perbaiki sistem pendidikan dan ajarkan moral yang benar. MORAL yang BENAR, bukan yang sok suci tapi kelakuan barbar karena pemahaman agama ngawur!

  67. Comment by KRR Gunsou, 19 March 2007 @ 10:28 pm

    Setuju. Sistem pendidikan perlu diperbaiki. Moral juga. UU itu ga bisa benerin moral.

    Klo soal pornografi… klo yang ngeliat vcd,buku, dll itu orangnya fine2 aja dan ga buat masalah, fine2 aja. Ga perlu diributin. Klo yang ngeliat anak2, nah itu dia masalah… yang itu yg harus ditanggulangin. Yang begituan jangan dijual bebas. Jualnya ditempat khusus dan jangan ampe ada anak yg beli :P

    Mengenai perkosaan dll… itu hampir ga ada hubungannya dengan pornografi. Itu mah moralnya aja yg bejat… dan moral bangsa kitakan memang dah bejat dari sononya kan?

    Jd kembali ke Mo..ral! (ky toocool aja…)

    Trus yg masih bermasalah itu tentang OR ama kesenian…

    untuk OR, OR apa sih yang bisa jadi pornografi? Jangan2 klo cowo lari pake celana training yang pendek itu (ampe paha)sama cuma pake kaos dalem ditangkep dengan tuduhan pornografi? :D
    untuk seni, menggambar tubuh orang telanjang itu perlu untuk dapat menggambar orang dengan lebih baik sehingga gambarnya menjadi lebih alami. Apa itu dianggap sbg pendidikan ato tidak? Takutnya ntar seniman Indo ga bisa gambar orang dengan alami lagi…


    Bukankah Aturan dibuat untuk dilanggar? :D
    Ga peduli… “Apapun aturannya.. Klo Bejat ya dilakuin juga”
    Ngembat slogan sosro nih :P

  68. Comment by Johans, 24 April 2007 @ 6:54 am

    Ngomong2 kemana tuh si moderator panasan. Jangan-jangan udah kawin sama si bencong obyek pembicaraan, yang fotonya ada di atas.

  69. Comment by midtaste, 16 July 2007 @ 11:39 pm

    daripada ngeributin undang2, mending loe2 pada ngedidik mata n kuping sendiri buat ngehindarin yg namanya pornografi. jangan kayak moderator forum ini;teriak2 dukung uu pornografi tapi sibuk nyari2 gambar porno di internet, kayak gambar diatas.pasti dia doyan bokep juga. najis deh. Tarohan, dia pasti gak berani majang komentar gua tanpa sensor. koreksi diri donk loe. loe orang kan, bukan setan?

  70. Comment by Suray - Suray's Words - SurayBlog, 27 July 2007 @ 5:10 pm

    Ada atau tidak adanya Undang-undang, kalau orangnya menginginkan untuk merealisasikan niatnya, pasti ada aj akal yg bisa diterapkan. Sulit untuk mencegah pornografi dan laen2 yg sangkut paut ama hal ini.

    Kebanyakan yg saya tau, maling suka teriak maling, sendiri bilang jgn, tp dalam hati pengen :D percuma deh :D

  71. Comment by anubis, 20 August 2007 @ 1:58 am

    bagi yang anti RUU APP mau gak mamaknya mempertonton kan payudaranya di depan umum, gak usah munafik sok anti RUU APP karena tidak ada anggota keluarga kita yang perempuan jadi tontonan umum, cheers

  72. Comment by ibed, 20 August 2007 @ 10:47 pm

    RUU APP=gak penting..ngapain ngurusin orang lain! urusin aja dulu dah yang pada korupsi…

  73. Comment by Hendra Andrea, 26 August 2007 @ 2:01 pm

    Saya belum membaca RUU ini. tapi saya setuju, segala tindak pornografi dan pornoaksi diberikan sangsi yang jelas. yang pasti… RUU ini jika memang sudah menjadi UU, harus dilaksanakan dengan sebaik2nya. Jangan sampai hanya menjadi slogan semata. wong UU kok cuman slogan… tapi ya itulah selama ini yang terjadi. semoga tidak dengan RUU ini nantinya. Moral bangsa kedepan, ditangan kita. Silahkan anda fikirkan… mungkin majalah/situs/vcd porno tidak berpengaruh untuk anda yang berpendidikan. tapi kita tau… bangsa kita ini belum semuanya pintar. masih ada masyarakat yang pendidikannya kurang. Bagi orang yang kurang berpendidikan… sesuatu yang berbau porno, akan memicu tindakan2 yang tidak kita inginkan. pemerkosaan misalnya. banyak kasus kan sudah terjadi?
    ada 2 kelompok ditubuh penolak RUU. yang pertama orang cerdas dan orang yang mementingkan syahwat yang menjelma ditubuh seorang munafik. Orang cerdas yang menolak RUU sudah pasti egois. kenapa? karena kalau mereka tidak egois… pasti akan memikirkan sodara2nya yang pendidikannya rendah. apa akibat dari semua pornografi/aksi itu. secara insting dasar… manusia memiliki nafsu syahwat yang jika orang tersebut kurang bisa mengendalikan… kalian tau sendiri selanjutnya.
    sekali lagi… buang ego pribadi, kelompok, agama, ato apapun. berfihaklah pada negara. berfihaklah pada anak cucu. masa depan Indonesia ditangan kita. perdebatan penting untuk mendapat solusi terbaik. tapi jika membiarkan setan menyentuhmu dan membiarkannya mengendalikanmu lewat emosi… maka bukan solusi. tapi hanya umpatan dan kata2 kasar yang muncul.

    terimakasih…

  74. Comment by adink, 28 August 2007 @ 11:46 am

    gw ga tau cara ambil quote (malu2in banget deh…) tapi kira2 yang mau gw quote itu ini:

    “Ah… anda apa tidak sadar dan tidak baca berita apa ? Generasi muda mulai dari SD sudah baca media porno, SMP melacur, SMA makin profesional, trus apa bisa maju negara ini, kalo generasinya jadi pelacur ? Hamil diluar nikah, ngurusin anak yang tidak jelas bapaknya.

    Ah apa anda tidak bisa membaca kondisi masyarakat saat ini ?

    Coba baca-baca artikel dan berita yang sudah ada di web ini.”

    “APA BISA MAJU NEGARA INI KALO GENERASINYA JADI PELACUR?”

    generasi jadi pelacur? siapa yang bilang? sex itu hak masing2 individu, berpakaian juga hak masing2 individu… ga ada yang ngomongin masalah generasi muda yang kebablasan jadi pelacur kan? kalau pelacuran itu udah diluar konteks RUU Pornografi dan Pornoaksi…

    dan negara yang ga ngurusin tentang masalah berpakaian warganya bisa maju kok? ga usa gw sebutin contohnya juga uda pada tau kan? urusin dulu lah perut rakyat, ga perlu ngurusin alat kelamin rakyat deh!!!

  75. Comment by irwan, 28 August 2007 @ 8:10 pm

    Saya setuju dengan RUU ini. Seharusnya wanita bangga dengan RUU ini, karena dengan adanya RUU ini hak mereka diperhatikan. Masa wanita yang baik tidak risih kalo kalau payudara dan selangkangannya diperhatikan kaum laki-laki? Saya pikir kejahatan (baca pelecehan dan pemerkosaan) terjadi karena adanya kesempatan yang diberikan. Tapi semuanya kembali kepada individunya masing-masing. Mungkin yang mesti kita pikirkan nasib anak-anak generasi penerus kita, bagaiman mereka mau jadi asset yang baik kalo sejak kecil lihat tanyangan seputar paha dan payudara. Makasih. Untuk adminya jangan terlalu emosional menanggapi pertentangan. Itulah demokrasi pernuh warna. Ok

  76. Comment by Hendra Andrea, 28 August 2007 @ 11:37 pm

    generasi jadi pelacur? siapa yang bilang? sex itu hak masing2 individu, berpakaian juga hak masing2 individu… ga ada yang ngomongin masalah generasi muda yang kebablasan jadi pelacur kan? kalau pelacuran itu udah diluar konteks RUU Pornografi dan Pornoaksi…

    nah kalo dibiarin… beneran tuh mas… pelacuran meraja lela. anda yakin kalo tanpa aturan2 yang mendidik bangsa ini bisa jalan dengan sendirinya? moral anak bangsa akan baek? fakta sekarang… belum ada UU pornografi… anda liat file2 porno berformat 3gp bertebaran dimana2… bagaimana 10 tahun lagi? nggak salah kalo penulis web ini menuliskan “APA BISA MAJU NEGARA INI KALO GENERASINYA JADI PELACUR?”
    hiperbolik memang… tapi kenyataannya gimana coba?

    dan negara yang ga ngurusin tentang masalah berpakaian warganya bisa maju kok? ga usa gw sebutin contohnya juga uda pada tau kan? urusin dulu lah perut rakyat, ga perlu ngurusin alat kelamin rakyat deh!!!

    Tapi lebih baik lagi kalo negara bisa maju dan rakyatnya bermoral. CMIW…. ya nggak? yang penting jalankan hukum itu sesuai dengan apa yang tertera. jangan separuh2. kalo cuman maen catut pasal sih enak. ambil yang asik2 jadi deh… Kalo Rakyat mengerti hak serta kewajiban… juga pemerintah tau serta bisa melaksanakan hak serta kewajibannya pasti Indonesia ini maju kok. tapi ya kalo rakyatnya suka demo terus… juga pemerintahnya arogan… kayake kudu kembali ke taon 45 lagi deh… membangun dari dasar. wah… susah deh tu…

  77. Comment by Orang IT, 4 September 2007 @ 3:42 pm

    “Untuk masalah internet nggak susah koq, tinggal ISP melakukan block thd situs-situs porno. Kalau ada kemauan gampang aja koq, dan itu sudah banyak dilakukan. Indonesia aja yang bebas kebablasan.”

    Ini tidak mungkin di lakukan pak. Kalau bapak mengerti mengenai networking (web), ini mustahil.

    Mungkin bapak bukan orang IT, jadi tidak tahu. Dan saya beritahu sekarang, ini mustahil.

  78. Comment by bardimut, 13 September 2007 @ 1:35 pm

    HIDUP PORNOGRAFI SEWMOGA BERKEMBANG SEMAKIN SUBUR DI INDONESIA TAIK ORANG MUNAFI…FUCK U

  79. Comment by Freak-X, 25 September 2007 @ 12:56 pm

    buat Orang IT. ???? MUSTAHIL?????
    nggak ada yang mustahil pak di IT. bapak sendiri mungkin yang bukan orang IT sok tau IT.

    saya orang IT lho pak. dan saya punya warnet. dari ISP saya saja bilang bisa kok… bisa. tapi memang butuh kerja keras. untuk membuat referensi situs porno… untuk diblokir ISP agar semua warnet/client nggak bisa akses situs porno.

    di DENMARK, ISP-ISP dah mulai nutup situs porno buat ngelindungin anak2 dari pornografi. jadi kalo bapak bilang mustahil… bapak nggak pantes mencap diri sebagai Orang IT!!!!!!!

    asal ada kemauan keras… pasti bisa. tinggal yang berkecimpung di dunia IT mau ato enggak.

    *jangan sampai pembodohan dengan kata tidak mungkin menjamur di bumi Indonesia*

  80. Comment by armend28, 4 November 2007 @ 10:13 pm

    loh… kalow itu waria,ngapain disensor?
    yah.. porno atau tidak porno,cuma masalah pikiran aja… ngapain kita sibuk mikir moral orang lain.. sedang moral kita sendiritidak kita pikirkan… kalau wanita mau dilihat sexy.. itu urusan mereka.. bukan urusan kita, saya cuma “pemerhati” yang merasa fun kalow ada yang berpakaian sexy.. tapi untuk keluarga saya “menganjurkan” untuk bersikap lebih sopan, agak mereka sendiri terlindung dari hal2 yang tidak diinginkan…

  81. Comment by OM BOOM, 13 November 2007 @ 12:21 pm

    MANTAP…..!
    SEMUANYA JA DITELANJANGIN….!
    KAN LBH OK

  82. Comment by eon, 18 November 2007 @ 10:28 pm

    sebaiknya UUAP direfisi kembali dan dipertegas aturan2 didalamnya supaya masyarakat paham dan tidak menimbulkan asumsi yang jelek terhadap pemerintah.sebetulnya UUAP baik bahkan untuk menyelematkan derajat perempuan tetapi jangan hanya perempuannya saja yang menjadi sorotan.apakah kaum pria juga tidak bisa berpakaian porno? semuanya kembali keorang-orangnya sendiri tentang bagaimana melihat atau menyikapi bahwa hal itu termasuk pornografi.

  83. Comment by iRHoTeP, 20 November 2007 @ 10:29 am

    Undang-undang ini bila disahkan, manfaat terhadap rakyat apa sih? apa dengan undang-undang ini, tiba-tiba Indonesia jadi macan Asia dan makmur sejahtera? Rupiah kembali ke level Rp 2.500 misalnya? Koruptor mengembalikan uang rakyatnya?

    Hari gini mah yang rakyat butuhkan itu kepastian kehidupan ekonomi dan ruang gerak usaha. Bertahun-tahun bikin undang-undang gak jadi-jadi akibatnya cuma bisa memecah belah rakyat, sudah barang tentu lebih banyak mudharatnya bila diterapkan.

    sudahlah, tutup buku saja untuk RUU ini, mending upayakan peraturan pelaksanaan yang lebih efektif.

    saya pikiR rakyat tidak akan rela duit rakyat habis untuk pembicaraan tidak kunjung selesai ini.

    +iR+

  84. Comment by Hudzaiyfah, 26 November 2007 @ 7:49 am

    Saya masih inget klo bangsa Indonesia itu maju karena akar budaya ke-Timur-annya yang mengedepankan sopan santun…

    Tapi sayangnya…

    Sekarang masyarakatnya sudah terkotori oleh pola fikir Kapitalis… Uang, ekonomi, inflasi dan lainnya…

    Memang itu dibutuhkan rakyat,,,

    Tapi, apa untungnya dollar kembali ke 2.500, jika ibu, adik atau kakak perempuan kita, bibi2 kita, atau istri2 kita telanjang di depan publik sambil ketawa-ketiwi ???

    Adanya aturn adalah untuk mempertegas…
    Karena tanpa aturan, jadinya seperti ini..
    Porno di mana2…

    Apakah kalian pernah berfikir???
    Coba sekali lagi berfikir???

    Apa yang kalian lakukan jika ibu, adik atau kakak perempuan, bibi2 kalian, atau istri2 kalian, atau temen2 perempuan kalian telanjang di hadapan umum, lalau dengan tenang mereka bilang ” INI HAK ASASI “

  85. Comment by kambing, 27 November 2007 @ 7:01 am

    semua berpulang ke moral masing-masing individu
    kalo akhlaqnya bagus, walau ada cewek telanjang didepan matanya insya Allah syahwatnya masih bisa dikontrol
    tapi bagi yang moralnya sudah bejat bagaimana?
    contohnya di arab yang wanitanya berpakaian tertutup dan hukuman yang berat bagi pelaku perbuatan asusila, tapi ternyata apa?????
    ada beberapa pria disana yang syahwatnya tdk terkendali gara-gara cuma liat tampang seorang pembantu (disini tidak ada pamer payudara lho)
    jadi bukan aturan yang bisa membatasi perbuatan asusila, tapi dari ahklaq masing-masing individu
    sebuah peraturan itu bakal efektif kalau dilaksanakan dinegara yang sudah maju
    kalau dinegara kita, semua jenis pelanggaran hukum bisa dibuat cincay
    lebih baik benahi dulu dunia peradilan di indonesia, baru mulai yang lainnya

  86. Comment by noer Cholies laden, 27 November 2007 @ 1:04 pm

    wah itu orang perlu di gantung tuh….biar tau rasa,,,,, itung2 nyicipi neraka…bravo islam…

  87. Comment by iRHoTeP, 20 January 2008 @ 10:33 pm

    Sampai sekarang pak Balkan Kaplale dan kroni-kroninya pasti lagi asyik makan uang anggaran RUU APP ini. Pemilu 2009 nanti ayo jangan pilih pak Balkan lagi! Nanti pembahasan RUU berjalan di tempat lagi!

    +iR+

  88. Comment by bandranga, 15 March 2008 @ 1:41 pm

    segeralah kita untuk mengesahkan…
    kita harus melihat bangsa ini kedepan…
    akibat globalisasi terlalu banyak efek sosial yang sangat menyimpang. dan untuk apa mengekspresikan apa yang bukan dari ciri dan sesuai dari nilai kita…
    kita sebenarnya terlalu banya kberkaca pada amerika dan banyak negara barat yang terkesan bebas akibat film sebagai jendela berkaca, meski sebenarnya kita tidak pernah tahu aturan dari mereka (UU/hukumna)

  89. Comment by HaZzRoCK, 28 March 2008 @ 3:42 pm

    weeeh edan tenan..iku akibatnya.. terlalu bebas.. uh…
    SAYA SETUJU banget UU ni !! setuju banget!!
    selamatkan generasi kita…
    mm… dunia semakin panas…
    Mau kiamat!!!

  90. Comment by raszes, 28 March 2008 @ 4:40 pm

    saya hanya murid sma biasa yang hanya tau sedikit sekali tentang peradaban indonesia, tapi saya tau betul kerusakan masyarakat di sekitar lingkungan saya. Generasi muda angkatan baru yang harusnya memajukan peradaban dan budaya Indonesia dengan karya luar biasa malah tetidur lelap di ninabobokan dengan video “bokep” berformat .3GP yang disimpan di HP mereka yang canggih bukan main. Sehingga membuat teman-teman sepermainan saya berubah menjadi budak syahwat yang tidak karuan pola pikirnya. ia menjadi korban dampak negatif globalisasi, yaitu maraknya pOrnOgrAfI dan pOrnOAksI . . .
    mengapa hal itu bisa terjadi?

    saya analogikan dengan seorang bocah yang membuka jendela kamarnya di malam hari akibat kepanasan. Pastinya ada 2 hal yang terjadi, yang pertama berakibat datangnya angin yang cukup segar tapi yang kedua nyamuk-nyamuk liar pun ikut masuk pula. yang apabila nyamuk itu menggigitnya dapat menyebabkan DB! apakah solusinya? menutup jendela? tentu saja bukan! tapi, si bocah harus segera melumuri badannya dengan lotion AntI-nyAmUk. . . . bukankah seperti itu . . . . . . ????
    maka dari itu mari kita generasi emas yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000 harus bangkit! membuat perbedaan antara id dan ego maupun superego (Sigmund Freud:Ilmu Psikoanalisa), jadilah KAMU (baca: ego)yang idealis, empati, kerja keras, suri tauladan, dan yang paling penting mencita-citakan masyarakat madani denagn MENDUKUNG RUU APP!!!!!!!!!!!!!!!!
    dengan RUU ini, masyarakat yang BIADAP dapat berubah menjadi masyarakat BERADAB!
    masihkah ada hati nurani dalam tiap jiwa generasi ini!!!!

  91. Comment by ricky, 5 April 2008 @ 6:41 pm

    Gimana nasib. RUU APP sudah dua tahun terkatung-katung tanpa kejelasan. Apakah benar sekarang RUU APP berubah menjadi UU P (Undang² Pornografi). Kemana Anggota dewan katanya mau memperjuangkan, tp belum nampak hasilnya… mohon informasinya… Thx

  92. Comment by ricko, 31 July 2008 @ 4:49 pm

    klo menurut saya sebenernya adanya UU APP itu ada atau tidak, tidak terlalu bermasalah,,yg lebih menjadi masalah adalah moral masyarakat yg sudah terlalu rendah..
    Saya prihatin setiap kali membaca berita anak kecil sudah memperkosa temanya, ato di warnet2 anak dengan mudahnya mengakses video porno..

    Tapi menurut saya yg salah adalah lebih kepada moral orang itu,,klo seandainya seseorang melihat konten porno dengan pengertian dan pengetahuan yg bener saya rasa tidak terlalu masalah…

    Apa nanti setelah RUU itu menjadi UU maka masalah ini bisa benar? yang salah itu manusianya bukan UU-nya..

    Saya warga indonesia, tapi saya sedang studi di singapore, n dari sini saya bisa melihat perbedaan manusia-nya..

    Bisa dibilang disini memang lebih bebas,,wanita disini memakai pakaian yg serba mini dimana2..tapi kasus perkosaan,pelecehan,termasuk kecil dan jarang(bukan tidak ada..)…dan setiap laki2 disini termasuk biasa saja dalam menanggapi wanita yg berpakaian minim,tidak seperti di Indonesia, terlihat tubuh wanita seksi sedikit sudah timbul nafsu birahinya..

    wanita disini berpakaian mini, apakah mereka itu tidak beradab?saya rasa tidak, mayoritas wanita disini berani berpakaian seperti itu karena mereka merasa dihormati,mereka merasa aman2 saja,mereka tau tidak akan mendapat pelecehan..

    tidak seperti indonesia,,wanita berpakaian seksi sedikit saja,,nanti dijalan pasti ada yg siul-in lah,,digodain lah..jadi yg salah itu manusianya..karena di sini setau saya tidak ada UU APP segala,,wanita bebas berpakaian seperti apapun..

    Wanita tidak salah jika ingin memakai pakaian serba mini,karena mereka merasa bangga dengan apa yg telah mereka dapat dari tuhan,, n mereka berpakaian seperti itu ya memang untuk dikagumi para lelaki,,tapi bukan untuk dilecehkan…

    saya mendukung adanya UU APP klo itu memang dianggap bisa menanggulangi masalah.. Tpi moral dari masyarakatnya itu sendiri yg lebih harus dibenahi.. Bukanya di Islam itu berzinah dilarang bukan?? bahkan untuk lelaki tidak boleh menyentuh wanita yg bukan muhrimnya(maaf klo salah,saya bukan muslim..)dan agama lain pun mengajarkan hal yg kurang lebih sama.. Klo perintah Tuhan saja berani dilanggar, yg berarti mereka tidak takut dengan hukuman di akhirat nanti,,apa mereka akan menurut begitu saja dengan aturan yg dibuat oleh manusia??klo sudah bejat ya bejat aja..siapa yg lebih hebat Tuhan ato manusia??

    Aturan memang harus dibuat untuk dijadikan guideline.. tapi akan lebih baik jika pemerintah lebih menghabiskan waktu bagaimana cara membenarkan moral anak bangsa sekarang..

    ya seperti sex education,,ya memang mungkin ini sudah banyak dilakukan,tetapi karena sekarang anak sd pun sudah tidak baik lagi,ya tidak ada salahnya mereka diberi sex education dari kecil,ya tentunya dengan batas kemampuan mereka menerima..

    klo masalah pornoaksi n pornografi banyak terjadi karena wanita tidak berpakaian semestinya berarti yg salah bukan wanitanya tapi para lelaki tidak bertanggung jawab yg melihatnya n tidak dapat menahan nafsu mereka..memang wanita memegang peranan dengan menggoda setan yg ada di tubuh pria, tapi klo pria itu bermoral saya rasa tidak ada masalah,,karena saya sudah melihat contohnya disini…tidak masalah…

    lagian seperti dimalaysia banyak wanita yg berjilbab tetapi tetap saja berkelakuan tidak semestinya.saya tidak memojokan muslim dan bermaksud SARA..tetapi pakaian bukan sumber masalah..yang penting moral orang tersebut dan kelakuanya..

    ya wanita yg berpakaian sedikit mini tetapi berkelakuan sopan saya rasa tidak masalah…

    UU APP boleh ada,,tapi saya lebih setuju dengan perubahan pola pikir generasi bangsa sekarang..

    mereka menjadi seperti ini karena terpengaruh budaya lain tanpa pengetahuan yg benar karena dinegara kita orang tua menganggapnya pelajaran sex itu tabu sehingga para anak mencari informasi dari luar tanpa bimbingan sapa2..yg ada malah ngumpul2 sama temen trs nonton bokep rame2..nah jadi deh tuh bibit bangsa yg nantinya menjadi sumber masalah..

    saya hanya menyampaikan opini,,maaf-maaf klo kata2 saya ada yg menyinggung sebagaian pihak..saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu..mohon dimaafkan..terima kasih..

  93. Comment by the Aswadi, 21 August 2008 @ 4:21 pm

    Halahh..toket bencong tuh! yang jelas UUAPP bakal mengebiri kreatifitas manusia…!

    Kalau mau Alim sekalian aja pake syariat Islam yang mengutamakan akhirat jadi tidak perlu mengusahakan kehidupan dunia sebaik2nya yang penting kepentingan akhirat saja yang tercapai itu sudah cukup.

    Pakai hukum Islam sekalian, kalau mencuri/korupsi langsung potong tangan,
    kalau tertangkap main gile dirajam sampai mati!

    Katanya Islam itu harus Kaffah (menyeluruh) jadi jangan naggung gini..

    Siapa bilang budaya Indonesia itu sopan?? orang baju adat aja ada pake kembennya jelas2 pamer “toket” kan?
    Liat baju adat Papua: lebih parah, mirip baju nya orang hawai tapi gak pake penutup dada.

    Yang perlu dibenahi itu pemikiran/otak/ asumsi orang aja…jangan jadi mesum..itu aja!

  94. Comment by tracy, 17 September 2008 @ 1:49 pm

    Bagus sekali ada kepedulian untuk memperbaiki masalah MORAL rakyat kita dan dan anak-anak bangsa..memang harus mulai ada kepedulian dan cara-cara yang ditempuh untuk menguatkan akar budaya dan moral rakyat Indonesia.

    Tapi kenapa jawabannya dengan UNDANG-UNDANG? Konsep yang sangat terburu-buru menurut saya. Adanya UU tidak membuat anak2 jadi tidak buka2 buku/cd/apalah yg porno..apa itu membuat laki2 di indo jadi ga beli majalah porno? engga juga.Kalo dilarang terbit majalahnya, ya cari sumber lain.

    Tapi inisiatif UU ini saya hargai. Minimal menaikkan sebuah diskusi bahwa kita sama2 perduli dengan Indonesia. Semoga orang2 yg rame2 bikin UU ini (dari sekian banyaknya UU yg dihasilkan oleh DPR — dan menjadi komoditi penghasil uang terbesar mereka) juga cukup sadar utk memikirkan follow up yg jelas.

    Ayo tingkatkan pengenalan budaya dan sastra Indonesia di sekolah2…pembentukan pengenalan kultur dan adat itu mungkin lebih bisa menyadarkan dan memperkuatkan UU ini.

    Aktivitas keagaam di sekolah yang kreatif itu juga perlu. Jangan hanya satu agama, tapi semua agama sehingga saling mengenal dan saling memahami.

    Jangan dibiasakanlah semua masalah di negara ini serasa bisa diselesaikan dengan UU. Kecil sekali pandangan seperti itu..Yang terjadi malah sebaliknya. tambah kacau. Karena belum tentu badan hukum kita sendiri siap dengan itu. Kalo dibilang menindak oknum pengedar video bokep itu gampang, hanya pungli, ANDA YAKIN ?!!! Perjuangannya udah bertahun2 loh..tapi ga bs juga tuh…Sudahkan pembuat UU ini berpikir sejauh ini ? coba aja deh ke UKI Cawang. Hahaahha.. coba lakukan pembersihan dari DVD bokep di sana. Paling juga cuman bertahan 2 hari..But anyway..semoga lah!!!

    Gunakanlah momen kebebasan utk berbicara dan berdiskusi dengan baik. YG punya web ini jangan terlalu emosi ya..jadinya yg anda perjuangkan malah membuyar.

  95. Comment by pokoknya, 20 September 2008 @ 9:28 am

    Saya tidak langsung menyetujui RUU APP krn menurut saya masih ada beberapa pasal yg rancu..

    Tolong direvisi di bagian definisi anggota tubuh yang sensual menurut saya diganti saja menjadi dilarang dengan sengaja mempertontonkan organ seksual (alat kelamin pria/wanita, termasuk payudara, pantat).. klo paha saya rasa still fine2 aja mas (menurut saya paha bukan termasuk anggota tubuh yg sensual), maksudnya kan ga mungkin orang ditempat umum membuka pahanya lebar2 / mengangkat rok atau celananya sampai setinggi selangkangan (saya rasa orang Indonesia masih cukup bermoral jadi tidak akan melakukan hal tsb).. demi ke-efektifan saja lebih baik kata2 paha dihapuskan atau diperjelas sehingga tidak ada penyalahgunaan ketika diberlakukan nantinya.

    Tapi ga tau lagi klo ternyata mas admin lebih menginterpretasikan kesopanan dengan tidak memperlihatkan paha sama sekali.

    Oh ya sekali lagi mas, jangan menggunakan dasar agama utk menjawab komentar disini, kan jadinya terkesan RUU APP ini dibikin atas dasar agama (NB. agama mayoritas) dan sebenarnya pernyataan negara demokrasi yang mengakui mayoritas tetapi bukan negara Islam menurut saya juga bohong belaka, kenyataannya mayoritas di Indonesia adalah penganut Islam, jadi seperti salah satu partai pernah bilang, tidak perlu kita mendeklarasikan untuk membangun negara Islam, cukup negara demokrasi saja=mendirikan negara Islam.

    NB : Saya bukan tidak mendukung RUU APP ini, tp saya minta revisi, saya juga miris melihat anak2 muda sekarang yg melakukan seks bebas tanpa tanggung jawab, kasian masa depan mereka, pesan saya do safe sex with taking care of the responsibility.

  96. Comment by anonymous, 20 September 2008 @ 6:08 pm

    Kesan yang timbul pada diri saya dengan adanya RUU (A)PP ini adalah bahwa institusi agama yang seharusnya berperan dalam pengaturan moral sudah gagal dalam melaksanakan tugasnya, dan pada akhirnya memerlukan bantuan dari institusi negara.
    ada baiknya dilakukan evaluasi kegagalan institusi agama tersebut.
    Pernah saya mendengar dari salah satu saudara yg bekerja di sekolah yg berazas salah satu agama. Pada saat dilaksanakan razia untuk anak SD ditemukan ponsel dengan isi sms dan multimedia yg tidak sepatutnya. Ini gejala apa ?

  97. Comment by Siallagan, 22 September 2008 @ 2:00 pm

    Buat yang Kontra RUU…
    Haloo manusia sombong!, Apa sih yang kalian sombongkan dengan bentuk tubuh kalian, mf”buah dada” kalian?. Apakah kalian tidak tahu itu lah seonggok daging yang berlumuran dosa. Yang hanya sebentar saja bisa dibusukkan oleh ulat-ulat tanah. Dimakan cacing. Apakah kalian tidak sadar!, bahwa anda berani menolak RUU PORNOGRAFI akan meminta pertanggung jawabnya diakhirat kelak. Apakah kalian akan hidup selamanya?, Didalam hati kalian penuh dengan kesombongan. Saudara ku Mari lah kita perdalam ilmu agama kita masing-masing, saya yakin orang banyak menentang RUU ini karena mereka2 ini tidak tahu tentang Agama (masih dangkal), atau bahkan tidak mau tahu. Janganlah Anda pergunakan pikiran ala barat Anda di Indonesia ini. Apakah cuman tubuh kalian aja yang mempunyai nilai jual, sehingga sesuka anda dan tidak mau diatur???, Semoga kita semua diberikan kekuatan iman.

  98. Comment by belog, 22 September 2008 @ 2:36 pm

    biasalah…
    dari pada ngurusin yang ginian
    urus yang lebih bermanfaat aja deh
    mari kita bangun indonesia yang berdikari

    banyak orang ngomongin agama, moral tetapi lihat uang matanya silau, lihat bini tetangga liurnya keluar.

    mulai dari kita sendiri aja deh…..
    yang terpenting adalah tingkah laku dan perbuatan.

  99. Comment by pokoknya, 22 September 2008 @ 2:54 pm

    buat yg suka mengatakan orang lain berlumuran dosa, dari mana anda tahu orang lain tersebut berlumuran dosa, sebegitu besarkah Kuasa anda hingga mampu menilai orang lain penuh dosa atau penuh pahala??
    Klo memang ada manusia yang sanggup menilai ini dosa itu dosa, kamu manusia penuh dosa, kafir dll.. ya mendingan kita sembah aja, karena sudah ada yang menyaingi Tuhan dalam menghakimi makhluk ciptaan-Nya.

  100. Comment by Khilafah, 22 September 2008 @ 3:44 pm

    Semoga RUUAPP menjadi UUAPP…..:)

  101. Comment by opiniku, 22 September 2008 @ 4:47 pm

    Bukankah lebih efisien UU yang sudah ada di revisi dan di perkuat, kalau ada hukuman yang kurang, di tambah, atau defenisi ambigu di jernihkan. Kenapa harus ada UU Pornografi lagi? ini namanya inefisiensi, ada 2 hukum yang sama berjalan.

    @Siallagan
    Saya tidak mau masuk neraka, dan saya yakin TIDAK AKAN masuk neraka hanya karena saya menolak sebuah Undang Undang yang DIBUAT oleh MANUSIA.

  102. Comment by Jenghis Khan, 24 September 2008 @ 3:19 pm

    Memang pornografi maupun pornoaksi memberikan efek yang sangat negatif apabila tidak digunakan dalam konteks yang tepat, termasuk diantaranya eksploitasi anak di bawah umur dan wanita.
    Tapi ada bijaknya kita dapat melihatnya dari berbagai sudut pandang yang ada.
    Mengingat negara kita yang Bhineka Tunggal Ika.
    Pengaturan pornoaksi maupun pornoaksi, yes itu perlu.
    Tapi bukankah kita lebih arif bila dapat juga melihat dari sisi pandang agama, suku, dan golongan lain. Haruskah kita memaksakan suatu pandangan yg hanya mengacu dari 1 sudut pandang saja ?
    Terlepas dari baik atau tidaknya, setuju atau tidak setuju, satu pertanyaan yang ada di dalam benak saya, mengapa prosesnya terkesan ditutupi dan terkesan dipaksakan “harus” disetujui dalam waktu yang dekat ?
    Suatu undang2 dengan tujuan yang baik jangan sampai digunakan oleh orang2 yang punya kepentingan politik tertentu untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu saja.
    Saya lebih setuju untuk memaksimalkan pelaksanaan dari RUU yang ada.

    RUU YANG SUDAH ADA AJA BELUM DILAKSANAKAN SECARA KONSISTEN KOQ MALAH BIKIN UNDANG2 BARU ?

    Kalau RUU ini reaksi atas penurunan moral bangsa, bukankah sebaiknya kita dapat melihat secara lebih dalam lagi.
    Penurunan moral sekarang ini merupakan bukti kegagalan institusi keagamaan dalam menuntun moral manusia.
    Banyak orang dengan kedok keagamaan malah melakukan hal2 yang bertentangan dengan apa yang di ajarkan dengan agamanya.

    Beresin dulu tuh institusi keagamaannya dulu, kembalikan urusan moral kepada agama dan lembaga pendidikan.

    Kalau ada RUU baru tapi moral dari para tokoh tetap bejat dan tidak ada keteladanan maka percuma saja.

    akhir kata :

    SAY NO TO RUU APP AND NO TO PORNOGRAPHY AND PORNOACTION.

    Peace

  103. Comment by FREE_MAN, 24 September 2008 @ 3:56 pm

    Ruu app menjadikan agama sebagai penjaga moralitas masing2 pengikutnya (di indonesia banyak agama yang diakui pemerintah dan dipilih oleh orang indonesia)seolah-olah gagal menjaga masalah moral pengikutnya.Biarkan agama yang mengurusi moralitas masing2 pengikutnya dan biarkan pemerintah mengurusi kejahatan yang diakibatkan oleh pelanggaran seksualitas yang sudah banyak terdapat pada kuhp,uu pers dan sebagainya.Janganlah masalah pakaianpun diurusin negara dan biarkan ke-bhinneka tunggal ika-an di Indonesia bertumbuh…Indonesia bukan negara agama mas…Indonesia adalah Pancasila mas…

  104. Comment by fauzi, 25 September 2008 @ 8:13 am

    AYO! Segera sahkan dan dukung sepenuhnya RUU APP. Sudah banyak yang berbuat amoral di negara ini. Mau kemana wajah bangsa ini kalau pornografi dan pornoaksi begitu marak. Katanya bangsa yang penuh akhlak, ciri orang timur. Jangan pedulikan mereka-mereka yang menolak. Ada kepentingan dibalik itu semua. Untuk Perempuan yang menolak RUU APP, coba bayangkan seandainya anda diperlakukan tidak senonoh, diperkosa, dsb. Baru nyahok. yang menolak begitu begok, tidak mengerti. sekali lagi. DUKUNG RUU APP. Selamatkan Indonesia.

  105. Comment by reza, 26 September 2008 @ 12:37 pm

    Astagfirullah….
    duh….saya sudah tidak sanggup lagi keluar rumah…..hot pants merebak di kalangan anak-anak remaja. naudzubillah

  106. Comment by ngakan putu, 29 September 2008 @ 6:23 pm

    saya rasa justru dengan adanya undang-undang inilah konsep bernegara yang berdasarkan hukum mulai dibenahi, masalah moral bukan masalah agama saja, dan dengan adanya undang-undang pornografi maka negara menegaskan kewenangannya di atas segala agama. Indonesia adalah negara hukum. anda tidak dapat berkelit dengan mengatakan pornografi di atur oleh agama lagi jika undang-undang ini telah terbit.

    saya mendukung pengesahan undang-undang ini

  107. Comment by Lingkan Bella, 1 October 2008 @ 10:52 am

    maaf…ya saya sendiris adalah orang yang feminist (orang yang sangat menjunjung tinggi harga dan martabat wanita).

    tapi saya punya kebebasan untuk berpakaian sesuai dengan apa yang saya mau, dengan tau norma^ yang sudah di pakai di Indonesia sendiri, negara dari Timur, dari Asia. dengan mengatas namakan untuk ‘TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan)’ seperti apa yang tertulis di atas itu adalah TANGGUNG JAWAB DARI ORANG TERSEBUT! kenapa tidak bisa mengendalikan nafsu birahi?! mau dibilang setan atau bagaimanakah itu sudah menjadi tanggung jawab dari orang tersebut kalau dia tidak bisa mengendalikan hawas nafsunya!!!

    SEKARANG SAYA MAU TANYA APAKAH HAL ITU SUDAH ADA KEJELASANNYA? karena ada beberapa hal dalam undang-undang itu yang belom ada kejelasan dasar^nya, apa yang bisa dibilang sebagai pornografi? apa dengan memakai baju temben baju tari daerah Bali itu PORNOGRAFI? apa dengan memakai koteka itu pornografi? apa kejelasan dari RUU APP INI?!

    sekarang kalau kita ingin membuat putra-putri bangsa lebih beradap…apa dengan cara begini membuat mereka lebih beradap? apa tanggung jawab orangtua atau guru^ untuk mengajarkan mereka mana yang baik dan yang buruK? apa dengan mentiadakan hal-hal yang berbau pornografi akan membuat mereka lebih beradab? sedangkan kalau mereka pernah melihat hal-hal yang berbau pornografi mereka malah akan lebih melunjak!

    saya setuju dengan maksud membuat anak-anak menjadi lebih beradab, tapi tidak bisakah kita mendidik mereka dengan lebih baik lagi?

    coba tolong pikirkan baik-baik!

  108. Comment by kurt, 5 October 2008 @ 11:31 am

    semua open mind, ini negeri majemuk, berpikirlah majemuk.. yang rukun, kalo nga rukun, siapa yang mau ngurusin saudara kita yang kelaperan? masih banyak tuh di luar…

  109. Comment by ethant hunt, 5 October 2008 @ 2:54 pm

    BAGAIMANA INDONESIA BISA MAJU.. KALAU ILMU NGGA SEBERAPA PAKAI LIMITASI YANG LUAR BIASA. SAYA TIDAK SUKA DENGAN PORNOGRAFI, TAPI BAGAIMANA DENGAN KESENIAN LOKAL ATAU DAERAH, AKANKAH PUNAH? KALO BOLEH MEMILIH, SAYA LEBIH SETUJU BALI INDEPENDEN, ALIAS MERDEKA. JADI NEGARA TERSENDIRI, SAYA RASA INI AKAN MENYEDOT PERHATIAN UN ATAU PBB. KARENA BALI TIDAK BUTUH INDONESIA. CAN STAND ALONE. GOVERNMENT TOLONG PERTIMBANGKAN BAIK2. SERIUS !! SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!

  110. Comment by ethant hunt, 5 October 2008 @ 2:55 pm

    BAGAIMANA INDONESIA BISA MAJU.. KALAU ILMU NGGA SEBERAPA PAKAI LIMITASI YANG LUAR BIASA. SAYA TIDAK SUKA DENGAN PORNOGRAFI, TAPI BAGAIMANA DENGAN KESENIAN LOKAL ATAU DAERAH, AKANKAH PUNAH? KALO BOLEH MEMILIH, SAYA LEBIH SETUJU BALI INDEPENDEN, ALIAS MERDEKA. JADI NEGARA TERSENDIRI, SAYA RASA INI AKAN MENYEDOT PERHATIAN UN ATAU PBB. KARENA BALI TIDAK BUTUH INDONESIA. CAN STAND ALONE. GOVERNMENT TOLONG PERTIMBANGKAN BAIK2. SERIUS !! SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!SERIUS !!!!

  111. Comment by ethant hunt, 5 October 2008 @ 2:58 pm

    THE PROBLEM IS IN YOUR MIND. KALAU CARA DAN KACAMATA ANDA MEMANDANG SEGALA SESUATU POSITIF, SESUAI DENGAN DOSIS YANG PAS. SAYA YAKIN EVERITHING WILL BE FINE.

  112. Comment by ethant hunt, 5 October 2008 @ 3:01 pm

    MAJALAH PLAYBOY INDONESIA SANGAT TIDAK PORNO. DIBANDINGKAN DENGAN EDISI USA, JAUH SEKALI. JANGAN MENDISKREDITKAN SESUATU TANPA BERANI MENGATAKAN HAL TERSEBUT KE FORUM INTERNASIONAL. KALO PERLU DISKUSIKAN DI MAHKAMAH INTERNATIONAL DI DENHAAG, BUKANKAH KITA JUGA BANGSA YANG BERADAB, BERBUDAYA, BUKAN BIADAB?…. KALO BERADAB BAGAIMANA DENGAN PEMERKOSAAN PADA KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA? BERANI KOMENTAR ATAU BALAS KOMENTAR SAYA? AKAN SAYA AJUKAN KE FORUM INTERNATIONAL. I MEAN IT. SAYA SEORANG EKSPATRIAT ASAL AMERIKA YANG SUDAH 6 TAHUN DI INDONESIA. SAYA BERBAHASA INDONESIA DENGAN CUKUP FASIH, JADI JANGAN SUNGKAN UNTUK BALAS DALAM BAHASA INDONESIA. TERIMAKASIH.

  113. Comment by ethant hunt, 5 October 2008 @ 3:03 pm

    MAJALAH PLAYBOY INDONESIA SANGAT TIDAK PORNO. DIBANDINGKAN DENGAN EDISI USA, JAUH SEKALI. JANGAN MENDISKREDITKAN SESUATU TANPA BERANI MENGATAKAN HAL TERSEBUT KE FORUM INTERNASIONAL. KALO PERLU DISKUSIKAN DI MAHKAMAH INTERNATIONAL DI DENHAAG, BUKANKAH KITA JUGA BANGSA YANG BERADAB, BERBUDAYA, BUKAN BIADAB?…. KALO BERADAB BAGAIMANA DENGAN PEMERKOSAAN PADA KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA? BERANI KOMENTAR ATAU BALAS KOMENTAR SAYA? AKAN SAYA AJUKAN KE FORUM INTERNATIONAL. I MEAN IT. SAYA SEORANG EKSPATRIAT ASAL AMERIKA YANG SUDAH 6 TAHUN DI INDONESIA. SAYA BERBAHASA INDONESIA DENGAN CUKUP FASIH, JADI JANGAN SUNGKAN UNTUK BALAS DALAM BAHASA INDONESIA. TERIMAKASIH.

  114. Comment by ethant hunt, 5 October 2008 @ 3:04 pm

    MAJALAH PLAYBOY INDONESIA SANGAT TIDAK PORNO. DIBANDINGKAN DENGAN EDISI USA, JAUH SEKALI. JANGAN MENDISKREDITKAN SESUATU TANPA BERANI MENGATAKAN HAL TERSEBUT KE FORUM INTERNASIONAL. KALO PERLU DISKUSIKAN DI MAHKAMAH INTERNATIONAL DI DENHAAG, BUKANKAH KITA JUGA BANGSA YANG BERADAB, BERBUDAYA, BUKAN BIADAB?…. KALO BERADAB BAGAIMANA DENGAN PEMERKOSAAN PADA KERUSUHAN MEI 1998 DI JAKARTA? BERANI KOMENTAR ATAU BALAS KOMENTAR SAYA? AKAN SAYA AJUKAN KE FORUM INTERNATIONAL. I MEAN IT. SAYA SEORANG EKSPATRIAT ASAL AMERIKA YANG SUDAH 6 TAHUN DI INDONESIA. SAYA BERBAHASA INDONESIA DENGAN CUKUP FASIH, JADI JANGAN SUNGKAN UNTUK BALAS DALAM BAHASA INDONESIA. TERIMAKASIH.

  115. Comment by z e a v, 8 October 2008 @ 4:27 pm

    @ethant : bagi kawand” di papua sudah ada pengecualiannya sendiri.walaupun playboy sudah lebih sopan tapi tetp isinya begitu mengundang syahwat. dan kalo yg baca anak kecil gmn?.dan banyak kasus anka sd emperkosa karena abis lihat majalah jayakj gitu.kalo pornografi &pornoaksi ndag mau dilarang mau jadi apa bangsa kita?

  116. Comment by badu, 14 October 2008 @ 5:40 pm

    Pendemo RUU anti Pornografi di Bundaran HI mengangkat T-Shirtnya dan menunjukan secara vulgar buah dadanya. Seperti itulah ruhnya para pengabdi kebebasan

  117. Comment by Johan, 14 October 2008 @ 5:50 pm

    Wahai para pemuja kebebasan, para budak nafsu, para feminist liberalis, para penggoda, para tuna susila, mari kita tolak rame-rame RUU anti pornografi, karena akan membatasi kita dalam berkarya dan …………..

  118. Comment by cassandros, 15 October 2008 @ 12:46 pm

    @ Lingkan
    Kebetulan sekali ada feminis yang ngasih komen di blog ini, karena saya adalah pembenci para feminis… hehehe

    Mengapa laki2 mudah terangsang dnegan stimulus yang anda bilang tidak porno? Ya begitulah pria. Wanita tidak akan memahami kaum pria sebagaimana yang dikatakan oleh Freud bahwa pria pun tidak memahami wanita. Meski begitu, paham tidak paham, toh sifat pria yang mudah terangsang juga bermanfaat bagi wanita kala mereka berhubungan skes. Umpama anda menuntut agar pria seperti wanita yang tidak mudah terangsang, yang rugi anda sendiri!

    FYI, tidak ada kebebasan mutlak. Semuanya adalah pinjaman yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Jadi, semoga Tuhan mengambil kembali kebebasan yang sudah diberikan kepada anda!

    Setahu saya, seorang penulis puisi itu bukan hanya pandai menulis, tapi juga pandai membaca. Tapi hal ini ternyata tidak berlaku bagi anda: Anda ternyata tidak pandai membaca. Karena kalau anda melek huruf, maka anda pasti bisa dengan mudah menemukan bahwa ketelanjangan dalam seni dan budaya (sebagaimana yang anda puja) tidak termasuk dalam kategori porno. Jadi, anda mau pakai alasan apalagi? Hayo, keluarkan semuanya!!!

  119. Comment by Anti RUUAPP Anti Waria, 15 October 2008 @ 3:27 pm

    Sebetulnya foto itu sendiri bisa jadi perdebatan karena itu bukan wanita tapi pria yang berdandan.
    Apakah menunujukkan payudara pria itu termasuk pornografi?
    karena aurat pria kan cuma dari pusar sampai lutut?
    Klao termasuk pornografi, berarti majalah seperti Men’s Health dan foto2 Ade Rai juga bisa dikategorikan pornografi ya?

  120. Comment by Steve, 16 October 2008 @ 8:25 pm

    (Ah… anda apa tidak sadar dan tidak baca berita apa ? Generasi muda mulai dari SD sudah baca media porno, SMP melacur, SMA makin profesional, trus apa bisa maju negara ini, kalo generasinya jadi pelacur ? Hamil diluar nikah, ngurusin anak yang tidak jelas bapaknya.) untuk org yg nulis comment ini bolehkan saya tanya suatu hal kepada anda,klo sampai anak anda sperti yg ditulis anda diatas yg patut DISALAHKAN SIAPA? majalah porno kah?,vcd porno kah?, tempat pelacuran kah?
    ORANG yang pantas disalahkan adalah ANDA karena anda tidak bs menjaga dan mendidik anak anda dengan baik… jangan mengkambinghitamkan rusaknya generasi muda kita dengan hal seperti itu.apakah andaIntropeksi diri masing2,jaga napsu masing2 ( kecuali ada yg merasa dirinya binatang tidak bs mengontrol napsunya jadi perlu undang2 untuk mengontrolnya),Laksanakan tanggung jawab anda masing2(orang tua didiklah anda dengan baik2)saya jamin generasi muda akan menjadi lebih baik dari sekarang..
    perlu diingat saudaraku Di Dunia ini Setan tidak akan bisa hilang …jangan salahkan Setannya tapi salahkan diri anda yang tergoda GOdaan Setan..

  121. Comment by you_fool, 30 October 2008 @ 2:16 pm

    klo eksploitasinya ampe kayak trio macan sih ya dgn berat hati sih gw setuju dilarang, walaupun gw ini orang sebebas2nya,tp gerah juga ngeliat trio macan (sebut nama gpp kan,abis bingung ngasih contohnya)
    tp please banget celana pendek & rok pendek ditoleransi,krn tujuannya make baju2 itu bukan untuk mengeksploitasi obyek2 sensual (ini dari gw pribadi sih),ya karena emang itu baju biasa,gak mikir yg aneh2

  122. Comment by you_fool, 30 October 2008 @ 2:34 pm

    yang jadi masalah gw sih ,gw sering ikut acara2 seni & kostum2 nya kadang kliatan paha (atas sih gak mslh ketutup ampe gerah ! tp muley 20 cm diatas dengkul sih paha kliatan,tapi itupun masih ditutup pake kaos kaki sepaha pula,jadinya bagian paha yang keliatan pun sedikit) tapi gimana klo ada oknum2 yg pikirannya sempit trus nuduh nyang ngga2? gimana tuh coba critanya?

  123. Comment by Orang Suci, 30 October 2008 @ 8:28 pm

    Waduh, kalo kayak gini, kasian masyarakat-masyarakat pedalaman sana yang masih pakai koteka. Penuh penjara dengan mereka ntar, atau mao dikasih penyuluhan biar pake baju muslim? Pake peci? Ooooh, iya ya, sarunnggg…

  124. Comment by Temennya Orang Suci, 30 October 2008 @ 8:31 pm

    kalo diberlakukan RUU ini berarti aq diuntungkan kebetulan aq punya jual usaha baju jacket dan lain-lain.

    Pokoknya segala jenis pakaian yang bisa menutupi tubuh antara 120 % semuanya ada

  125. Comment by shinta, 20 November 2008 @ 6:00 pm

    liat deh , org” pedalaman sprti suku dayak dan suku dani di papua . kbykan mereka tidak berpakaian dan itu bukannya sebuah budaya mereka sendiri . apakah itu harus dilarang? sama saja pemerintah menghapus etnik budaya kita , gk adil tuh . blom lagi banyak turis-turis asing yang berpariwisata di negara kita dan membawa budaya mereka , trus kaset-kaset film dari negara barat juga sudah banyak di Indonesia masa semua itu dilarang ?
    gimana tuh ?

  126. Comment by ardie, 4 December 2008 @ 8:58 pm

    saya setuju UUAPP.

  127. Comment by yuri, 6 December 2008 @ 3:31 pm

    he kalo ruu dah ditetapkan cepetan dong kemene2pake pake baju lengen panjang,roc/celana panjang jilbab masker peci kok gak sekalian aja indonesia ini diislamkan aja n turu gaya mesir n gaya sex masir ya!!!!!!!!!

  128. Comment by judas_eskareot, 18 January 2009 @ 7:06 pm

    waria mah udah terkutuk melakukan perbuatan terkutuk yang setuju lebih terkutuk lagi!!!jadilah kaum indonesia kaum terkutuk yang dimurkai wallahul musta’an
    udah berani menguabh kodrat yang ditetapkan wah jaminan neraka wes…..alloh tidak akan melihat laki-lakiyang berpakaian menyeruapi wanita dilihat aja ndak mau apalagi diadili wes pasti mendapat tiket keneraka mereka ckckckckcckckckck

  129. Comment by perjaka, 21 June 2009 @ 8:11 pm

    weh babi kau pemilik web ini………..

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn