Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Wed 26th Apr, 2006, Berita

Miss April Playboy Diperiksa Polda Metro 3,5 Jam

Fitraya Ramadhanny - detikcom

Jakarta - Satu per satu orang Playboy berurusan dengan polisi. Setelah Pemred Erwin Arnada, kini giliran Miss April Playboy, Kartika Oktavina Gunawan, diperiksa polisi. Playmate Playboy Indonesia untuk bulan April ini diperiksa bersama 4 karyawan lainnya.

Kartika diperiksa penyidik di ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Satuan Remaja Anak-anak dan Wanita Polda Metro Jaya, Rabu (26/4/2006). Gadis seksi itu diperiksa 3, 5 jam, sejak pukul 10.00 WIB. Dia dicecar 20 pertanyaan.

Menurut kuasa hukumnya, Sinarta Bangun, Kartika diperiksa penyidik dalam status sebagai saksi. “Seputar posisinya sebagai model di majalah Playboy. Pertanyaan yang ditanyakan termasuk proses pembuatan foto,” kata Sinarta usai pemeriksaan.

Sinarta mengungkapkan, penyidik tidak mengkonfrontir keterangan Kartika dengan 4 karyawan lainnya. Namun dia tidak melihat Pemred Playboy Erwin Arnada maupun Direktur Velvet Silver Ponti Corolus di ruang pemeriksaan.

Hingga pukul 14.50 WIB, Kartika masih berada di dalam ruang Direskrimum. Sinarta beralasan, Kartika menunggu 1 karyawan Playboy lainnya yang masih menjalani pemeriksaan. “Mereka akan keluar bersama-sama,” tandas Sinarta.

Pemred Playboy Indonesia Erwin Arnada pada 20 April diperiksa penyidik selama 5 jam berdasar laporan dari Masyarakat Anti Pembajakan dan Anti Pornografi Indonesia (MAPPI).

Ketua MAPPI Syamsul Huda melaporkan Majalah Playboy Indonesia ke Polda Metro Jaya pada 7 April karena dinilai mengandung unsur pornografi. Semua yang terlibat dalam terbitnya majalah tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Pemred Erwin Arnada, fotografer Oke Gania, penanggung jawab Ponti Corolus, termasuk 2 model yang ada di majalah itu, Andhara Early dan Kartika Oktavina Gunawan.(ndr)

Sumber : Detik.com

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn