Di Amerika serikat video game porno dan sadisme dikecam habis-habisan oleh para orang tua dan diperkarakan dipengadilan oleh pengacara korban penembakan disekolah. Berbeda dengan dijepang, para pengembang Amerika tidak peduli dengan anak-anak. Mentang-mentang warga Amerika senang olahraga keras, tontonan keras, dan pemerintahnya menunjukan kekerasan di Afganistan dan Irak, maka video game pun dibuat memuat unsur kekerasan. Sangat menggelitik Arnold Scchwaznegger bintang film keras dan model video game keras seperti The Terminator memerintahkan pengadilan membuat undang-undang yang langsung ditanda tangani tanpa berlama-lama. Pak gubernur California sangat prihatin dengan kejiwaan anak-anak akibat game kekerasan dan porno. Meski pelarangan game kekerasan dan pornografi ditentang oleh pengacara industri game, tapi Pak Gubernur tetap pada pendiriannya. Bahkan Pengadilan tinggi California Ronald white pun ikut melarang dengan alasan yang sama dengan pak Gubernur. Padahal game yang dilarang ada sebagian yang dibintangi oleh beliau sendiri, kesannya Pak gubernur tidak peduli peredaran game-game tersebut diedarkan selain didaerah California. Tanggal 1 Januari 2006 lalu ketetapan dari pak gubernur sudah berlaku, melarang penjualan game berunsur kekerasan.
Sangatlah ironis sekali secara kebetulan atau tidak bersamaan dengan gencarnya rangcangan undang-undang anti porno grafi dan porno aksi di DPR di amerika serikat malah sudah lebih dahulu mengambil inisiatif pelarangan tanpa menunggu rangcangan undang-undang perlindungan anak dari kekerasan dan pornografi dalam video game disahkan oleh Gubernur California , AS, Arnold scharznegger langsung mengambil tindakan. Setelah video game keras dilarang, giliran babes (wanita setengah telanjang/hanya menggunakan bikin) dilarang dalam pameran game terbesar setelah TGS. Arnold Schwaznegger yang ogah California dan Los Angeles kemasukan video game porno dan sadis berbuntut panjang. Menurut The Entertainment Software Association, kehadiran babes (wanita setengah telanjang/berpakaian bikini) semi terbuka dan super seksi dianggap tidak sopan dan relevan dengan tujuan pameran. Panitia sudah memutuskan E3 (Elektro Expo Entertainment) 2006 melarang tampilnya babes dianggap sudah tidak sopan dan tidak relevan dengan tema pameran. Bahkan siapa yang melanggar maka didenda dengan 5000 dollars. Pernah dahulu majalah game di amerika yang bikin majalah mirip dengan majalah playboy namun dalam htiungan setahun majalah tersebut dibekuk. Isteri mantan Presiden Clinton yang berpidato menjunjung kebebasan seksual wanita dan seks bebas dikalangan remaja di Beijing tahun 1995 juga merancang undang-undang perlindungan anak dari game kekerasan.
Entertainment Software Association (ESA) dan Interactive Entertainment Merchant Association (IEMA) pasti dirugikan oleh undang-undang yang dibuat. Hilary Clinton pun membuat undang-undang tidak hanya diCalfiornia tapi seluruh Amerika Serikat. Undang-undang violent games telah diperkenalkan baru-baru ini oleh Hilarry Clinton dan Joe Lieberman secara resmi. Bersama senator Evan Bayh mereka membuka program Family entertainment Protection act. Undang-undang yang melarang game kekerasan dan bagi yang melanggar didenda US$ 1000 sampai 5000.
Ada beberapa poin yang sangat ironis jika Amerika serikat dibandingkan dengan Indonesia yang pertama segi peraturan perundangan. Amerika serika nota bene negara yang menjunjung kebebasan terutama orientasi seksual, salah satu negara bagiannya yaitu California dengan tegas membuat peraturan perundangan sepihak tanpa rapat dan tender perubahan undang-undang , tanpa melihat aksi protes dari segelincir kalangan bahkan langsung memberikan denda 5000 dollars terhadap pelanggaran, sementara Indonesia negara yang memiliki sejumlah agama yang melarang pornografi dan seks bebas secara tegas terutama islam, memiliki adat dan budaya yang baik ketika muncul ide undang-undang pornografi sejak zaman pemerintah Habibi sampai sekarang belum selesai, bahkan undang-undang ditender untuk melakukan perubahan-perubahan agar mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Tidak hanya itu muncul protes berbagai masyarakat yang nota bene beragama, berbudaya, bahkan paling menyedihkan ancaman disintegrasi oleh pulau bali atas undang-undang tersebut.
Padahal tujuan undang-undang tersebut dibuat di Indonesia bertujuan melindungi masyarkat dari revolusi seks bebas yang telah terjadi di amerika serikat tahun 50 – 70 an. Pertanyaan yang diambil dari kedua hal ironis, apakah karena undang-undang anti pornografi dan kekerasan di amerika tidak menghambat perilaku seksual yang menyimpang pada orang dewasa dan bisinis eksploitasi seksual bagi orang dewasa hingga kurang muncul protes sosial?
Sebaliknya di Indonesia para seniman dan bisnis yang menggiurkan dalam hal eksploitasi wanita maupun pria segi seksual terhambat oleh undang-undang antiopornografi hingga menggerakan aksi protes yang bertameng hak asasi manusia dan wanita. Segi person Arnol Schwarznegger nota bene dahulu seorang artis yang berperan sejumlah film mengandung kekerasan dan seks bebas semisal commando dsb ketika menjadi seorang Gubernur dan menetapkan undang-undang anti kekerasan dan pornografi, sangat jarang ditemukan dimedia berita nasional maupun internet para rival politiknya, penguasan media hiburan yang eksploitasi seks baik di televisi maupun video game mencari-cari kesalahan pak Gubernur lewat mengungkit lewat media elektronik tentang masa lalu beliau mengenai hubungannya dengan kekerasan, pornografi ataupun menjebak beliau dengan seorang wanita agar kepercayaan publik menjadi turun terhadap beliau.
Sedang person diIndonesia semisal Rhoma Irama, ketika menentang aksi pornografi dan seks bebas lewat pernyataan di media maupun perjuangan belaiu di RUU AP, serta merta semua pihak dari berbagai media swasta secara halus menjatuh kredibilias beliau sebagai tokoh yang baik dengan jalan mengungkit masa lalu, mencari kesalahan beliau dan ditampilakn dimedia infotainment maupun gossip. Penulis pun saat membuat ulasan tentang pornografi akan memperkirakaan suatu saat ketika penulis berada dikancah entertainment maka media swasta yang tidak menyukai anti pornografi dan anti seks bebas akan berusaha mencari kesalahan penulis dari segi masa lalu, saat ini dan menjebak penulis dengan pemberitaan yang menjatuhkan kredibilitas penulis.
Point ironis lainnya di Amerika serika negara bebas berekspresi menganggap babes (wanita berbikini di E3) tidak sopan karena semi terbuka dan seksi, kemudiam Pak Gubernur sendiri menganggap banyak permainan di video game berunsur porno yang nota bene dalam bentuk animasi/gambar kartun bukan foto. Diindonesia negara yang beragama dan berbudaya ternyata masih ada segelintir pihak memaksakan kehendak jika pose anjasamara itu seni (foto telanjang bulat) dan masih sopan . Jika dibandingkan logika sehat padahal foto jauh lebih tajam menunjukan unsur pornografi daripada animasi.
Ada satu hal yang mengganjal dari kebijakan kedua sosok yang menjunjung kebebasan ini, yaitu kebijakan yang dibuat seputar larangan mengedarkan bukan membuat jadi produksi game-game kekerasan dan pornografi tetap dibuat. Namun distribusi tidak lagi di negara Amerika Serikat tapi dinegara luar, termasuk Indonesia. Ada kesan kebijakan berfungsi standar ganda yaitu menyelamatkan generasi muda Amerika yang sudah hancur sejak Tahun 50 hingga kini, dan menghancurkan generasi muda negara lain terutama negara yang tidak memiliki perundangan anti pornografoi dan seks bebas, Indonesia termasuk didalamnya.
Jadi bagaimana nasib bangsa Indonesia mendatang menjadi salah satu negara korban dari pemasaran eksploitasi seksual termasuk segi video game tanpa RUU AP? Game-game dikomputer dan video game banyak bernuansa pornografi sampai adegan aktivitas seksual, biasanya game tersebut berlogo M (Mature). Berikut sebagian kecil game yang mengandung pornografi berdasarkan penelitian Majalah HotGame diberbagai console (PC, PS,PS2,dsb)
1. Custer revenge
2. River city ransom
3. Tomb raider semua edisi
4. Metal Gear Solid
5. Dead or Live semua edisi
6. Fear effect 2
7. RRZ Vibrator attacmant
8. BMX XXX
9. Bloody ranes BBares it all
10. Grand Theft Auto semua edisi
11. Playboy : The Mansion
12. God of war
13. Porn UMD
14. 7 Sins
15. dsb
Renungan yang mesti kita ambil sebagai bangsa Indonesia apakah kita masih mau mengikuti revolusi seks bebas yang terjadi sekarang seperti di Amerika Tahun 50- dimana UU AP tidak berhasil dijalankan dengan baik sehingga mengakibatkan gangguan jiwa dan mental setiap lapisan masyarakat Amerika Serikat saat ini dari tahun 1950 sampai 2006 (setengah abad lebih 6 tahun).
Kita disini masih mempertentangkan RUU AP bahkan menutup mata hubungan gangguan jiwa dengan pornografi sedangkan Hilary Clinton dan Arnold langsung membuat UU tanpa terpengaruh berbagai pihak dengan tujuan menyelamatkan anak-anak dari gangguan jiwa dan mental hingga generasi mereka mendatang bebas dari gangguan jiwa dan mental. Apakah kita harus menunggu kerusakan moral, gangguan jiwa dan mental setengah abad lebih seperti yang terjadi dindonesia baru membuat UU AP yang bagus dan sehat ataukah langsung mengikuti cara Hilary Clinton dan Arnold yang langsung memutuskan undang-undang demi menyelamatkan generasi bangsa Indonesia. Saat ini juga!!
Hilary Clinton dan Arnold pun yang nota bene penganus seks bebas menyadari Bebas gangguan jiwa berarti bebas dari pornografi dan kekerasan
Salam Aproses!!
http://ivanalbar.multiply.com/journal/item/40
http://erickningrat.wordpress.com/2008/09/18/ruu-app-melanggar-hak-asasi-manusia/