Samarinda, Tribun - Warga Samarinda heboh. Mereka memperbincangkan tiga mahasiswa di dua universitas negeri dan swasta di Samarinda yang beradegan seks dan kini gambar adegan itu tersebar di handphone dan internet. Adegan porno itu sudah tersebar luas dalam dua pekan belakangan ini.
Polisi kemudian menciduk Sar,19, mahasiswi universitas negeri semester dua yang berasal dari Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Al, 22, mahasiswa fakultas hukum universitas semester empat yang berasal dari Kecamatan Muara Wahau, Kutim, Sabtu (6/5) dini hari. Mereka ditangkap di tempat kostnya masing-masing. Sebelumnya, polisi mendapat informasi dari kalangan civitas akademika di kampus yang menyebutkan banyak rekannya mengaku merasa malu atas perbuatan dua rekan mereka itu.
Kalangan kampus menganggap rekaman video porno itu membuat citra kampus menjadi negatif. Dua orang yang mengaku dari kalangan kampus dan mengaku mengetahui keberadaan para pemain video tersebut kemudian melaporkan ke polisi, Jumat malam (5/5). Mereka melapor karena ada informasi sejumlah mahasiswa akan melakukan sweeping kepada pelaku pada Sabtu malam kemarin.
Namun, sebelum mahasiswa bergerak polisi lebih dulu bertindak cepat agar tidak terjadi amuk massa dan main hakim sendiri. Polisi pun lantas bergerak ke tujuan pertama, ke tempat kost Sar yang beralamat di Jalan Banggeris, Gang 8, Kelurahan Teluk Lerong Ulu sekitar pukul 01.00 wota Sabtu dini hari kemarin.
Sar yang dijemput polisi saat sedang istirahat, dibawa dengan menggunakan mobil. Saat keluar dari rumah menuju ke mobil, Sar sengaja ditutupi seluruh badannya dengan jaket. Kemudian rombongan polisi bersama Sar bergerak ke rumah kost Al di Jalan Juanda 4 Samarinda Ulu.
Saat polisi datang Al tak berada di kamarnya.Tapi petugas polisi tak beranjak dari sana, karena masih menanti mahasiswa yang di kalangan rekannya terkenal playboy itu. Tak berapa lama, Al pulang ke rumahnya setelah bermain dari temannya di rumah sebelah.
Polisi segera menciduknya. Al dan Sari kemudian dibawa ke Poltabes Samarinda. Wajah keduanya tetap ditutupi polisi karena terkait kasus asusila.
Wajah Al ditutupi dengan helm standar hitam dan jaket hitam. Wajah Sar juga masih ditutup jaket. Keduanya lantas diinterogasi.
Di Kaltim, adegan dua mahasiswa melakukan adegan seks yang tersebar di HP dan internet ini, merupakan kali pertama. Kapoltabes Samarinda Kombes Wagner Damanik mengatakan para pelaku murni mahasiswa. “Mereka akui dirinya memang mahasiswa di sini (Samarinda) dan mereka melakukan itu untuk konsumsi pribadi,” kata Wagner dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (6/5).
Menurut Wagner, status keduanya saat ini belum ditentukan, apakah menjadi tersangka atau tidak. Semua masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Kalau nanti terbukti mereka tak melakukan penggandaan gambar video atau tak ada niat buat tontonan konsumsi publik, ya mereka akan kita dilepas.
Itu kalau memang dalam penyidikan tak ditemukan unsur tersebut, status tersangka tak bisa dipaksakan,” kata Wagner sembali mengutip pasal 282 KUHP. Dari hasil pemeriksaan sementara lanjut Wagner, kedua pelaku mengaku tak ada orang lain lagi, selain mereka berdua saat berhubungan seks’ yang dilakukan di kamar kost Al. Video mereka berdurasi tiga menit, 26 detik yang memuat dua adegan permainan ranjang.
Adegan pertama dilakukan Al dengan Fit, 22, mahasiswa jurusan ekonomi semester empat pada universitas negeri di Samarinda. Fit sendiri hingga saat ini belum berhasil diamankan dan dimintai keterangan polisi seperti dua rekannya tersebut. Keberadaan Fit masih dilacak.
Sedangkan adegan kedua dilakukan Al dengan Sar. Kedua adegan ini dilakukan di tempat dan waktu yang berbeda. Gambar yang tersaji menurut pengakuan pelaku, telah dilakukan editing oleh pihak lain, dengan cara digabung menjadi satu paket.
Baik Fit dan Sar — kedua pemain wanita itu –menurut pengakuan Sar mereka tak saling mengenal. (rin).
http://www.tribunkaltim.com/viewweb.php?id=15887
Dilakukan Saat Ramadhan
DI internet, video terlihat sudah mengalami editing. Bahkan ada titel dalam video itu yang menyebut salah satu perguruan tinggi negeri di Samarinda. Menurut pengakuan Al kepada polisi, gambar video diambil dengan HP Nokia 7610.
Sar mengambil gambar langsung dengan menggunakan tangan kiri saat mereka asik bercumbu mesra. Hal ini mematahkan dugaan ada keterlibatan orang lain yang sengaja mengambil gambar kedua pasangan itu. Menurut Kapoltabes Samarinda Kombes Wagner Damanik, adegan mesum tersebut diakui Al dilakukan di bulan Ramadhan tahun 2005 lalu, saat orang lain tengah khusyuk menjalankan ibadah puasa.
Namun anehnya Al dan Sar mengaku tak tahu menahu siapa yang nekat menggandakan video pribadi milik mereka. “Mereka mengaku tidak tahu mengapa gambar itu bisa beralih ke tangan orang lain. Ini masih kita selidiki.
Bocornya dari siapa mereka tidak tahu dan kenapa,” kata Wagner. Sedangkan informasi yang didapat di kalangan wartawan menyebutkan, Al diduga sengaja menyebar luaskan video tersebut ke pihak lain karena sakit hati dan tak terima diputus sepihak oleh Sar. Namun, informasi ini dibantah Wagner.
“Nggak ada pengakuan seperti itu. Bilangnya mereka itu TTM (teman tapi mesra),” ujar Wagner.(rin) .
http://www.tribunkaltim.com/viewweb.php?id=15890
xxx
mesum anggota dpr
kalau saya boleh bilang mahasiswa yang bikin video porno itu adalah mahasiswa yang kurang kerjaan aja,mungkin dia ga ada kerjaan lain jadi kayak gitu deh, memeng sebaiknya RUU antipornoaksi dan pornografi diterapkan secara ketat, hal ini agar bikin orang itu pada kapok
Yang dipergoki kacian deh lu. Yang mergoki manusia munafik.
coba kagak ketahuaun biza keazikan tuch
kejahatan tidak hanya terjadi karena niat sang pelaku bizaa sajjja karena karenaaaa adanyaaaa keccceeempppataaannn.please donkzzzzz ahhhhh!!!!!
kendalikanlah hawaaa nafffccuuu Muuu
tolak pornografi dukung aku yach!!!
kalo ga dukung aq kamulah pelakunya
“yang baca ini” hii…hii…
woy, terserah dong! sok moralis lo! yang ngejalanin aja cuek-cuek aja! aku bener2 gak sepakat dengan ruu pornografi. apa negara udah bisa menjamin pekerjaan buat para pelaku yang akan diberantas lewat RUU pornografi kaya PSK, DLL? lagian juga ngelanggar magna charta alias HAM Tuh…………
saya mau balas komentar rang yang tidak intelek sama-sekali yang bernama “wanto”
mungkin saya hanya murid sma biasa yang hanya tau sedikit sekali tentang peradaban indonesia, tapi saya tau betul kerusakan masyarakat di sekitar lingkungan saya. Generasi muda angkatan baru yang harusnya memajukan peradaban dan budaya Indonesia dengan karya luar biasa malah tetidur lelap di ninabobokan dengan video “bokep” berformat .3GP yang disimpan di HP mereka yang canggih bukan main. Sehingga membuat teman-teman sepermainan saya berubah menjadi budak syahwat yang tidak karuan pola pikirnya. ia menjadi korban dampak negatif globalisasi, yaitu maraknya pOrnOgrAfI dan pOrnOAksI . . .
mengapa hal itu bisa terjadi?
saya analogikan dengan seorang bocah yang membuka jendela kamarnya di malam hari akibat kepanasan. Pastinya ada 2 hal yang terjadi, yang pertama berakibat datangnya angin yang cukup segar tapi yang kedua nyamuk-nyamuk liar pun ikut masuk pula. yang apabila nyamuk itu menggigitnya dapat menyebabkan DB! apakah solusinya? menutup jendela? tentu saja bukan! tapi, si bocah harus segera melumuri badannya dengan lotion AntI-nyAmUk. . . . bukankah seperti itu . . . . . . ????
maka dari itu mari kita generasi emas yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000 harus bangkit! membuat perbedaan antara id dan ego maupun superego (Sigmund Freud:Ilmu Psikoanalisa), jadilah KAMU (baca: ego)yang idealis, empati, kerja keras, suri tauladan, dan yang paling penting mencita-citakan masyarakat madani denagn MENDUKUNG RUU APP!!!!!!!!!!!!!!!!
dengan RUU ini, masyarakat yang BIADAP dapat berubah menjadi masyarakat BERADAB!
masihkah ada hati nurani dalam tiap jiwa generasi ini!!!!