Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Tue 16th May, 2006, Berita

Ma’ruf Amin: Suara Pemerintah Kurang Keras dalam Membasmi Pornografi dan Pornoaksi

Ketua tim pengawal RUU APP MUI dan ormas Islam, Ma’ruf Amin menyatakan, penolakan terhadap RUU APP oleh sekelompok orang, yang menganggap keberadaan RUU tersebut dapat mengancam kebudayaan Indonesia, merupakan agenda konspirasi dari para kapitalis yang semata-mata hanya ingin mengambil keuntungan dari bisnis industri seks.

“Para kapitalis menginginkan keuntungan dengan menjual industri seks mereka berusaha menghancurkan moral bangsa, melalui perubahan paradigma masyarakat, sehingga bangsa ini menjadi welcome terhadap budaya barat yang bebas, ” tegasnya di sela-sela diskusi publik, di Wisma Dharmalasakti Jakarta, Senin(15/05).

Menurutnya, untuk menangkal dampak pornografi yang dapat merusak moral generasi bangsa, diperlukan UU yang dapat memberikan perlindungan dari segala bentuk ancaman pornografi dan pornoaksi. Ia mengakui, hasil pertemuan MUI bersama beberapa departemen, antara lain Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Kesejahteraan rakyat, Departemen Agama, Kepolisian dan Kejaksaan Agung dan Lembaga-lembaga Eksekutif pada umumnya mendukung segera disahkan RUU APP yang saat ini sedang dibahas oleh DPR RI.

“Mereka juga menganggap pornografi perlu dibasmi, dan perlu ada UU yang mengaturnya. Cuma suara pemerintah kurang keras, tidak sekeras suara yang datang dari MUI dan ormas Islam, ” katanya.

Mengenai usulan agar diadakan lokalisasi terhadap segala bentuk pornografi dan pornoaksi, ia menilai, bahaya lokalisasi itu, sama saja dengan bahayanya lokalisasi pelacuran. Pendapat seperti itu tidak sesuai dengan pemikiran dan ajaran Islam. (novel/travel)

http://www.eramuslim.com/i.php/news/nas/44684d30.htm

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn