<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Diskusi 1: Bahaya Pornografi</title>
	<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/</link>
	<description>Mari kita kawal dan dukung penuh RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, agar bangsa ini lebih bermoral dan tidak kotor. Dukung RUU APP !</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:21:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: bejo subejo</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-769</link>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 22:27:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-769</guid>
					<description>saya mau tanya pansus mau tanya kalo misalnya menurut saya hidung seseorang itu sensual… dan dia mempertontonkannya dihadapan umum..apakah saya bisa menuntut org tersebut melanggar pasal 25 ayat 1?? dan apakah org tersebut terancam hukuman pidana penjara paling singkat 2th??…menurut saya begitu disahkan saya bisa menuntut, krn menurut pasal 51 saya berhak melakukan gugatan perwakilan atas pelanggaran pasal 25 itu… dan bolehkah saya membina org yang melakukan pelanggaran pasal 25 ayat 1 tsb? semisalnya saya melihat ada org yang memiliki hidung sensual tp mempertontonkannya di depan umum??? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya mau tanya pansus mau tanya kalo misalnya menurut saya hidung seseorang itu sensual… dan dia mempertontonkannya dihadapan umum..apakah saya bisa menuntut org tersebut melanggar pasal 25 ayat 1?? dan apakah org tersebut terancam hukuman pidana penjara paling singkat 2th??…menurut saya begitu disahkan saya bisa menuntut, krn menurut pasal 51 saya berhak melakukan gugatan perwakilan atas pelanggaran pasal 25 itu… dan bolehkah saya membina org yang melakukan pelanggaran pasal 25 ayat 1 tsb? semisalnya saya melihat ada org yang memiliki hidung sensual tp mempertontonkannya di depan umum???
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: roni</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-763</link>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 15:43:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-763</guid>
					<description>Sebenernya semuanya tidak setuju dengan exploitasi seksualitas yg kebablasan. Yg ga setuju itu siapa sih? smua orang normal termasuk negara liberalpun sangat membatasi penyalah gunaan pornografi. Ini kata kuncinya. Yg jadi masalah RUU porn. ala indonesia ini paling aneh sedunia karna bisa mendeteksi orang yg terangsang. Bagaimana ga ribut dan dituduh arabisasi kalo bunyi pasalnya aneh2. Mending dipisah antara RUU porn. ala arab dan RUU kesopanan agar jelas buat rakyat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sebenernya semuanya tidak setuju dengan exploitasi seksualitas yg kebablasan. Yg ga setuju itu siapa sih? smua orang normal termasuk negara liberalpun sangat membatasi penyalah gunaan pornografi. Ini kata kuncinya. Yg jadi masalah RUU porn. ala indonesia ini paling aneh sedunia karna bisa mendeteksi orang yg terangsang. Bagaimana ga ribut dan dituduh arabisasi kalo bunyi pasalnya aneh2. Mending dipisah antara RUU porn. ala arab dan RUU kesopanan agar jelas buat rakyat.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Arief</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-713</link>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 11:16:46 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-713</guid>
					<description>Mengenai masalah RUU ini saya memiliki beberapa pertanyaan, tapi satu yang menurut saya paling penting :
Apa kelebihan RUU ini dibandingkan UU &amp;amp; hukum yang sudah berlaku di Indonesia yang mengatur hal2 yang disebutkan dalam RUU ini? 
Misalnya masalah pemerkosaan thdp anak2 dan wanita, hal ini sudah ada hukum pidananya, bila kemudian masih ada tindak kriminal seksual terhadap mereka bukankah lebih baik memperkeras hukumannya seperti hukuman potong kelamin atau hukuman mati agar dapat membuat orang berpikir dua kali sebelum melakukan tindak kriminal seksual? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mengenai masalah RUU ini saya memiliki beberapa pertanyaan, tapi satu yang menurut saya paling penting :<br />
Apa kelebihan RUU ini dibandingkan UU &amp; hukum yang sudah berlaku di Indonesia yang mengatur hal2 yang disebutkan dalam RUU ini?<br />
Misalnya masalah pemerkosaan thdp anak2 dan wanita, hal ini sudah ada hukum pidananya, bila kemudian masih ada tindak kriminal seksual terhadap mereka bukankah lebih baik memperkeras hukumannya seperti hukuman potong kelamin atau hukuman mati agar dapat membuat orang berpikir dua kali sebelum melakukan tindak kriminal seksual?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ali</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-705</link>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 15:26:00 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-705</guid>
					<description>to intan kartika

nah ini salah satu ambiguitas kata2 dalam RUU porno yg berbunyi &quot;membangkitkan hasrat seksual&quot;...yg ternyata adek ini bukannya bangkit hasratnya ketika melihat hal yg menurut dia porno, malah marah marah. Temen cewe saya malah ada yg mau muntah kalo liat film BF. Jadi ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>to intan kartika</p>
	<p>nah ini salah satu ambiguitas kata2 dalam RUU porno yg berbunyi &#8220;membangkitkan hasrat seksual&#8221;&#8230;yg ternyata adek ini bukannya bangkit hasratnya ketika melihat hal yg menurut dia porno, malah marah marah. Temen cewe saya malah ada yg mau muntah kalo liat film BF. Jadi ??
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Intan Kartika</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-657</link>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 17:43:04 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-657</guid>
					<description>saya sangat rindu agar bangsa Indonesia lepas dari jerat pornografi.
yang asaya ingin tanyakan. mengapa WEB/situs porno tidak di blokir dan dimusnahkan saja??
PASTI BISA! tidak ada ALASAN TIDAK BISA!
kalau sampai ada alasan TIDAK BISA,pasti masalahnya karena uang.
karena pornografi juga bisa dijadikan sumber pendapatan!!!
jika begini Para pembuat BLOG PORNOGRAFi ingin menikmati uang untuk merusak moral orang lain dan memperparah keadaan moral pribadinya.
GOOGLE sendiri salah satu contohnya,masih di temukan banyak blog yang memuat situs porno didalamya.
PARA BLOGGER,PECINTA PORNO sangat KEJAM!kalian tega merusak harkat dan martabat BAngsa demi memuaskan nafsu birahi yang kotor.
kalian tau?SEKS bukan untuk dipertontonkan didepan umum,SEKS bukan untuk di umbar didepan umum yang dapat menyebabkan penyimpangan.
sekalipun sya MASIH 14tahun,tapi sya memiliki pola pikir yang berbeda.
SEKS adalah bentuk ekspresi cinta yang hanya boleh dinikmati oleh orang yang sudah RESMi MENIKAh dan itupun dilakukan secara pribadi dan Rahasia, BUKAN diperluas di situs2.
DUNIA memang BUTA karena DOSA.
SEGERA BERANTAS SEGALA WEBSITE PORNOGRAFI APAPUN CARANYA!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya sangat rindu agar bangsa Indonesia lepas dari jerat pornografi.<br />
yang asaya ingin tanyakan. mengapa WEB/situs porno tidak di blokir dan dimusnahkan saja??<br />
PASTI BISA! tidak ada ALASAN TIDAK BISA!<br />
kalau sampai ada alasan TIDAK BISA,pasti masalahnya karena uang.<br />
karena pornografi juga bisa dijadikan sumber pendapatan!!!<br />
jika begini Para pembuat BLOG PORNOGRAFi ingin menikmati uang untuk merusak moral orang lain dan memperparah keadaan moral pribadinya.<br />
GOOGLE sendiri salah satu contohnya,masih di temukan banyak blog yang memuat situs porno didalamya.<br />
PARA BLOGGER,PECINTA PORNO sangat KEJAM!kalian tega merusak harkat dan martabat BAngsa demi memuaskan nafsu birahi yang kotor.<br />
kalian tau?SEKS bukan untuk dipertontonkan didepan umum,SEKS bukan untuk di umbar didepan umum yang dapat menyebabkan penyimpangan.<br />
sekalipun sya MASIH 14tahun,tapi sya memiliki pola pikir yang berbeda.<br />
SEKS adalah bentuk ekspresi cinta yang hanya boleh dinikmati oleh orang yang sudah RESMi MENIKAh dan itupun dilakukan secara pribadi dan Rahasia, BUKAN diperluas di situs2.<br />
DUNIA memang BUTA karena DOSA.<br />
SEGERA BERANTAS SEGALA WEBSITE PORNOGRAFI APAPUN CARANYA!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ochim</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-566</link>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 15:42:44 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-566</guid>
					<description>ini tidak bisa di biarkan ...yang seharusnya kita pikirkan adalh bagaimana media-media pengangkut pornogrfi tersebut di hentikan atau paling tidak di jauhkan dari anak-anak ..... 2 hal yang perlu dipahami bahwa 1. pengetahuan agama bagi usia dini adlah sangat penting 2. konsistensi orang dewasa untuk memantau perkembangan pengetahuan sex  putra-putri mereka harus dimiliki juga ..... meskipun RUU APP akan sah menjadi uu, keberadaan internet dan media bertechnologi canggih lainnya tidak bisa dibendung.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ini tidak bisa di biarkan &#8230;yang seharusnya kita pikirkan adalh bagaimana media-media pengangkut pornogrfi tersebut di hentikan atau paling tidak di jauhkan dari anak-anak &#8230;.. 2 hal yang perlu dipahami bahwa 1. pengetahuan agama bagi usia dini adlah sangat penting 2. konsistensi orang dewasa untuk memantau perkembangan pengetahuan sex  putra-putri mereka harus dimiliki juga &#8230;.. meskipun RUU APP akan sah menjadi uu, keberadaan internet dan media bertechnologi canggih lainnya tidak bisa dibendung&#8230;..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: raszes</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-510</link>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 16:36:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-510</guid>
					<description>
	saya hanya murid sma biasa yang hanya tau sedikit sekali tentang peradaban indonesia, tapi saya tau betul kerusakan masyarakat di sekitar lingkungan saya. Generasi muda angkatan baru yang harusnya memajukan peradaban dan budaya Indonesia dengan karya luar biasa malah tetidur lelap di ninabobokan dengan video &quot;bokep&quot; berformat .3GP yang disimpan di HP mereka yang canggih bukan main. Sehingga membuat teman-teman sepermainan saya berubah menjadi budak syahwat yang tidak karuan pola pikirnya. ia menjadi korban dampak negatif globalisasi, yaitu maraknya pOrnOgrAfI dan pOrnOAksI . . .
mengapa hal itu bisa terjadi?

	saya analogikan dengan seorang bocah yang membuka jendela kamarnya di malam hari akibat kepanasan. Pastinya ada 2 hal yang terjadi, yang pertama berakibat datangnya angin yang cukup segar tapi yang kedua nyamuk-nyamuk liar pun ikut masuk pula. yang apabila nyamuk itu menggigitnya dapat menyebabkan DB! apakah solusinya? menutup jendela? tentu saja bukan! tapi, si bocah harus segera melumuri badannya dengan lotion AntI-nyAmUk. . . . bukankah seperti itu . . . . . . ????
maka dari itu mari kita generasi emas yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000 harus bangkit! membuat perbedaan antara id dan ego maupun superego (Sigmund Freud:Ilmu Psikoanalisa), jadilah KAMU (baca: ego)yang idealis, empati, kerja keras, suri tauladan, dan yang paling penting mencita-citakan masyarakat madani denagn MENDUKUNG RUU APP!!!!!!!!!!!!!!!!
dengan RUU ini, masyarakat yang BIADAP dapat berubah menjadi masyarakat BERADAB!
masihkah ada hati nurani dalam tiap jiwa generasi ini!!!! 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya hanya murid sma biasa yang hanya tau sedikit sekali tentang peradaban indonesia, tapi saya tau betul kerusakan masyarakat di sekitar lingkungan saya. Generasi muda angkatan baru yang harusnya memajukan peradaban dan budaya Indonesia dengan karya luar biasa malah tetidur lelap di ninabobokan dengan video &#8220;bokep&#8221; berformat .3GP yang disimpan di HP mereka yang canggih bukan main. Sehingga membuat teman-teman sepermainan saya berubah menjadi budak syahwat yang tidak karuan pola pikirnya. ia menjadi korban dampak negatif globalisasi, yaitu maraknya pOrnOgrAfI dan pOrnOAksI . . .<br />
mengapa hal itu bisa terjadi?</p>
	<p>	saya analogikan dengan seorang bocah yang membuka jendela kamarnya di malam hari akibat kepanasan. Pastinya ada 2 hal yang terjadi, yang pertama berakibat datangnya angin yang cukup segar tapi yang kedua nyamuk-nyamuk liar pun ikut masuk pula. yang apabila nyamuk itu menggigitnya dapat menyebabkan DB! apakah solusinya? menutup jendela? tentu saja bukan! tapi, si bocah harus segera melumuri badannya dengan lotion AntI-nyAmUk. . . . bukankah seperti itu . . . . . . ????<br />
maka dari itu mari kita generasi emas yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000 harus bangkit! membuat perbedaan antara id dan ego maupun superego (Sigmund Freud:Ilmu Psikoanalisa), jadilah KAMU (baca: ego)yang idealis, empati, kerja keras, suri tauladan, dan yang paling penting mencita-citakan masyarakat madani denagn MENDUKUNG RUU APP!!!!!!!!!!!!!!!!<br />
dengan RUU ini, masyarakat yang BIADAP dapat berubah menjadi masyarakat BERADAB!<br />
masihkah ada hati nurani dalam tiap jiwa generasi ini!!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: KRR Gunsou</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-375</link>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 21:46:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-375</guid>
					<description>RUU APP itu bisa dibilang... kurang matang dalam pembuatannya. Masih ada bagian2 yang tidak baik untuk disahkan.

Jadi daripada hidup jadi aneh gara2 RUU yang ga bagus. Mendingan RUUnya ambil dari luar negeri aja, lebih logis dan ga aneh2.

Salah satu solusi yang menurut saya bagus adalah &quot;Media pornografi hanya bisa diakses orang dewasa aja.&quot;
klo orang dewasa kan udah tau apa itu yg porno2. Terserah mereka mau liat ato kaga, mereka dah tau yg mana yg bener dan mana yg salah. Mereka kan dah ngerti...

Klo soal pelanggaran hukum (spt perkosaan, pelecehan, dll) itu sih masalah orangnya aja... ada atau ga ada media itu bukan faktor yang menentukan. Knp ga bisa nahan nafsu? Itu masalah pribadi mereka. Ga semua orang abis nonton video porno langsung merkosa (spt si kakek nafsuan di atas).

Yang menentukan apa mereka memiliki kemungkinan melakukan kejahatan tsb di atas adalah orang tua. Kenapa? Karena orang tualah yang paling berperan dalam pembuatan perilaku anaknya. Ortu yang ngasih tau mana yg baik mana yg buruk, ortu yg ngasih tau temen mana yg baik dan mana yg bahkan ga boleh dideketin. Klo anaknya jadi bejat, salah ortunya ga bener ngajarnya. Buah jeruk, buah kedondong jatuh deket pohon apel, istilahnya.

Nah, masalah anak2 melakukan kejahatan, euh, pornografi... yang harus dilakukan sekarang ini adalah... mengajarkan kepada mereka soal seks ini sejak dini... (ngajarinnya yang bener, sesuai dengan agama yang dianut, bukan ngajarin buka situs bokep ato prakteknya)

Jadi mereka ngerti dan ga cari2 tau sendiri dan coba2 sendiri. biasanya klo yg &quot;sendiri&quot; itu banyak salahnya, perlu BO (Bimbingan Ortu). Lebih baik ngasih tau tentang seks drpd anak coba2 dan ortu jadi kakek-nenek usia muda...

Terbuka terhadap anak mengenai hal ini adalah hal paling efektif untuk menanggulangi masalah ini. Selain anak2 mengerti, mereka juga ga akan beli2 VCD porno dan ga akan coba2 melakukan seks atau kejahatan seksual spt yang disebutkan di atas.

Kutipan di atas (ga tau cara quotenya)
Di sebuah SD di Lombok Barat, misalnya, seorang anak kelas dua SD coba diperkosa empat kawannya yang duduk di kelas empat. Di kabupaten lain pun terdapat kasus anak kelas enam mau memperkosa siswa kelas empat. Dari kasus-kasus yang terjadi, hampir seluruhnya bersumber pada rangsangan seksual akibat pelaku menonton tayangan porno.

Biasanya hal ini terjadi krn rasa ingin tahu anak. Ada hal baru (seks)-&amp;gt; belajar mengenainya (nonton vcd, baca komik, dll)-&amp;gt;coba2-&amp;gt; kasus muncul...

Jadi… ga perlu yang rumit2 dalam menyelesaikan masalah ini. RUU APP perlu NAMUN GA PERLU Seketat baju S klo dipake ama orang gemuk :P

Cukup yang sederhana, jelas, dan mengena. Jangan ngalor ngidul sampe ke olah raga dan pakaian :P

Cukup jaga agar peredarannya tidak sampai ke tangan yang tidak bertanggung jawab atau ke tangan yang blom ngerti (anak-anak)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>RUU APP itu bisa dibilang&#8230; kurang matang dalam pembuatannya. Masih ada bagian2 yang tidak baik untuk disahkan.</p>
	<p>Jadi daripada hidup jadi aneh gara2 RUU yang ga bagus. Mendingan RUUnya ambil dari luar negeri aja, lebih logis dan ga aneh2.</p>
	<p>Salah satu solusi yang menurut saya bagus adalah &#8220;Media pornografi hanya bisa diakses orang dewasa aja.&#8221;<br />
klo orang dewasa kan udah tau apa itu yg porno2. Terserah mereka mau liat ato kaga, mereka dah tau yg mana yg bener dan mana yg salah. Mereka kan dah ngerti&#8230;</p>
	<p>Klo soal pelanggaran hukum (spt perkosaan, pelecehan, dll) itu sih masalah orangnya aja&#8230; ada atau ga ada media itu bukan faktor yang menentukan. Knp ga bisa nahan nafsu? Itu masalah pribadi mereka. Ga semua orang abis nonton video porno langsung merkosa (spt si kakek nafsuan di atas).</p>
	<p>Yang menentukan apa mereka memiliki kemungkinan melakukan kejahatan tsb di atas adalah orang tua. Kenapa? Karena orang tualah yang paling berperan dalam pembuatan perilaku anaknya. Ortu yang ngasih tau mana yg baik mana yg buruk, ortu yg ngasih tau temen mana yg baik dan mana yg bahkan ga boleh dideketin. Klo anaknya jadi bejat, salah ortunya ga bener ngajarnya. Buah jeruk, buah kedondong jatuh deket pohon apel, istilahnya.</p>
	<p>Nah, masalah anak2 melakukan kejahatan, euh, pornografi&#8230; yang harus dilakukan sekarang ini adalah&#8230; mengajarkan kepada mereka soal seks ini sejak dini&#8230; (ngajarinnya yang bener, sesuai dengan agama yang dianut, bukan ngajarin buka situs bokep ato prakteknya)</p>
	<p>Jadi mereka ngerti dan ga cari2 tau sendiri dan coba2 sendiri. biasanya klo yg &#8220;sendiri&#8221; itu banyak salahnya, perlu BO (Bimbingan Ortu). Lebih baik ngasih tau tentang seks drpd anak coba2 dan ortu jadi kakek-nenek usia muda&#8230;</p>
	<p>Terbuka terhadap anak mengenai hal ini adalah hal paling efektif untuk menanggulangi masalah ini. Selain anak2 mengerti, mereka juga ga akan beli2 VCD porno dan ga akan coba2 melakukan seks atau kejahatan seksual spt yang disebutkan di atas.</p>
	<p>Kutipan di atas (ga tau cara quotenya)<br />
Di sebuah SD di Lombok Barat, misalnya, seorang anak kelas dua SD coba diperkosa empat kawannya yang duduk di kelas empat. Di kabupaten lain pun terdapat kasus anak kelas enam mau memperkosa siswa kelas empat. Dari kasus-kasus yang terjadi, hampir seluruhnya bersumber pada rangsangan seksual akibat pelaku menonton tayangan porno.</p>
	<p>Biasanya hal ini terjadi krn rasa ingin tahu anak. Ada hal baru (seks)-&gt; belajar mengenainya (nonton vcd, baca komik, dll)-&gt;coba2-&gt; kasus muncul&#8230;</p>
	<p>Jadi… ga perlu yang rumit2 dalam menyelesaikan masalah ini. RUU APP perlu NAMUN GA PERLU Seketat baju S klo dipake ama orang gemuk <img src='http://ruuappri.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Cukup yang sederhana, jelas, dan mengena. Jangan ngalor ngidul sampe ke olah raga dan pakaian <img src='http://ruuappri.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Cukup jaga agar peredarannya tidak sampai ke tangan yang tidak bertanggung jawab atau ke tangan yang blom ngerti (anak-anak)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: genzi</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-268</link>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 17:05:00 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-268</guid>
					<description>saudara, sahabat, Assalamualaikum.
Insya Allah saya tetap terus mendukung RUU APP.
Tapi fakta membuktikan bahwa apapun yang akan terjadi Syukur kalau disahkan, Tapi kalu gak diahkan?

Kdua keputusan itu mempunyai resiko yang amat besar demi keutuhan bangsa tercinta ini

selain kita tetep memperjuangkan apa yang kita yakini, saya mempunyai usul, bagaimana kalo kita, teman teman saudara saudara untuk siap siap menghadapi itu. Tentunya kita semua tida menginginkan kekacauan atas disahkan/tidaknya RUU APP ini, untuk itu kita mempunyai tugas tambahan yaitu menyampaikan kepada teman teman, saudara, keluarga, komunitas FORUM DISKUSI ini dan yang mampu kita beritahu lainnya, untuk supaya tidak melakukan hal yang nggak nggak, gak adalagi anrkis, gak ada lagi bakar2xan dll, Jangan terbawa emosi dan hal yang akan merugikan lainnya.

apapun yang akan terjadi, didepan mata kita  sudah ada FAKTA bakalan terjadi pengejewantahan perbedaan pendapat menjadi hal yg merugikan.

Wassalam.
Genzi</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saudara, sahabat, Assalamualaikum.<br />
Insya Allah saya tetap terus mendukung RUU APP.<br />
Tapi fakta membuktikan bahwa apapun yang akan terjadi Syukur kalau disahkan, Tapi kalu gak diahkan?</p>
	<p>Kdua keputusan itu mempunyai resiko yang amat besar demi keutuhan bangsa tercinta ini</p>
	<p>selain kita tetep memperjuangkan apa yang kita yakini, saya mempunyai usul, bagaimana kalo kita, teman teman saudara saudara untuk siap siap menghadapi itu. Tentunya kita semua tida menginginkan kekacauan atas disahkan/tidaknya RUU APP ini, untuk itu kita mempunyai tugas tambahan yaitu menyampaikan kepada teman teman, saudara, keluarga, komunitas FORUM DISKUSI ini dan yang mampu kita beritahu lainnya, untuk supaya tidak melakukan hal yang nggak nggak, gak adalagi anrkis, gak ada lagi bakar2xan dll, Jangan terbawa emosi dan hal yang akan merugikan lainnya.</p>
	<p>apapun yang akan terjadi, didepan mata kita  sudah ada FAKTA bakalan terjadi pengejewantahan perbedaan pendapat menjadi hal yg merugikan.</p>
	<p>Wassalam.<br />
Genzi
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Darmin</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-266</link>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 12:12:41 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/18/diskusi-1-bahaya-pornografi/#comment-266</guid>
					<description>Bu Rere,
Saya setuju dengan pernyataan ibu, sebagian, tapi juga tidak setuju dengan sebagian dari pernyataan ibu juga.
Memang, salah satu cara penyebaran pornografi adalah melalui media massa, seperti TV, yang ibu sebutkan tadi. Akan tetapi media massa bukanlah satu-satunya alat atau wahana penyebaran pornografi. Pornografi bisa juga disebarkan melalui individu ie individu, melalui teman dan tetangga, bahkan antar anggota keluarga.
Jadi, jika solusi yang ditawarkan hanya melalui mengefektifkan UU yang mengatur media tentu saja tidak memadai karena penyebaran pornografi memang tidak hanya melalui media massa. Ok lah misalnya UU Penyiaran bisa mengontrol penyebaran pornografimelalui media hingga seminimal mungkin, akan tetapi bagaimana dengan penyebaran pornografi melalui individu, teman, tetangga dan anggota keluarga? Tentu UU Penyiaran tidak menjangkaunya.
Ini artinya bahwa tetap saja diperlukan ada suatu Undang-Undang yang melarang pornografi di tempat publik. Bentuknya bisa RUU APP atau UU yang lain, selama memang melarang pornografi di tempat umum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Bu Rere,<br />
Saya setuju dengan pernyataan ibu, sebagian, tapi juga tidak setuju dengan sebagian dari pernyataan ibu juga.<br />
Memang, salah satu cara penyebaran pornografi adalah melalui media massa, seperti TV, yang ibu sebutkan tadi. Akan tetapi media massa bukanlah satu-satunya alat atau wahana penyebaran pornografi. Pornografi bisa juga disebarkan melalui individu ie individu, melalui teman dan tetangga, bahkan antar anggota keluarga.<br />
Jadi, jika solusi yang ditawarkan hanya melalui mengefektifkan UU yang mengatur media tentu saja tidak memadai karena penyebaran pornografi memang tidak hanya melalui media massa. Ok lah misalnya UU Penyiaran bisa mengontrol penyebaran pornografimelalui media hingga seminimal mungkin, akan tetapi bagaimana dengan penyebaran pornografi melalui individu, teman, tetangga dan anggota keluarga? Tentu UU Penyiaran tidak menjangkaunya.<br />
Ini artinya bahwa tetap saja diperlukan ada suatu Undang-Undang yang melarang pornografi di tempat publik. Bentuknya bisa RUU APP atau UU yang lain, selama memang melarang pornografi di tempat umum.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
