Ancaman pornografi semakin menggidikkan.
JAKARTA — Organisasi massa (ormas) dan partai politik (parpol) sudah siap-siap menurunkan massa dalam aksi sejuta umat pada Ahad (21/5). Aksi tersebut untuk mendukung Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP) yang kini tengah dibahas di DPR.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Andi Jamaro, mengatakan PBNU sudah mengeluarkan sikap resmi mendukung RUU APP. Sehingga tak ada alasan untuk tak bergerak. ‘’Kami sudah siap. Kami pasti turun,'’ katanya di Jakarta, Rabu (17/5).
Regulasi pornografi dan pornoaksi, kata Andi Jamaro, sangat diperlukan. Sebab selama ini, aturan hukum yang ada tak cukup kuat mencegah merebaknya pornografi dan pornoaksi. Akibatnya, pornografi dan pornoaksi pun menjadi marak dan mengancam moral anak bangsa. ‘’Ancaman pornografi semakin hari semakin menggidikkan,'’ kata Andi Jamaro. Yang akan diturunkan dalam aksi di Jakarta, kata dia, adalah warga nahdliyyin di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.
Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, juga mengatakan mendukung aksi sejuta umat yang akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia itu. Dia juga menyeru seluruh anggota Muhammadiyah berpartisipasi dalam aksi itu. ‘’Dalam aksi itu kami akan tunjukkan keprihatinan kami [atas maraknya pornografi]. Sekali lagi, kami ingin generasi muda bisa diselamatkan,'’ kata Din Syamsuddin (Republika, 17/5).
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, juga mengaku sudah siap menurunkan massa untuk menunjukkan keprihatinan atas maraknya pornografi dan pornoaksi. ‘’Insya Allah kami akan turun. Kader di seputar Jabotabek sudah siap berpartisipasi dalam aksi bersama itu,'’ katanya.
Serentak
Ketua Tim Pengawal RUU APP, KH Ma’ruf Amin, mengatakan aksi sejuta umat itu digelar serentak di seluruh Indonesia. Dukungan daerah terhadap perang melawan pornografi, kata dia, sangat kuat dan solid. Untuk demo di Jakarta, kata dia, massa yang akan hadir diharapkan berasal dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
Kemarin, kata Ma’ruf, ulama dan pejabat pemerintah se-Madura telah mendatangi gedung DPR/MPRI untuk menyatakan dukungan terhadap pembahasan RUU APP. ‘’Yang mendukung bukan hanya ulama, tetapi juga para bupati se-Madura,'’ tuturnya. Untuk mempersiapkan aksi damai perang melawan pornografi dan pornoaksi, kemarin, Tim Pengawal RUU APP menggelar gathering di Cikini Raya, Jakarta. Pertemuan dihadiri kalangan ulama, pejabat, pengusaha, profesional, pengacara, artis, budayawan, dan aktivis Muslim.
Dalam pertemuan itu digelar pula pemutaran film aksi pelolakan RUU APP dan aksi Tim Pengawal RUU APP. Budayawan Taufik Ismail didaulat untuk membacakan puisi-puisinya. Acara itu juga diisi penggalangan dana. Koordinator lapangan aksi sejuta umat, KH Al Khaththath, memperkirakan massa yang akan turun pada Ahad nanti berjumlah 500 ribu orang. Aksi ini dilakukan untuk menunjukkan suara mayoritas di tengah besarnya klaim para penentang RUU APP.
Selain massa dari PBNU, Muhammadiyah, dan PKS, massa juga akan diturunkan ormas-ormas seperti Persis, KAHMI, KISDI, ICMI, MUI, HTI, DDII, FPI, FUI, IKadi, GPII, PMII, BKSPPI, PII, IMM, KISPA, GEMA, Perti, Majelis Tafsir Alquran, MDI, Al Hidayah, Kohati, Aisyiyah, GPMI, PPP, PBB, PBR, dan Partai PNUI.
Ikhtisar:
- PBNU dan Muhammadiyah menyeru semua warganya untuk berpartisipasi dalam aksi sejuta umat.
- Aksi itu untuk menunjukkan suara mayoritas di tengah besarnya klaim para penentang RUU APP.
- Dari kalangan partai, PKS sudah siap menurunkan massa.
( )
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=248449&kat_id=6
Laki-laki pemerkosa justru kecenderungannya bukan mereka yang melarang rok mini atau bikini. Justru para pemerkosa tidak peduli dengan semua itu, yang penting mereka bisa melampiaskan nafsu jahatnya, dan kebanyak korbannya adalah perempuan yang kurang bisa menjaga diri dan kehormatannya. Jadi yang perlu dikutuk adalah para pemerkosa, bukan RUU tentang pornografi. Dan, perempuan juga harus selalu waspada, bisa menjaga diri dan kerhormatannya.