JAKARTA — Hari ini (21/5), “Aksi Sejuta Umat” akan digelar di Jakarta untuk mendesak pemerintah agar segera mengesahkan RUU APP. Menurut koordinator lapangan aksi, KH Muhammad Al Khaththath, sampai tadi malam peserta yang mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam aksi sudah mencapai sekitar 945 ribu orang.
Semula massa diperkirakan hanya akan berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Banten. Namun, yang mengonfirmasi datang ternyata banyak dari daerah-daerah yang jauh. Massa datang dari Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, hingga Solo. ‘’Massa dari Solo sedang dalam perjalanan dengan 32 unit bus,'’ kata Al Khaththath.
Tokoh-tokoh umat yang akan hadir, menurutnya, adalah KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, KH Abdullah Gymnastiar, Hussein Umar, Ismail Yusanto, Arifin Ilham, Habib Rizieq Shihab, KH Kholil Ridwan, Didin Hafidhuddin, Mashadi, Tuty Alawiyah, Nurdiati Akma, Hamdan Zoelva, Ahmad Thoyfoer, KH Fadholi, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii, dan pimpinan MUI KH Ma’ruf Amin.
Selain itu, akan hadir pula Ustadz Jeffry Albuchory dan artis-artis seperti Inneke Koesherawaty dan Harry Moekti. Haryy, penyanyi rock tahuan 1980-an, akan memulai orasi di Bundaran Hotel Indonesia bersama KH Ma’ruf Amin, disusul tausiyah, kemudian longmarch menuju gedung DPR.
Rute yang ditempuh peserta aksi adalah dari Bundaran HI di Jl Thamrin, menyusuri ruas Jl Thamrin, Jl Sudirman, Jembatan Semanggi, Jl Gatot Subroto, dan berhenti di depan gedung DPR. Al Khaththath mengatakan lalu lintas tak akan terganggu, karena yang dilalui aksi hanya jalur lambat.
Ketua Tim Pengawal RUU APP, KH Ma’ruf Amin, mengatakan massa dilarang membawa senjata tajam dan mengucapkan kata-kata tak layak. Masing-masing peserta aksi juga diminta membawa kantung plastik untuk menyimpan sampah. Wakil Ketua DPR, Zaenal Maarif, mengatakan pimpinan DPR akan langsung menerima delegasi Aksi Sejuta Umat kendati hari libur. ‘’Pak Agung Laksono yang akan menerima,'’ katanya. Pimpinan dan anggota Panitia Khusus RUU APP, tambahnya, juga akan turut menerima mereka.
Zaenal yakin pimpinan DPR akan sangat memperhatikan aspirasi massa dan tokoh Islam yang akan disampaikan hari ini. Bentuknya, kata dia, bisa dengan mempercepat pembahasan RUU APP. Selain menyampaikan petisi, Al Khaththath mengatakan dalam aksi hari ini juga akan dibentangkan kain spanduk sepanjang setengah kilometer untuk ditantangani peserta aksi sejuta umat sebagai bentuk dukungan terhadap RUU APP. Bukti tanda tangan tersebut, katanya, akan disertakan bersama petisi kepada pimpinan DPR.
Aksi sejuta umat tidak hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga di daerah. Antara lain di Semarang, Solo, Malang, Mataram, dan Pekanbaru. Aksi di Pekanbaru bahkan telah digelar kemarin, lebih cepat sehari. Usai memimpin aksi di Pekanbaru, Habib Wafi langsung ke Jakarta untuk menghadiri Aksi Sejuta Umat. ‘’Saya sengaja datang jauh-jauh untuk mengingatkan pemerintah agar tegas menindak pornografi dan pornoaksi,'’ ujarnya.
Pengamat politik Fachry Ali mengatakan, Aksi Sejuta Umat merupakan protes masif atas sikap media yang tidak memberikan porsi pemberitaan kepada mereka yang mendukung pengesahan RUU APP. ‘’Bahkan saya melihat aksi itu sudah merupakan bentuk perlawanan masif,'’ katanya. ‘’Aksi itu juga merupakan counter balik dari masyarakat yang selama ini diam.'’
Secara terpisah, pengamat politik Indonesia Institut, Anis Baswedan, mengatakan persoalan RUU APP kini sudah makin rumit, sudah masalah ‘menang-kalah’ dan sudah menjadi hitam-putih. ‘’Sekarang tinggal bagaimana sikap presiden,'’ katanya.
Sebenarnya, menurut Anis, persoalan yang akan diatur bukanlah sesubstansial persoalan politik mendasar sebelumnya, seperti soal perdebatan penerimaan ormas Islam mengenai ideologi Pancasila. ‘’Karena itu, Presiden harus mengambil inisiatif yang dapat mendinginkan suasana,'’ katanya.
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=248895&kat_id=3