Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

DPR Didesak Segera Sahkan UU APP

 

AFP
DUKUNG RUU APP: Ribuan umat muslim dengan membawa berbagai poster, melakukan long march dari Bundaran HI hingga Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (21/5). Aksi damai yang bertujuan mendukung disahkannya RUU APP itu diikuti berbagai ormas Islam.

 

JAKARTA–MIOL: Aksi Damai Sejuta Umat Menolak Pornografi dan Pornoaksi mendesak DPR untuk tidak ragu-ragu menyelesaikan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) karena mayoritas umat Islam mendukung adanya peraturan tersebut.

“Jangan ragu-ragu menyelesaikannya karena umat Islam telah menegaskan dukungannya, jangan ada kata mundur untuk perbaikan moral dan akhlak,” kata salah seorang tokoh umat Islam yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nazri Adlani di panggung utama orasi di halaman Gedung MPR/DPR

Jakarta, Minggu (21/5).

Karena itu, jika ada pihak yang belum memahami pentingnya RUU APP dan menolak RUU itu, pihaknya mengajak untuk duduk bersama dan membahasnya demi kebaikan bangsa.

RUU tersebut, ujarnya, juga jangan sekedar peraturan, tetapi juga harus mencerminkan pemberantasan pornografi demi mencegah semakin rusaknya moral dan akhlak bangsa.

RUU APP juga harus menjadi payung penyelamat generasi muda dari kooptasi industri pornografi yang membuat anak-anak menjadi korban pelecehan seksual, ujar orasi dari tokoh Muslimat NU.

“Bangsa ini butuh regulasi terhadap pornografi yang makin marak, dengan tidak menafikkan azaz pluralisme,” ujarnya.

Sementara itu, orasi dari Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menyebutkan, RUU APP harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam fatwa MUI tentang pornografi yakni RUU APP yang sesuai syariah.

Ia juga menolak adanya draft kedua RUU itu yang telah berbeda jauh dari draf pertama dan lebih bernuansa sekuler seperti dihilangkannya kata “iman dan taqwa”.

Pada kesempatan itu, sekitar sejuta umat Islam tumpah ruah di sekitar Bundaran HI, sepanjang Jl Thamrin-Sudirman, Semanggi, hingga Gedung MPR/DPR.

Mereka berasal dari puluhan organisasi Islam, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Al Irsyad, Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), Forum Betawi Rempug (FBR), massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Front Pembela Islam, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan berbagai organisasi Islam lainnya.

Massa yang berasal dari tiga provinsi, DKI Jakarta, Jabar, dan Banten itu telah mulai berkumpul di Bundaran HI sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB dan tiba di Gedung MPR/DPR sejak pukul 09.00 WIB.

Hadir pada aksi tersebut tokoh-tokoh antara lain KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Husein Umar, Ustaz Arifin Ilham, Tuty Alawiyah, KH Cholil Ridwan, Ustaz Jeffry Albuchory, Ismail Yusanto, hingga artis-artis seperti Inneke Koesherawati, Astri Ivo, Rhoma Irama, dan Harry Moekti. (Ant/OL-06)

http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=100422

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn