Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Ketua DPR: Pro & Kontra RUU APP Bukan Persoalan Antaragama

Indra Subagja - detikcom

Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono menegaskan munculnya pro dan kontra atas pengesahan RUU Antipornografi dan Pornoaksi (APP) tidak menyangkut masalah antaragama atau etnis kedaerahan. Menurutnya masalah RUU APP menyangkut persoalan hukum.

“Ini masalah RUU. Ini persoalah hukum. Secara subtansi masih terus diperbaiki sehingga outputnya memperkuat persatuan bangsa,” kata Agung Laksono saat jumpa pers usai menemui para pengunjuk rasa pendukung RUU APP di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (21/5/2006).

Agung enggan memastikan apakah RUU ini akan dapat diselesiakan pada Juni mendatang. “Pertengahan tahun ini memang lebih baik. Kita lihat perkembangannya nanti. Ini bukan keputusan komisi atau fraksi, tapi rapat paripurna,” ujarnya.

Menurut dai dari pro dan kontra RUU APP ini secara kuantitas, informasi yang diperolehnya menunjukkan pihak yang mendukung pengesahan RUU APP lebih banyak. “Dari 200 surat yang dikirimkan kepada Pansus dari ormas dan lembaga 70 persennya mendukung RUU ini. Sedangkan sisanya menolak,” tutur politisi Partai Golkar ini.(san)

Sumber : Detik.com

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Pimpinan DPR Dukung RUU APP

Laporan: Zulkarmedi Siregar

Jakarta, Rakyat Merdeka. Ketua DPR RI Agung Laksono akan memperjuangkan Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP) segera menjadi sebuah undang-undang.

“Saya akan terlibat mendorong agar RUU APP segera menjadi undang-undang. Tentu dengan prosedur dan tertib ,” ujarnya kepada ribuan massa di depan Gedung DPR RI, Minggu siang (21/5).

Agung dan ketua Pansus RUU APP dalam aksi damai sejuta umat siang tadi dipaksa sejumlah tokoh untuk bicara di hadapan massa.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma’arif juga berjanji akan memperjuangkan RUU APP menjadi undang-undang melalui berbagai cara damai di DPR.

Kehadiran pimpinan DPR dan ketua Pansus RUU APP di hadapan massa cukup menggembirakan. Sejumlah tokoh dan artis menyambut gembira tekad para pimpinan lembaga legislatif.

Semula, pertemua dengan para petinggi akan dilakukan secara tertutup di ruang kerja Agung Laksono, di Nusantara III lantai III. Saat itu, Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin, Zainuddin MZ, Ketua MUI Ma’ruf Amin, sudah berada di tempat pertemuan, namun kemudian digagas untuk menemui massa di luar. mrs

Sumber : rakyatmerdeka.co.id

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Agung Laksono Temui Pengunjuk Rasa

Laporan Wartawan Kompas Wisnu Dewabrata

Jakarta, Kompas

Ketua DPR RI Agung Laksono menemui pengunjuk rasa pendukung RUU APP di depan Gedung DPR, Minggu (21/5). Ikut mendampingi Ketua Pansus RUU APP Balkan Kaplale dan Wakil Ketua DPR RI Zaenal Maarif.

Dalam pidatonya Agung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan para pengunjuk rasa, yang datang dari berbagai ormas Islam antara lain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Aspirasi akan kami perjuangkan. Pro dan kontra terhadap RUU APP ini adalah hal biasa. Kami akan tampung semua pikiran dan masukan dari semua pihak,” ujar Agung kepada pengunjuk rasa.

Ribuan pengunjuk rasa menggelar aksi orasi dan spanduk serta mendesak DPR segera mengesahkan RUU tersebut. Sejumlah tokoh Islam juga menggelar orasi seperti Ketua MUI Ma’ruf Amin, Rhoma Irama, dan KH Zainudin MZ.

Dalam orasinya Ma’ruf mengatakan aksi mendukung RUU APP berarti menolakpornografi dan pornoaksi yang marak di masyarakat saat ini. Aksi dukungan tersebut menurut dia sama sekali tidak bisa diartikan sebagai menentang demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) seperti disebut-sebut mereka yang menentang.

Ma’ruf minta DPR tidak terpengaruh dan tetap memperjuangkan RUU ini. Dia mencurigai para penentang dilatarbelakangi kepentingan pihak-pihak tertentu, yang selama ini diuntungkan.

“Rancangan Undang-Undang ini justru untuk selamatkan bangsa. Tidak perlu ada yang merasa takut, terancam, atau dirugikan dengan RUU ini, ujar KH Zainuddin MZ.

http://www.kompas.com/utama/news/0605/21/112926.htm

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

DPR Didesak Segera Sahkan UU APP

 

AFP
DUKUNG RUU APP: Ribuan umat muslim dengan membawa berbagai poster, melakukan long march dari Bundaran HI hingga Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (21/5). Aksi damai yang bertujuan mendukung disahkannya RUU APP itu diikuti berbagai ormas Islam.

 

JAKARTA–MIOL: Aksi Damai Sejuta Umat Menolak Pornografi dan Pornoaksi mendesak DPR untuk tidak ragu-ragu menyelesaikan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) karena mayoritas umat Islam mendukung adanya peraturan tersebut.

“Jangan ragu-ragu menyelesaikannya karena umat Islam telah menegaskan dukungannya, jangan ada kata mundur untuk perbaikan moral dan akhlak,” kata salah seorang tokoh umat Islam yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nazri Adlani di panggung utama orasi di halaman Gedung MPR/DPR

Jakarta, Minggu (21/5).

Karena itu, jika ada pihak yang belum memahami pentingnya RUU APP dan menolak RUU itu, pihaknya mengajak untuk duduk bersama dan membahasnya demi kebaikan bangsa.

RUU tersebut, ujarnya, juga jangan sekedar peraturan, tetapi juga harus mencerminkan pemberantasan pornografi demi mencegah semakin rusaknya moral dan akhlak bangsa.

RUU APP juga harus menjadi payung penyelamat generasi muda dari kooptasi industri pornografi yang membuat anak-anak menjadi korban pelecehan seksual, ujar orasi dari tokoh Muslimat NU.

“Bangsa ini butuh regulasi terhadap pornografi yang makin marak, dengan tidak menafikkan azaz pluralisme,” ujarnya.

Sementara itu, orasi dari Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menyebutkan, RUU APP harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dalam fatwa MUI tentang pornografi yakni RUU APP yang sesuai syariah.

Ia juga menolak adanya draft kedua RUU itu yang telah berbeda jauh dari draf pertama dan lebih bernuansa sekuler seperti dihilangkannya kata “iman dan taqwa”.

Pada kesempatan itu, sekitar sejuta umat Islam tumpah ruah di sekitar Bundaran HI, sepanjang Jl Thamrin-Sudirman, Semanggi, hingga Gedung MPR/DPR.

Mereka berasal dari puluhan organisasi Islam, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Al Irsyad, Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), Forum Betawi Rempug (FBR), massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Front Pembela Islam, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan berbagai organisasi Islam lainnya.

Massa yang berasal dari tiga provinsi, DKI Jakarta, Jabar, dan Banten itu telah mulai berkumpul di Bundaran HI sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB dan tiba di Gedung MPR/DPR sejak pukul 09.00 WIB.

Hadir pada aksi tersebut tokoh-tokoh antara lain KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Husein Umar, Ustaz Arifin Ilham, Tuty Alawiyah, KH Cholil Ridwan, Ustaz Jeffry Albuchory, Ismail Yusanto, hingga artis-artis seperti Inneke Koesherawati, Astri Ivo, Rhoma Irama, dan Harry Moekti. (Ant/OL-06)

http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=100422

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Aksi Sejuta Umat Bertabur Artis dan Tokoh Nasional

Laporan: Zulkarmedi Siregar

Jakarta, Rakyat Merdeka. Aksi sejuta umat dari Bundaran HI menuju gedung DPR RI ternyata bertabur puluhan artis dan tokoh masyarakat. Para tokoh dan artis menjadi pemandangan tersendiri dalam aksi massa pada Minggu hari ini (21/5).

Tampak hadir bersama ribuan massa itu antara lain, Raja Dangdut Rhoma Irama, Muballig Jefry al-Buchari, artis sinetron Inneke Koesherawati, Astri Ivo, Harry Mukti, Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua MUI Ma’ruf Amin, bekas Menteri Perempuan Tuty Alawiyah, Pengasuh Pesantren Attahiriyyah Hj Suryani Tahir, ketua FPI Habib Riziek, ketua FBR Fadloli Mughni dan lainnya.

Kehadiran artis-arti tersebut selama aksi di Bundaran HI dan di depan Gedung DPR Senayan sangat menyita perhatian massa. Meski orator telah berganti ke orang lain, namun pandangan mata perserta demo selalu mengarah kepada artis pujaan.

Rhoma Irama tampak paling banyak menyedot perhatian. Semua mata selalu memerhatikan gerak-gerik Bang Haji ini. Ia pun tak kalah ramah menjabat setiap yang mendekatinya.

Demikian juga bekas penyanyi “kutu loncat” Harry Mukti. Harry yang kini menjadi pendakwah dari Jamaah Jaulah itu mampu menjadi penyedot perhatian selama beberapa menit. Dengan jubah putih dan surban hitam melingkar di kepalanya, ia membakar semangat massa.

“Saya bacakan sms dari Papua: Saya di Papua mau belajar meninggalkan koteka, orang Jakarta malah menuntut pakai koteka,” katanya disambut teriakan Allahu Akbar oleh massa.

Kehadiran artis tersebut juga banyak dimanfatkan untuk foto bersama oleh para demonstran. mrs

Sumber : rakyatmerdeka.co.id

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Aksi Sejuta Umat

JAKARTA — Hari ini (21/5), “Aksi Sejuta Umat” akan digelar di Jakarta untuk mendesak pemerintah agar segera mengesahkan RUU APP. Menurut koordinator lapangan aksi, KH Muhammad Al Khaththath, sampai tadi malam peserta yang mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam aksi sudah mencapai sekitar 945 ribu orang.

Semula massa diperkirakan hanya akan berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Banten. Namun, yang mengonfirmasi datang ternyata banyak dari daerah-daerah yang jauh. Massa datang dari Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, hingga Solo. ‘’Massa dari Solo sedang dalam perjalanan dengan 32 unit bus,'’ kata Al Khaththath.

Tokoh-tokoh umat yang akan hadir, menurutnya, adalah KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, KH Abdullah Gymnastiar, Hussein Umar, Ismail Yusanto, Arifin Ilham, Habib Rizieq Shihab, KH Kholil Ridwan, Didin Hafidhuddin, Mashadi, Tuty Alawiyah, Nurdiati Akma, Hamdan Zoelva, Ahmad Thoyfoer, KH Fadholi, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii, dan pimpinan MUI KH Ma’ruf Amin.

Selain itu, akan hadir pula Ustadz Jeffry Albuchory dan artis-artis seperti Inneke Koesherawaty dan Harry Moekti. Haryy, penyanyi rock tahuan 1980-an, akan memulai orasi di Bundaran Hotel Indonesia bersama KH Ma’ruf Amin, disusul tausiyah, kemudian longmarch menuju gedung DPR.

Rute yang ditempuh peserta aksi adalah dari Bundaran HI di Jl Thamrin, menyusuri ruas Jl Thamrin, Jl Sudirman, Jembatan Semanggi, Jl Gatot Subroto, dan berhenti di depan gedung DPR. Al Khaththath mengatakan lalu lintas tak akan terganggu, karena yang dilalui aksi hanya jalur lambat.

Ketua Tim Pengawal RUU APP, KH Ma’ruf Amin, mengatakan massa dilarang membawa senjata tajam dan mengucapkan kata-kata tak layak. Masing-masing peserta aksi juga diminta membawa kantung plastik untuk menyimpan sampah. Wakil Ketua DPR, Zaenal Maarif, mengatakan pimpinan DPR akan langsung menerima delegasi Aksi Sejuta Umat kendati hari libur. ‘’Pak Agung Laksono yang akan menerima,'’ katanya. Pimpinan dan anggota Panitia Khusus RUU APP, tambahnya, juga akan turut menerima mereka.

Zaenal yakin pimpinan DPR akan sangat memperhatikan aspirasi massa dan tokoh Islam yang akan disampaikan hari ini. Bentuknya, kata dia, bisa dengan mempercepat pembahasan RUU APP. Selain menyampaikan petisi, Al Khaththath mengatakan dalam aksi hari ini juga akan dibentangkan kain spanduk sepanjang setengah kilometer untuk ditantangani peserta aksi sejuta umat sebagai bentuk dukungan terhadap RUU APP. Bukti tanda tangan tersebut, katanya, akan disertakan bersama petisi kepada pimpinan DPR.

Aksi sejuta umat tidak hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga di daerah. Antara lain di Semarang, Solo, Malang, Mataram, dan Pekanbaru. Aksi di Pekanbaru bahkan telah digelar kemarin, lebih cepat sehari. Usai memimpin aksi di Pekanbaru, Habib Wafi langsung ke Jakarta untuk menghadiri Aksi Sejuta Umat. ‘’Saya sengaja datang jauh-jauh untuk mengingatkan pemerintah agar tegas menindak pornografi dan pornoaksi,'’ ujarnya.

Pengamat politik Fachry Ali mengatakan, Aksi Sejuta Umat merupakan protes masif atas sikap media yang tidak memberikan porsi pemberitaan kepada mereka yang mendukung pengesahan RUU APP. ‘’Bahkan saya melihat aksi itu sudah merupakan bentuk perlawanan masif,'’ katanya. ‘’Aksi itu juga merupakan counter balik dari masyarakat yang selama ini diam.'’

Secara terpisah, pengamat politik Indonesia Institut, Anis Baswedan, mengatakan persoalan RUU APP kini sudah makin rumit, sudah masalah ‘menang-kalah’ dan sudah menjadi hitam-putih. ‘’Sekarang tinggal bagaimana sikap presiden,'’ katanya.
Sebenarnya, menurut Anis, persoalan yang akan diatur bukanlah sesubstansial persoalan politik mendasar sebelumnya, seperti soal perdebatan penerimaan ormas Islam mengenai ideologi Pancasila. ‘’Karena itu, Presiden harus mengambil inisiatif yang dapat mendinginkan suasana,'’ katanya.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=248895&kat_id=3

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

TABLIGH AKBAR MUI NTB DUKUNG RUU APP

TABLIGH AKBAR MUI NTB DUKUNG RUU APPMATARAM - Sekitar 1.000 orang santri pondok pesantren (ponpes) aktivis Islam di kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, melakukan aksi dukung rancangan undang-undang anti pornografi dan porno aksi (RUU APP), Ahad (21/5) pagi. Berlangsung di Bencingah ex Kantor Bupati Lombok Barat acara yang dikemas dalam bentuk tabligh akbar tersebut diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Barat (MUI NTB).

Awalnya, sebelum tabligh tersebut dimulai, menampilkan seorang dai cilik siswa SDN 40 Mataram Indah Rahmi Inayah yang unjuk kebolehan menyampaikan pesan-pesan moral di depan para peserta yang kebanyakan remaja dan para orang tua. Seruan memuji kebesaran Allah terus berkumandang.

Dihadiri oleh para pemuka dan ulama muslim diantaranya Lalu Mudjitahid dan pimpinan ponpes Nurul Hakim Kediri Lombok Barat Tuan Guru Haji Safwan Hakim, tabligh tersebut, menurut Ketua MUI NTB Prof Syaiful Muslim, untuk mengawal RUU APP terhadap moral dan ahlak umat bangsa. ‘’Acara ini dilakukan serempak di setiap kota dan kabupaten se NTB. Bahkan se Indonesia,’’ ujarnya.

Menurutnya, akibat kebebasan media koran dan televisi, di daerah NTB disebutkannya terdapat perkara asusila. Seorang kakek memerkosa cucunya sendiri, dan seorang pemuda usia 21 tahun membunuh seorang janda berusia 30 tahun karena meminta dinikahi akibat hamil. Katanya, untuk mewujudkan ahlak yang baik, untuk melindungi generasi muda tidak cukup sekadar berdzkir saja. ‘’Banyak sekali kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam,’’ katanya.

Syaiful Muslim mengemukakan adanya penolakan terhadap RUU APP tersebut disebabkan tidak membaca secara utuh. Sebab, katanya, semuanya diayomi. Tidak ada pemaksaan melarang orang Irian mengenakan koteka, orang Hindu Bali tidak mungkin disuruh berjilbab dan tradisi orang Jawa di Yogya yang mengenakan kemben.

Pimpinan ponpes Nurul Hakim Tuan Guru Haji Safwan Hakim pun merisaukan banyaknya perbuatan cabul. Juga adanya keinginan bebasnya seniman yang merasa dihalanginya kebebasan ekpresi. Diutarakannya pula tayangan infotainment yang demikian terbukanya mengungkap persoalan rumah tangga. Kemudian disinggungnya adanya majalah PlayBoy yang memaparkan foto semi telanjang. ‘’Kita harus sadar, sebagai negara yang jumlah umat muslimnya terbesar semua kejelekan akan berakibat kepada warganya,” ucapnya.(supriyantho khafid)

Sumber : lomboknews.com

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Din: Pornografi Sudah Merusak Moral Bangsa

Laporan: Zulkarmedi Siregar

Jakarta, Rakyat Merdeka. Massa aksi sejuta umat telah memadati halaman Gedung DPR RI Senayan. Sementara, beberapa utusan tokoh umat Islam menemui Wakil Ketua DPR Zaenal Ma’arif. Tampak Zainuddin MZ, Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin dan lainnya.

Kepada Situs Berita Rakyat Merdeka, Din minta persoalan RUU APP tidak dihadapkan secara adu kekuatan.

“Jangan sampai ada adu kekuatan. Ini bukan soal kalah menang atau kuat dan lemah. Ini menyangkut agenda menyelamatkan bangsa,” katanya di Senayan, Minggu (21/5).

Ia juga minta kepada tokoh agama lain untuk terlibat dalam menghentikan aksi pornografi di tengah masyarakat.

Melalui UU APP, katanya, kegiatan pornografi dapat dihentikan. Semua agama tidak akan ada yang setuju dengan pornografi dan pornoaksi. Jadi sebaiknya ini kita selesaikan materinya dengan kembali duduk bersama.

“Jangan sampai karena ada yang keberatan kemudian secara sepihak dihentikan. Kita rembuk lagi,” katanya.

Ditegaskan, pornografi di Indonesia telah merusak tatanan moral dan sudah saatnya diselesaikan melalui undang-undang yang mengikat. mrs

Sumber : rakyatmerdeka.co.id

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

SEJUTA UMAT TUMPAH RUAH TOLAK PORNOGRAFI

Jakarta (ANTARA News) - Sekitar sejuta umat Islam tumpah ruah di kawasan Bundaran HI, sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman, kawasan Semanggi, hingga Gedung DPR/MPR, melakukan aksi damai “Sejuta Umat Perangi Pornografi dan Pornoaksi”, di Jakarta, Minggu.

Mereka melakukan long march sambil bertahlil dan bertakbir di bawah cuaca yang teduh dan dikawal sekitar 10 ribu personel keamanan.

Saat ini ratusan ribu pengunjukrasa telah mulai memadati halaman Gedung
DPR/MPR dan menyaksikan orasi para tokoh Islam.

Ketua Tim Pengawal RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP), KH Ma`ruf Amin, mengatakan saat ini pornografi dan pornoaksi sudah makin meresahkan dan sangat merusak generasi penerus, sehingga diperlukan suatu UU yang mengatur untuk pemberantasannya.

Namun, ia menyesalkan adanya tantangan sangat besar terhadap suatu yang baik itu, karena pihak yang menentang didukung kalangan industri media massa yang kuat dan pebisnis pornografi yang bermodal kuat.

Sementara itu, Koordinator Umum Aksi, KH Muh Al Khaththat, mengemukakan ras syukurnya aksi sejuta umat sejauh ini berlangsung damai, meskipun banyak massa yang tak diperkirakan ikut hadir dalam aksi.

Massa yang tumpah ruah itu berasal dari puluhan organisasi Islam, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Al Irsyad,Ikatan Da`i Indonesia (IKADI), Forum Betawi Rempug (FBR), massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII),Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), dan berbagai organisasi islam lainnya.

Massa yang berasal dari tiga provinsi, DKI Jakarta, Jabar dan Banten itu telah mulai berkumpul di Bundaran HI sejak pukul 6.00 WIB hingga pukul 8.00 WIB dan tiba di gedung DPR/MPR sejak pukul 9.00 WIB.

Hadir pada aksi itu beberapa tokoh Islam, antara lain KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Husein Umar, Ustadz Arifin Ilham, Tuty Alawiyah, KH Cholil Ridwan, Ustadz Jeffry Al-Buchory, Ismail Yusanto, hingga artis-artis seperti Inneke Koesherawati, Astri Ivo, Rhoma Irama dan Harry Moekti.

Di halaman Gedung DPR/MPR yang telah disiapkan panggung untuk berorasi dari para perwakilan organisasi Islam telah tampil Nazri Adlani, Habib Rizieq, tokoh lainnya dan rencananya KH Abdullah Gymnastiar juga akan membawakan orasinya.

Pada kesempatan pertemuan dengan Ketua DPR, Agung Laksono, dan anggota Pansus RUU APP yang akan ikut menerima aksi damai tersebut, perwakilan umat Islam akan menyerahkan draft RUU APP sandingan dan petisi Perang terhadap Pornografi. (*)

LKBN ANTARA

http://www.antara.co.id/seenws/?id=34149

Sun 21st May, 2006, Berita, Aksi Dukung RUU APP

Yang Suka Telanjang Hanya Monyet

Aksi Dukung RUU APP di HI

Maryadi - detikcom

Jakarta - Ribuan massa masih bertahan di Bundaran Hotel Indonesia. Meski polisi meminta segera pindah ke Gedung DPR/MPR mereka tetap bergeming. Mereka menggelar orasi dan meneriakkan yel-yel.

Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (21/5/2006), ribuan massa dari berbagai ormas Islam itu juga mengusung sebuah boneka monyet.

Boneka monyet itu mereka bawa untuk menggambarkan orang-orang yang menolak pengesahan RUU Antipornografi dan Pornoaksi (APP).

Boneka monyet itu hanya memakai celana dalam dan BH. Di atasnya ditulis poster yang berbunyi, “Yang suka telanjang hanya monyet.”

Selain itu mereka meneriakkan yel-yel, Allahu Akbar, dan salawat nabi. Para pengunjuk rasa masih bertahan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan menolak segera bergerak ke gedung DPR karena beralasan masih menungggu massa lainnya.

Tak ayal lagi pengeras suara milik pengunjuk rasa beradu keras dengan pengeras suara milik polisi yang meminta pengunjuk rasa meninggalkan Bundaran HI dan segera menuju ke gedung DPR.

Hingga pukul 10.00 WIB, jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin masih bisa dilalui oleh pengguna jalan. Angkutan umum dan busway masih jalan seperti biasanya. Namun ketika melewati Bundaran HI perjalanan menjadi tersendat.(san)

detik.com

No Porn