Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Wed 24th May, 2006, Artikel

Pegiat bicarakan cegah pornografi ana-anak di internet

Di Bangkok, para pakar internasional hari ini memulai pertemuan dua hari guna membicarakan langkah langkah menangani pelecehan anak melalui teknologi interaktif.

Pihak panitia mengatakan pertemuan ini adalah konperensi pertama yang membawa para pakar dunia dalam teknologi termasuk internet, permainan interaktif dan telepon tangan.
Mereka berharap pertemuan ini akan meungkap langkah baru untuk melindungi anak
Pertemuan dua hari itu diprakarsai oleh ECPAT, organisasi non pemerintah yang menangani prostitusi anak, pornografi dan perdagangan anak.

Walaupun ada debat sebelumnya tentang penyalahgunaan internet dan pengaruhnya terhadap pelecehan anak, diperkirakan langkah ini adalah yang pertama dalam mengumpulkan semua pakar dari berbagai bidang.
Topik-topik yang akan dibicarakan termasuk cara sebagian anak diganggu dengan menggunakan teknologi telpon genggam atau cara pelecehan lain oleh orang dewasa melalui chat room internet.

Pertemuan ini juga akan membahas berbagai bentuk pornografi anak di internet dan games komputer serta pelecehan seksual anak melalui internet dan aspek lain yang disebut cybersex.

Banyak gambar anak-anak dilecehkan
Direktur eksekutif ECPAT mengatakan kepada BBC penggunaan teknologi ini berkembang di seluruh dunia dan dan juga gambar gambar anak anak yang disiksa.

Saat ini, katanya, teknologi tidak memiliki kerangka sosial. ECPAT menginginkan industri itu sendiri lebih aktif dalam menangani pelecehan anak dan pemerintah di berbagai negara memperketat undang undang yang menjadikan pornografi anak sebagai satu kejahatan.

Disebutkan pula, saat ini tidak banyak pendidikan dan pengetahuan bahwa pelecehan itu memang terjadi.

Kesimpulan dari pertemuan dua hari ini akan dimasukkan dalam satu proyek besar dunia yang diprakarsai oleh PBB tentang kekerasan terhadap anak.

http://www.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=print&sid=140

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn