Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Fri 26th May, 2006, Berita

Survei: Wanita Juga Mengakses Situs Porno

Oktoria Yulius Darmawan - detikInet

Jakarta, Pria dan wanita memang memiliki banyak perbedaan dalam mengakses situs di internet. Kaum pria biasanya sering mengakses berita, saham, olahraga dan pornografi. Sementara wanita lebih senang dengan mengakses konten kesehatan, atau panduan agama.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pew Internet & American Life Project, pengguna yang paling sering mengakses internet adalah pria. Bahkan tak jarang pria lebih suka mengakses internet lewat koneksi broadband daripada wanita.

“Pria cenderung tertarik dengan aktivitas online yang jauh dari orientasi interaksi, sementara wanita cenderung mengakses hal-hal yang berkaitan dengan hubungan sosial,” ujar Deborah Fallows, Peneliti Pew seperti dikutip detikinet dari Reuters Kamis (29/12/2005).

Kebanyakan pria mengakses internet untuk bersenang-senang. Terbukti dengan 70 persen pria sengaja menghabiskan waktunya di internet, sedangkan wanita hanya sebesar 63 persen.

Selain itu, pria ternyata lebih menyukai musik, melihat webcam, dan membeli konten digital. Sedangkan wanita lebih dominan menjadi pengakses e-mail. Lewat e-mail, mereka biasanya ‘curhat’, memecahkan masalah atau untuk memperluas jaringan teman dan keluarga.

Menurut Fallows, sekitar 68 persen pria dan 66 persen wanita memakai internet untuk mencari informasi dan menggunakannya sebagai alat komunikasi yang efisien.

Resiko Internet

Selama 10 tahun belakangan ini, kaum adam ternyata lebih berani mengambil resiko dalam berinternet. 21 persen pria mengaku sering mengakses situs porno, sementara wanita hanya sebesar 5 persen. Menurut Pew, angka tersebut sebenarnya masih jauh dari yang sesungguhnya, karena diantara mereka masih ada yang malu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebanyak 74 persen wanita mengaku lebih menyukai konten kesehatan atau informasi medis, sementara hanya 58 persen pria yang melakukan hal yang sama. Sedangkan untuk informasi agama, wanita lebih getol mengakses dengan persentase sebanyak 34 persen, sementara pria hanya 25 persen.

Untuk pemakai koneksi broadband, pria mendominasi dengan 78 persen, sementara wanita hanya sebesar 69 persen.

Pengguna internet wanita yang berkisar antara 18-29 tahun tercatat sebanyak 86 persen, sementara pria 80 persen. Untuk seseorang yang berusia diatas 65 tahun pria memiliki persentas sebesar 34 persen sedang wanita sebanyak 21 persen.

Pada 2004, sebanyak 22 persen remaja putri mulai menggunakan blog, sementara remaja putra hanya sebanyak 17 persen. Remaja putra lebih sering men-download video dengan persentase sebanyak 34 persen, sementara remaja putri hanya sebanyak 24 persen.

“Remaja putri mungkin lebih sedikit melakukan sesuatu terhadap internet daripada remaja pria, seperti download, tetapi yang paling penting teknologi tidak pernah membedakan mereka,” Fallows menekankan.

Fallows juga memprediksi wanita akan mengalahkan dominasi pria dalam mengakses internet, setelah remaja putri tersebut tumbuh besar. Survey tersebut diambil dari tahun 2000 hingga 2005, dengan 6.403 responden pada tahun 2005.(dwn)

Sumber : Detikinet.com

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn