SIARAN PERS
Nomor 22/K/KPI/SP/05/06
KPI PUSAT MINTA LATIVI MEROMBAK
SEJUMLAH PROGRAM BERMASALAH
Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPIP) pada 30 Mei 2006 meminta agar Lativi menghentikan atau melakukan pembenahan serius terhadap sejumlah program tayangan yang selama ini dianggap sering menyajikan materi siaran yang dapat dikategorikan sebagai menonjolkan kecabulan, mengandung muatan mesum, mengeksploitasi sensualitas, melecehkan perempuan sebagai objek seks serta mengabaikan nilai-nilai agama. Program tersebut antara lain: The Scenes, Tikam, Investigasi, Jejak Malam, Rahasia Malam, Komedi Ayam Jago, Curhat, Baywatch, dan Sinema Dini Hari.
Menurut pengamatan KPIP, berbagai program tersebut sangat lazim menampilkan perempuan dalam pakaian serba minim yang menonjolkan bagian tubuh sensual, menampilkan kekerasan seksual secara eksplisit dan vulgar, menyajikan reka adegan yang terkait dengan hubungan seks secara vulgar, serta menyajikan lelucon dan ucapan yang berkonotasi mesum dan cabul. Seringkali pula narator sejumlah program menyajikan pernyataan yang justru cenderung memberi pembenaran atau mendukung perilaku seks bebas.
Sebagai contoh, acara The Scenes yang sering menampilkan gambar-gambar perempuan dengan pakaian minim atau transparan. Kamera pun lazim diarahkan pada paha, dada dan bokong model. Para model yang tampil kerap diminta berpose secara sensual.
Dalam program Tikam, terutama dalam segmen Sisi Gelap, menampilkan reka adegan tentang perilaku seks secara ekplisit dan vulgar. Sebagai contoh, pada edisi 1 Mei 2006, tampil materi adegan oral seks di pinggir jalan yang ditangkap dengan hidden camera. Dalam tayangan tersebut nampak laki-laki duduk di samping jok motor bebeknya.
sementara perempuan (pacarnya) melakukan aktivitas oral seks. Begitu pula pada edisi 2 Mei 2006 termuat reka adegan suami mengajak hubungan badan. Suami menggoyang bahu istrinya, seraya berkata: “Ma, itu yuk”. Kemudian disajikan ilustrasi suami melepas sarung; adegan kaki suami istri ditempat tidur; tangan istri meraba tembok; tangan suami menindih tangan istri ditembok, dan diakhiri suami bangkit dari tempat tidur. Istri bertanya:”Kok cepet amat sih Mas ?”.
Program Investigasi juga kerap menyajikan reka adegan yang mengeksploitasi kekerasan seksual yang ditampilkan secara eksplisit dan vulgar. Selain itu, narasumber program ini juga sering bercerita tentang kehidupan seks secara eksplisit dan vulgar.
Misalnya, dalam edisi 1 Mei 2006 disajikan reka-adegan seorang pria yang memaksa dan kemudian memperkosa cucunya. Bahkan saat adegan perkosaan berlangsung, terdengar latarbelakang musik lagu ’’Telat Tiga Bulan’’ dari Jamrud (yang antara lain mengandung lirik ’’…karena lihat isi dalam rokmu…’’)
Begitu pula dalam edisi 5 Mei bertema hubungan seks bertiga. Di dalam episode tersebut terdengar ungkapan-ungkapan narasumber (Mike dan Vina) yang sangat eksplisit dan vulgar, seperti:
Mike: Kalo saya tuh setelah melihat mereka lebih bergairah dibandingkan kita hanya berdua, gitu. Atau lebih-lebih kalo kita tonton mereka, bisa lebih terpancing hasrat seksualnya.
Hal serupa juga terdapat dalam program Jejak Malam, edisi 9 Mei 2006 yang menyajikan peliputan tentang Sex Delivery Order. Sejumlah materi yang tersaji antara lain:
Narator: Aman, nyaman dan privacy terjaga, mungkin kelebihan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi bisnis sex delivery order. Berlindung di balik kokohnya dinding hotel, praktek prostitusi terselubung yang menamakan diri sex delivery order ini relatif tidak terjangkau aparat.
Narator: . . . Kencanpun berlanjut. Helai demi helai pakaian yang ditanggalkan seiring langkah sepasang insan manusia yang bersiap menuju peraduan (ilustrasi laki-laki melepas kemeja, perempuan melepas baju, kelihatan sedang menggunakan shower, gambar paha) tidak ada cemas tak ada rasa khawatir. Yang ada hanya tetes kenikmatan mengiringi sepasang insan yang mulai tenggelam dalam peraduan.
Dalam program Rahasia Malam, edisi 3 Mei 2006, disajikan liputan tentang TKW yang melakukan perilaku seks bebas. Salah satu nara sumber (bernama Zaenab) bercerita: ‘’Aku kebetulan dapet pembantu rumah tangga asal Bangladesh. Hubunganku itu sudah deket banget dan sudah sampai hubungan yang lebih intim, kurang lebih 2 tahun. Aku tuh kan sudah berkeluarga, terus aku nih kan wanita, jadi butuhlah, yang namanya itu. Orang Bangladesh itu, orangnya romantis, orangnya baik, lembut. Pokoknya beda banget deh sama suami saya. Variasinya banyak banget sampai saya kewalahan”.
Selain itu, dalam Komedi Ayam Jago, edisi 17 Mei 2006, disajikan cerita tentang bagiamana Yosef berusaha mengajak pacarnya (Arti) melakukan hubungan badan. Dalam episode tersebut, terdapat adegan dan percakapan sebagai berikut:
Yosef : Gue lagi ngebayangin Elo. Kalo lagi mandi, pasti nggak pake apa-apa, ya kan?”
Arti : Katanya ke lapangan tembak, kok malah ke sini sih yang?
Yosef : Mampir dulu, kan gue udah lama gak makan paha dan dada.
Arti : Elo gak takut nih kena flu burung?
Dalam program Curhat, gambar-gambar yang disajikan sangat banyak yang berasosiasi dengan seks. Para pemerannya pun kerap tampil dengan pakaian minim yang menonjolkan sensualitas. Sebagai contoh, episode 4 Mei 2006, terdapat muatan sebagai berikut:
Shirley tertarik pada Rizal yang sedang mencuci mobil sambil bertelanjang dada.
Adegan Shirley di treadmill mengenakan pakaian ketat kaos tank top dan celana senam.
Saat ada pembicaraan tentang harapan setinggi gunung, tersaji gambar close up payudara Shirley.
Demikian halnya dalam episode 11 Mei 2006, terdapat adegan pria merayu wanita untuk melakukan hubungan badan. Kemudian terdapat adegan baju jatuh ke lantai yang dapat diasosiasikan dengan tindakan sama-sama melepas pakaian. Akhirnya, pasangan tersebut berada dalam keadaan berselimut.
Film seri Baywatch yang ditayangkan setiap Sabtu, pukul 00.30-01.30 selalu mengeksploitasi sensualitas tubuh perempuan dan merendahkan perempuan menjadi objek seks.
Dalam Program Sinema Dini Hari yang ditayangkan pada pukul 01.00, khususnya pada 12 mei 2006 disajikan film The Crash yang antara lain memuat adegan:
Adrian (wanita) merayu/menarik perhatian Nick (pria) dengan mengenakan bikini dan berjemur di depan jendela kamar Adrian.
Saat menelpon Nick, Adrian di close up dengan pakaian bikini.
Adegan selesai hubungan badan antara Nick dan Amy.
Saat diinterograsi, Nick ditanya polisi: “Kau sudah melakukan kontak seksual dengannya?” Nick:”Kau ini gila?” Polisi: “Apakah benar kau pernah memasukkan penismu ke dalam vaginanya?”.
Dalam pandangan KPIP, meski acara-acara tersebut disajikan pada larut malam, tetap tidak layak disiarkan melalui sebuah stasiun televisi nasional yang dapat menjangkau puluhan juta penonton di seluruh Indonesia, dengan menggunakan frekuensi siaran yang merupakan milik publik.
Secara khusus KPIP juga meminta Lativi segera menghentikan atau membenahi secara mendasar sejumlah program tayangan tersebut di atas. KPIP saat ini sedang terus menghimpun rekaman pelanggaran UU Penyiaran No. 32/2002 oleh stasiun televisi, terutama yang menyangkut materi cabul, yang menonjolkan kekerasan, merendahkan perempuan serta yang mengabaikan nilai-nilai agama. Bila peringatan ini tidak diindahkan, sesuai dengan UU Penyiaran No. 32/2002, KPIP akan membawa bukti-bukti rekaman ini ke jalur hukum.
Jakarta, 30 Mei 2006
a.n Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat
Wakil Ketua,
S. Sinansari ecip
http://www.kpi.go.id/index.php?categoryid=51&p2_articleid=119