Anti Pornografi

RUU APP BUKAN untuk menyeragamkan budaya,
BUKAN untuk menyeragamkan dalam berpakaian,
BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup
yang tertinggal, dan BUKAN untuk menangkapnya. Kenapa ?
Karena mereka bukan dengan sengaja mempertontonkannya.
Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka
lebih beradab dalam era globalisasi ini.

RUU APP ini justru untuk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi,
karena TIDAK ADA satupun UU yang jelas mendefinisikan pornografi.
RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan,
TIDAK untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan),
TIDAK ada pemaksaan untuk berpakaian model Islami/Arab/Taliban.
RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari
pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan
dengan dijadikan objek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang.
RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi
demi membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya
bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

Janganlah kalian EGOIS karena saat ini
kalian dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
Janganlah kalian EGOIS karena saat ini banyak job order
untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan
yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

Lihatlah masa depan bangsa…
lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu,
lugu dan mereka sedang giat belajar.
Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
Jangan hinakan harga diri mereka karena
ibunya/ayahnya mempertontonkan keindahan tubuhnya.



Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi !

Mon 19th Jun, 2006, Berita

Pelajar Aksi Bugil di Jalanan

Maryadi - detikcom

Santiago - Protes terhadap pemerintah bisa dengan cara apa saja. Para pelajar di Chili punya cara sendiri. Mereka beraksi bugil di tengah jalan.

Aksi bugil yang mereka lakukan untuk memprotes tentang rendahnya kualitas pendidikan di negara itu.

Sekelompok pelajar yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berjumlah sekitar 25 pelajar, dengan tanpa sehelai benang beraksi di Sotomayor Square. “Mereka adalah pelajar Valparaiso,” kutip Las Ultimas Noticias, Senin (19/6/2006).

Puluhan pelajar itu sengaja mencoret dan melukis tubuhnya dengan sejumlah slogan yang mengkritik buruknya pendidikan di daerah itu.

Polisi sempat melarang para pelajar itu, namun tetap saja aksi itu berlangsung. Entah apa motivasinya, para polisi yang tadinya diminta untuk mengamankan malah membiarkan aksi itu hingga berakhir.(mar)

Sumber : Detik.com

Mungkin ini dikarenakan tidak jelasnya definisi pornografi, sehingga polisi bingung atas dasar apa untuk mengamankan aksi itu.

Atau mungkin juga polisi tidak mengindahkan / tidak mempedulikan UU yang ada untuk mengamankan aksi itu.

Jangan sampai aksi ini terjadi di negeri ini karena kebebasan yang sebebas-bebasnya yang diusung oleh kaum liberal tanpa mengindahkan norma-norma kesusilaan yang ada, baik secara budaya maupun agama-agama yang ada di negeri ini.

Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Anti-spam

Catatan:

  • Komentar tidak menggunakan kata-kata yang kotor, bukan spam dan iklan.
  • Moderator berhak mengedit bahkan menghapus setiap komentar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mutlak
  • Kami tidak melayani surat-menyurat untuk menanggapi tanggapan Anda di sini.
  • Sekedar mengingatkan, bahwa web blog ini dikhususkan untuk mendukung RUU APP dan prihatin atas bahaya pornografi yang bertebaran di negara kita ini.
  • Selamat berdiskusi!
No Porn