<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: ANAK-ANAK KITA DALAM ANCAMAN!</title>
	<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/</link>
	<description>Mari kita kawal dan dukung penuh RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, agar bangsa ini lebih bermoral dan tidak kotor. Dukung RUU APP !</description>
	<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 00:30:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: rudhy sugara</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-735</link>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 11:37:20 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-735</guid>
					<description>banyak wanita terutama kalangan selebritis yang menolak ruu app dengan alasan yang tidak masuk akal... ini merupakan bukti bahwa sosok wanita itu adalah egois.
ketika terjadi perkosaan, pelecehan seks dll, para tokoh wanita ribut meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
padahal, kasus perkosaan dan pelecehan seks tersebut berakar dari maraknya pornografi dan pornografi di Indonesia.
keegoisan wanita juga terlihat dari ambisinya menyuarakan kesetaraan gender. Padahal, pahlawan wanita RA Kartini telah telah membuat konsep cukup baik, yakni EMANSIPASI, yang tidak menyimpang dari kodrat seorang wanita yang telah ditakdirkan TUHAN.
Jadi, kesetaraan gender yang diributkan tokoh wanita itu seperti 30% kursi dpr harus diisi perempuan.
Kalau dilihat kodrat TUHAN, dimana seorang wanita mengalami haid dan proses melahirkan, maka wanita tersebut tidak bisa duduk di kursi legislatif.
bayangkan saja, jika mereka duduk di kursi legislatif, maka mereka membutuhkan cuti hamil selama tiga bulan, cuti haid dll. Umumnya, wanita yang menjadi anggota dpr tidak bisa membagi waktunya untuk rakyat. Jika mereka melahirkan bayi, maka mereka harus melupakan rakyatnya selama tiga bulan. selain itu, jika mereka mempunyai balita, maka mereka tidak bisa mengikuti berbagai sidang di dpr hingga tuntas (banyak sidang dpr sampe larut malam) karena karena harus menyusui anak dan mengurus keluarganya. jika anak dan keluarga terlantar, maka angka perceraian akan semakin tinggi. Inilah yang diinginkan SYAITAN.
sadarlah engkau wanita, bahwa dirimu telah dirasuk SYAITAN. bertobatlah dan kembali kepada kodrat TUHAN</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>banyak wanita terutama kalangan selebritis yang menolak ruu app dengan alasan yang tidak masuk akal&#8230; ini merupakan bukti bahwa sosok wanita itu adalah egois.<br />
ketika terjadi perkosaan, pelecehan seks dll, para tokoh wanita ribut meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.<br />
padahal, kasus perkosaan dan pelecehan seks tersebut berakar dari maraknya pornografi dan pornografi di Indonesia.<br />
keegoisan wanita juga terlihat dari ambisinya menyuarakan kesetaraan gender. Padahal, pahlawan wanita RA Kartini telah telah membuat konsep cukup baik, yakni EMANSIPASI, yang tidak menyimpang dari kodrat seorang wanita yang telah ditakdirkan TUHAN.<br />
Jadi, kesetaraan gender yang diributkan tokoh wanita itu seperti 30% kursi dpr harus diisi perempuan.<br />
Kalau dilihat kodrat TUHAN, dimana seorang wanita mengalami haid dan proses melahirkan, maka wanita tersebut tidak bisa duduk di kursi legislatif.<br />
bayangkan saja, jika mereka duduk di kursi legislatif, maka mereka membutuhkan cuti hamil selama tiga bulan, cuti haid dll. Umumnya, wanita yang menjadi anggota dpr tidak bisa membagi waktunya untuk rakyat. Jika mereka melahirkan bayi, maka mereka harus melupakan rakyatnya selama tiga bulan. selain itu, jika mereka mempunyai balita, maka mereka tidak bisa mengikuti berbagai sidang di dpr hingga tuntas (banyak sidang dpr sampe larut malam) karena karena harus menyusui anak dan mengurus keluarganya. jika anak dan keluarga terlantar, maka angka perceraian akan semakin tinggi. Inilah yang diinginkan SYAITAN.<br />
sadarlah engkau wanita, bahwa dirimu telah dirasuk SYAITAN. bertobatlah dan kembali kepada kodrat TUHAN
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: pokoknya</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-615</link>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 10:09:36 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-615</guid>
					<description>maaf pak saya lupa, mohon komentar saya di atas dihapus, saya lupa kalau Al Islam adalah buletinnya HTI. sekali lagi mohon maaf.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>maaf pak saya lupa, mohon komentar saya di atas dihapus, saya lupa kalau Al Islam adalah buletinnya HTI. sekali lagi mohon maaf.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: pokoknya</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-614</link>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 10:08:49 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-614</guid>
					<description>mau bertanya pak/mas admin?? kenapa artikelnya koq mirip agendanya HTI ya (bagian terakhir-kembali ke sistem Islam)..

tolong jangan sampai membuat orang berpikir kalau RUU APP ini hanya didasarkan pada salah satu agama saja ya pak/mas admin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mau bertanya pak/mas admin?? kenapa artikelnya koq mirip agendanya HTI ya (bagian terakhir-kembali ke sistem Islam)..</p>
	<p>tolong jangan sampai membuat orang berpikir kalau RUU APP ini hanya didasarkan pada salah satu agama saja ya pak/mas admin.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: raszes</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-507</link>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 16:30:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-507</guid>
					<description>ass. wr. wb.

	saya hanya murid sma biasa yang hanya tau sedikit sekali tentang peradaban indonesia, tapi saya tau betul kerusakan masyarakat di sekitar lingkungan saya. Generasi muda angkatan baru yang harusnya memajukan peradaban dan budaya Indonesia dengan karya luar biasa malah tetidur lelap di ninabobokan dengan video &quot;bokep&quot; berformat .3GP yang disimpan di HP mereka yang canggih bukan main. Sehingga membuat teman-teman sepermainan saya berubah menjadi budak syahwat yang tidak karuan pola pikirnya. ia menjadi korban dampak negatif globalisasi, yaitu maraknya pOrnOgrAfI dan pOrnOAksI . . .
mengapa hal itu bisa terjadi?

	saya analogikan dengan seorang bocah yang membuka jendela kamarnya di malam hari akibat kepanasan. Pastinya ada 2 hal yang terjadi, yang pertama berakibat datangnya angin yang cukup segar tapi yang kedua nyamuk-nyamuk liar pun ikut masuk pula. yang apabila nyamuk itu menggigitnya dapat menyebabkan DB! apakah solusinya? menutup jendela? tentu saja bukan! tapi, si bocah harus segera melumuri badannya dengan lotion AntI-nyAmUk. . . . bukankah seperti itu . . . . . . ????
maka dari itu mari kita generasi emas yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000 harus bangkit! membuat perbedaan antara id dan ego maupun superego (Sigmund Freud:Ilmu Psikoanalisa), jadilah KAMU (baca: ego)yang idealis, empati, kerja keras, suri tauladan, dan yang paling penting mencita-citakan masyarakat madani denagn MENDUKUNG RUU APP!!!!!!!!!!!!!!!!
dengan RUU ini, masyarakat yang BIADAP dapat berubah menjadi masyarakat BERADAB!
masihkah ada hati nurani dalam tiap jiwa generasi ini!!!! 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ass. wr. wb.</p>
	<p>	saya hanya murid sma biasa yang hanya tau sedikit sekali tentang peradaban indonesia, tapi saya tau betul kerusakan masyarakat di sekitar lingkungan saya. Generasi muda angkatan baru yang harusnya memajukan peradaban dan budaya Indonesia dengan karya luar biasa malah tetidur lelap di ninabobokan dengan video &#8220;bokep&#8221; berformat .3GP yang disimpan di HP mereka yang canggih bukan main. Sehingga membuat teman-teman sepermainan saya berubah menjadi budak syahwat yang tidak karuan pola pikirnya. ia menjadi korban dampak negatif globalisasi, yaitu maraknya pOrnOgrAfI dan pOrnOAksI . . .<br />
mengapa hal itu bisa terjadi?</p>
	<p>	saya analogikan dengan seorang bocah yang membuka jendela kamarnya di malam hari akibat kepanasan. Pastinya ada 2 hal yang terjadi, yang pertama berakibat datangnya angin yang cukup segar tapi yang kedua nyamuk-nyamuk liar pun ikut masuk pula. yang apabila nyamuk itu menggigitnya dapat menyebabkan DB! apakah solusinya? menutup jendela? tentu saja bukan! tapi, si bocah harus segera melumuri badannya dengan lotion AntI-nyAmUk. . . . bukankah seperti itu . . . . . . ????<br />
maka dari itu mari kita generasi emas yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000 harus bangkit! membuat perbedaan antara id dan ego maupun superego (Sigmund Freud:Ilmu Psikoanalisa), jadilah KAMU (baca: ego)yang idealis, empati, kerja keras, suri tauladan, dan yang paling penting mencita-citakan masyarakat madani denagn MENDUKUNG RUU APP!!!!!!!!!!!!!!!!<br />
dengan RUU ini, masyarakat yang BIADAP dapat berubah menjadi masyarakat BERADAB!<br />
masihkah ada hati nurani dalam tiap jiwa generasi ini!!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ummu</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-440</link>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 12:24:19 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-440</guid>
					<description>topiknya saya gak komentar! saya mau komentarin &quot;komentar johans&quot; aja. komentar anda gak salah seh... bisa dibilang &quot;cukup tepat&quot;. tapi ngomong-ngomong, gimana sikap anda &quot;jika menjadi orang tua&quot; dalam era yang sudah serba berubah!? kadang berkomentar memang lebih mudah seh, tapi kalo balik ditanya tentang sikap kita dari komentar kita... &quot;ya entahlah&quot; (hanya tuhan dan anda yang tahu jawabannya). </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>topiknya saya gak komentar! saya mau komentarin &#8220;komentar johans&#8221; aja. komentar anda gak salah seh&#8230; bisa dibilang &#8220;cukup tepat&#8221;. tapi ngomong-ngomong, gimana sikap anda &#8220;jika menjadi orang tua&#8221; dalam era yang sudah serba berubah!? kadang berkomentar memang lebih mudah seh, tapi kalo balik ditanya tentang sikap kita dari komentar kita&#8230; &#8220;ya entahlah&#8221; (hanya tuhan dan anda yang tahu jawabannya).
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Hendra Andrea</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-428</link>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 09:45:49 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-428</guid>
					<description>mas Johans! mas ini jangan bawa2 agama! jangan membangunkan harimau tidur! saya tau pasti tujuan ucapan anda! pasti mau mendiskreditkan Islam yang notabene agama tersebut diturunkan di Arab. iya kan?? manusia model sampeyan ini yang membuat Indonesia morat marit. Orang yang separuh2 belajar agama. orang beragama tidak akan menjelekkan agama orang laen. Emang agama2 itu turunnya didaerah mana tho? kristen, katholik, islam, yahudi. makanya baca sejarah mas! semua turun didaerah arab! pandangan picik segelintir orang kayak sampeyan ini bisa bikin chaos! emang yang korupsi keturunan arab????? hanya karena orang korup dan yang berkorupsi kebetulan beragama islam anda menuduh semua orang islam sama?????? dasar pemikiran PICIK, PROVOKATOR!!!! emang Islam ngajarin buat jadi teroris???? tunjukkan saya satu ayat yang bilang kita bisa semena2 terhadap orang lain. jangan asal tuduh dengan bisikan orang yang ada didekat anda karena dia tidak suka agama tertentu. saya sering ketemu dengan orang model anda. dan selalu saya tanyakan... apa dasar dia... orang2 seperti itu cuman bisa mengarang. dengar dari sumber salah. Orang cerdas akan membaca dulu dengan kepala dingin, lalu memberi komentar. bukan nggak tau tapi asal NJEPLAK! 

maaf pak admin. saya sudah capek dengan provokasi mereka. saya nggak mau negara yang saya cintai ini dikotori ucapan mereka yang memprovokasi. Person adalah person. jangan menganggap perbuatan seseorang adalah tanggung jawab golongan. hukum person itu kalo salah. bukan golongannya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mas Johans! mas ini jangan bawa2 agama! jangan membangunkan harimau tidur! saya tau pasti tujuan ucapan anda! pasti mau mendiskreditkan Islam yang notabene agama tersebut diturunkan di Arab. iya kan?? manusia model sampeyan ini yang membuat Indonesia morat marit. Orang yang separuh2 belajar agama. orang beragama tidak akan menjelekkan agama orang laen. Emang agama2 itu turunnya didaerah mana tho? kristen, katholik, islam, yahudi. makanya baca sejarah mas! semua turun didaerah arab! pandangan picik segelintir orang kayak sampeyan ini bisa bikin chaos! emang yang korupsi keturunan arab????? hanya karena orang korup dan yang berkorupsi kebetulan beragama islam anda menuduh semua orang islam sama?????? dasar pemikiran PICIK, PROVOKATOR!!!! emang Islam ngajarin buat jadi teroris???? tunjukkan saya satu ayat yang bilang kita bisa semena2 terhadap orang lain. jangan asal tuduh dengan bisikan orang yang ada didekat anda karena dia tidak suka agama tertentu. saya sering ketemu dengan orang model anda. dan selalu saya tanyakan&#8230; apa dasar dia&#8230; orang2 seperti itu cuman bisa mengarang. dengar dari sumber salah. Orang cerdas akan membaca dulu dengan kepala dingin, lalu memberi komentar. bukan nggak tau tapi asal NJEPLAK! </p>
	<p>maaf pak admin. saya sudah capek dengan provokasi mereka. saya nggak mau negara yang saya cintai ini dikotori ucapan mereka yang memprovokasi. Person adalah person. jangan menganggap perbuatan seseorang adalah tanggung jawab golongan. hukum person itu kalo salah. bukan golongannya!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Johans</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-397</link>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2007 15:16:20 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-397</guid>
					<description>budaya barat? jangan munafik. dari ujung kaki sampai ujung kepala ente pakai budaya produk barat. internet yang ente pakai aja bikinan orang kafir. jadi pakai budaya timur? yang korupsi mulu. atau budaya arab? yang teroris?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>budaya barat? jangan munafik. dari ujung kaki sampai ujung kepala ente pakai budaya produk barat. internet yang ente pakai aja bikinan orang kafir. jadi pakai budaya timur? yang korupsi mulu. atau budaya arab? yang teroris?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: MAMAT</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-382</link>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 22:39:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/01/anak-anak-kita-dalam-ancaman/#comment-382</guid>
					<description>lindungilah anak anak bangsa karena mereka merupakan penerus kita, jangan sampai budaya barat masuk kedalam pergaulannya </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>lindungilah anak anak bangsa karena mereka merupakan penerus kita, jangan sampai budaya barat masuk kedalam pergaulannya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
