<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: RUU APP Bukan Tiket ke Surga</title>
	<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/</link>
	<description>Mari kita kawal dan dukung penuh RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, agar bangsa ini lebih bermoral dan tidak kotor. Dukung RUU APP !</description>
	<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 00:11:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Rahmi S</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-766</link>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 17:25:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-766</guid>
					<description>Tolak Pornografi dan pornoaksi!
Saya dengan tegas menolaknya! Tentang RUU PP yang lagi pro kontra saya hanya ketegasan pemerintah dengan segera jangan lama-lama tar keenakan penyelenggra dan penikmatnya. RUU PP memang hasil buatan manusia yang sudah dikompromikan. Mengapa tidak yang jelas membuat peraturan untuk manusia? Kembali ke syariat islam solusinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Tolak Pornografi dan pornoaksi!<br />
Saya dengan tegas menolaknya! Tentang RUU PP yang lagi pro kontra saya hanya ketegasan pemerintah dengan segera jangan lama-lama tar keenakan penyelenggra dan penikmatnya. RUU PP memang hasil buatan manusia yang sudah dikompromikan. Mengapa tidak yang jelas membuat peraturan untuk manusia? Kembali ke syariat islam solusinya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sakto</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-732</link>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 22:30:22 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-732</guid>
					<description>itu semuanya dari diri masing2...

and kalau anak kita sering menonton adegan yg pornografi yah sebagai ortu melarang lah anak2 itu spya jgn menonton lgi adegan2 pornografi karena pornografi itu bisa merusak saraf and bisa2 jadi kecanduan seperti narkoba....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>itu semuanya dari diri masing2&#8230;</p>
	<p>and kalau anak kita sering menonton adegan yg pornografi yah sebagai ortu melarang lah anak2 itu spya jgn menonton lgi adegan2 pornografi karena pornografi itu bisa merusak saraf and bisa2 jadi kecanduan seperti narkoba&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Dewi</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-727</link>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 06:35:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-727</guid>
					<description>Kenapa kita meributkan pornografi? Karena itu bagian pendidikan mral anak bangsa.Pornografi menyumbang sebagian besar penyakit moral dan mental yang berujung pada penggunaan minuman keras,narkoba, bahkan tawuran dan kekerasan lain. Data perilaku sex menyimpang akibat tontonan mengundang aurat sudah berkali-kali dipublikasikan oleh Bu Elly Risman sebagai hasil penelitian di seluruh Indonesia. Jadi anak-anak dan remaja bukan kambing hitam. Lha lagian ngapain kita menjadikan anak-anak sendiri kambing hitam? Mau sehancur apalagi sih...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kenapa kita meributkan pornografi? Karena itu bagian pendidikan mral anak bangsa.Pornografi menyumbang sebagian besar penyakit moral dan mental yang berujung pada penggunaan minuman keras,narkoba, bahkan tawuran dan kekerasan lain. Data perilaku sex menyimpang akibat tontonan mengundang aurat sudah berkali-kali dipublikasikan oleh Bu Elly Risman sebagai hasil penelitian di seluruh Indonesia. Jadi anak-anak dan remaja bukan kambing hitam. Lha lagian ngapain kita menjadikan anak-anak sendiri kambing hitam? Mau sehancur apalagi sih&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ricky</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-643</link>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 10:29:51 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-643</guid>
					<description>sahkan jadi undang-undang
Allahu Akbar</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>sahkan jadi undang-undang<br />
Allahu Akbar
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: embong</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-620</link>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 04:33:44 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-620</guid>
					<description>DATA ANAK KORBAN PORNOGRAFI
Saya hanya orang awam, akhirnya jadi bingung dengan perdebatan pro dan kontra masalah pornografi. Kelompok yang Pro RUU Pornografi mengatakan, demi menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh pornografi yang sangat tidak bermoral. Sementara kelompok yang kontra RUU Pornografi menganggap pasal-pasalnya bias. Puyeng deh. Nah, sebenarnya ada data akurat tentang korban-korban pornografi enggak sich? Karena saya khawatir anak-anak dan remaja hanya jadi &quot;kambing hitam&quot; dari persoalan ini. Oya, di bulan suci ramadhan ini, saya baca dan dengar berita ada tawuran yang melibatkan remaja. hingga ada yang meninggal. Pertanyaannya, tanggungjawab moral para ulama dalam membimbingan anak-anak untuk tidak tawuran kok tidak dipersoalkan. Ini kan lebih berbahaya dari pornografi karena sesama anak bangsa saja ingin saling membunuh. Coba deh, ini direnungkan. Sepele tapi ini lebih urgent.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>DATA ANAK KORBAN PORNOGRAFI<br />
Saya hanya orang awam, akhirnya jadi bingung dengan perdebatan pro dan kontra masalah pornografi. Kelompok yang Pro RUU Pornografi mengatakan, demi menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh pornografi yang sangat tidak bermoral. Sementara kelompok yang kontra RUU Pornografi menganggap pasal-pasalnya bias. Puyeng deh. Nah, sebenarnya ada data akurat tentang korban-korban pornografi enggak sich? Karena saya khawatir anak-anak dan remaja hanya jadi &#8220;kambing hitam&#8221; dari persoalan ini. Oya, di bulan suci ramadhan ini, saya baca dan dengar berita ada tawuran yang melibatkan remaja. hingga ada yang meninggal. Pertanyaannya, tanggungjawab moral para ulama dalam membimbingan anak-anak untuk tidak tawuran kok tidak dipersoalkan. Ini kan lebih berbahaya dari pornografi karena sesama anak bangsa saja ingin saling membunuh. Coba deh, ini direnungkan. Sepele tapi ini lebih urgent.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sulaiman</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-580</link>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 16:15:08 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-580</guid>
					<description>Ada bagian dari RUU APP yang mengatur tentang tata cara berbusana, misalnya tidak menonjokan bagian-bagian yang sensual,...
memangnya bagian yang sensual itu yang mana?
lagipula ngapain negara kok ngurusin segala busana warganya sih? apa udah kehabisan urusan lainnya?
saya dukung anti pornografi dan pornoaksi di muka umum, tapi janganlah mengatur hal-hal yang semestinya nggak usah diatur oleh negara, misalnya tatacara berbusana itu seperti apa.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ada bagian dari RUU APP yang mengatur tentang tata cara berbusana, misalnya tidak menonjokan bagian-bagian yang sensual,&#8230;<br />
memangnya bagian yang sensual itu yang mana?<br />
lagipula ngapain negara kok ngurusin segala busana warganya sih? apa udah kehabisan urusan lainnya?<br />
saya dukung anti pornografi dan pornoaksi di muka umum, tapi janganlah mengatur hal-hal yang semestinya nggak usah diatur oleh negara, misalnya tatacara berbusana itu seperti apa.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Karlira Kanakahuko</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-416</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 15:59:28 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-416</guid>
					<description>Di sini terbaik. Saya moga RUU-APP ada tiket legal ke neraka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Di sini terbaik. Saya moga RUU-APP ada tiket legal ke neraka.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: selalu_ingin_jadi_lebih_baik</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-380</link>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2007 00:31:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-380</guid>
					<description>Sebuah topik yang lumayan menarik untuk di komentari..

Ada sebuah pernyataan yg pernah menyita benak saya yg muncul kembali di sini, yaitu : &quot;Dalam Islam, dengan tegas Nabi Muhammad mengatakan bahwa muslim itu bersaudara&quot;
trus kenapa???
Harus saling mendukung???
Menerima semua pendapat dari kalangan seagama???

Bukannya apa..
Tapi antara saudara, bisa ada saling menipu, ada saling menghancurkan, ada persaingan dan ada saling membunuh.
Termasuk antara negara2 ISLAM di daerah timur tengah.

kalau mau lebih dekat pada kita..
Dari berbagai kejadian pembunuhan dan pencurian di bumi Indonesia kita yg mayoritas beragama Islam, yg membunuh dan di bunuh kebanyakan juga orang beragama Islam.
Padahal Nabi kita sudah berkata bahwa semua org Islam adalah saudara..

Mau liat lebih gede yang berkaitan dengan kita??
Para TKI wanita di negeri Arab.
Mereka yg di hukum mati, mereka yg di lecehkan??
Oleh siapa??
Oleh saudara2 kita sesama umat Muslim.

Jd apa artinya saudara??
Status saudara tidak menjamin adanya nilai2 positif.

Kemudian mengenai pernyataan bahwa Tuhan sudah mati.
Untuk mengkritisi pernyataan ini, saya akan menceritakan suatu cerita:

Ada seorang pria muda yg sangat saleh pergi ke tukang cukur.
Tukang cukurnya adalah seorang yang ramah, dan bahkan cenderung agak cerewet.
Ketika sedang mencukur, tukang cukur lantas berkata, &quot;saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada, buktinya masih ada orang sakit, ada orang miskin, ada pencuri, ada pembunuh&quot;
Pemuda ini tidak dapat membalas dengan kata-kata yg tidak menyinggung.
Akhirnya dia memutuskan untuk diam saja.
Dalam perjalanan pulang, Pemuda ini terus memikirkan cara yang tepat membalas pernyataan Tukang Cukur itu.
Lantas dia bertemu seorang dengan rambut yang sangat panjang.
dan dia menemukan jawaban yang di butuhkannya.
Dia kembali pada tukang cukur bersama orang berambur panjang itu dan berkata, &quot;saya tidak percaya ada tukang cukur di dunia ini, buktinya masih ada orang berambut panjang seperti ini&quot;
Tukang cukur membalas, &quot; itu bukan salah saya, itu salah orang itu yg tidak mau datang kepadaku&quot;
Demikian juga dengan Tuhan..
Ada yg berjualan VCD porno
Ada yg berjualan Kokain
Ada yg melecehkan sesamanya
semua salah siapa??
ya salah manusianya dong..
Tuhan mempersiapkan jalan untuk manusia..
ada jalan yg menuju Surga dan ada juga yang ke neraka..
Semua itu pilihan manusia, bukan pilihan Tuhan..

Kemudian mengenai pornografi, menurut hemat saya, RUU APP sendiri akan lebih efektif kalau di dukung dengan didikan orang tua. Karena ini menyangkut sikap mental seseorang dan lebih baik jika peran orang tua di tingkatkan. Banyak anak yang terjebak dalam kenikmatan pornografi dikarenakan kurangnya komunikasi 2 arah dengan orang tua. Baik karena orang tua “diktator” atau tabu untuk membicarakan dengan anak, padahal info yang anak dapat dari luar tidak di sertai didikan moral. Hanya sekedar tau saja. Info-info ini yang banyak menyeret ke arah pelecehan seksual.

Selain itu dgn mempertimbangkan bahwa kita adalah sekumpulan manusia.
Kita semua, dalam tanda kutip, “bebas” bertindak seperti yang kita inginkan.
Contoh, kita di larang mencuri, tapi ada orang yang mencuri.
Kenapa? Karena kita di larang mencuri, bukan tidak ingin mencuri.

Jauh lebih penting menyempurnakan sistem pendidikan kita, agar bangsa Indonesia bisa berpikir lebih holistic, comprehensive dan analitic dengan tenang, tidak dengan emosi meluap-luap.
Agar bangsa kita bisa menghindari pornografi bukan karena di larang, tapi karena memang tidak mau.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sebuah topik yang lumayan menarik untuk di komentari..</p>
	<p>Ada sebuah pernyataan yg pernah menyita benak saya yg muncul kembali di sini, yaitu : &#8220;Dalam Islam, dengan tegas Nabi Muhammad mengatakan bahwa muslim itu bersaudara&#8221;<br />
trus kenapa???<br />
Harus saling mendukung???<br />
Menerima semua pendapat dari kalangan seagama???</p>
	<p>Bukannya apa..<br />
Tapi antara saudara, bisa ada saling menipu, ada saling menghancurkan, ada persaingan dan ada saling membunuh.<br />
Termasuk antara negara2 ISLAM di daerah timur tengah.</p>
	<p>kalau mau lebih dekat pada kita..<br />
Dari berbagai kejadian pembunuhan dan pencurian di bumi Indonesia kita yg mayoritas beragama Islam, yg membunuh dan di bunuh kebanyakan juga orang beragama Islam.<br />
Padahal Nabi kita sudah berkata bahwa semua org Islam adalah saudara..</p>
	<p>Mau liat lebih gede yang berkaitan dengan kita??<br />
Para TKI wanita di negeri Arab.<br />
Mereka yg di hukum mati, mereka yg di lecehkan??<br />
Oleh siapa??<br />
Oleh saudara2 kita sesama umat Muslim.</p>
	<p>Jd apa artinya saudara??<br />
Status saudara tidak menjamin adanya nilai2 positif.</p>
	<p>Kemudian mengenai pernyataan bahwa Tuhan sudah mati.<br />
Untuk mengkritisi pernyataan ini, saya akan menceritakan suatu cerita:</p>
	<p>Ada seorang pria muda yg sangat saleh pergi ke tukang cukur.<br />
Tukang cukurnya adalah seorang yang ramah, dan bahkan cenderung agak cerewet.<br />
Ketika sedang mencukur, tukang cukur lantas berkata, &#8220;saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada, buktinya masih ada orang sakit, ada orang miskin, ada pencuri, ada pembunuh&#8221;<br />
Pemuda ini tidak dapat membalas dengan kata-kata yg tidak menyinggung.<br />
Akhirnya dia memutuskan untuk diam saja.<br />
Dalam perjalanan pulang, Pemuda ini terus memikirkan cara yang tepat membalas pernyataan Tukang Cukur itu.<br />
Lantas dia bertemu seorang dengan rambut yang sangat panjang.<br />
dan dia menemukan jawaban yang di butuhkannya.<br />
Dia kembali pada tukang cukur bersama orang berambur panjang itu dan berkata, &#8220;saya tidak percaya ada tukang cukur di dunia ini, buktinya masih ada orang berambut panjang seperti ini&#8221;<br />
Tukang cukur membalas, &#8221; itu bukan salah saya, itu salah orang itu yg tidak mau datang kepadaku&#8221;<br />
Demikian juga dengan Tuhan..<br />
Ada yg berjualan VCD porno<br />
Ada yg berjualan Kokain<br />
Ada yg melecehkan sesamanya<br />
semua salah siapa??<br />
ya salah manusianya dong..<br />
Tuhan mempersiapkan jalan untuk manusia..<br />
ada jalan yg menuju Surga dan ada juga yang ke neraka..<br />
Semua itu pilihan manusia, bukan pilihan Tuhan..</p>
	<p>Kemudian mengenai pornografi, menurut hemat saya, RUU APP sendiri akan lebih efektif kalau di dukung dengan didikan orang tua. Karena ini menyangkut sikap mental seseorang dan lebih baik jika peran orang tua di tingkatkan. Banyak anak yang terjebak dalam kenikmatan pornografi dikarenakan kurangnya komunikasi 2 arah dengan orang tua. Baik karena orang tua “diktator” atau tabu untuk membicarakan dengan anak, padahal info yang anak dapat dari luar tidak di sertai didikan moral. Hanya sekedar tau saja. Info-info ini yang banyak menyeret ke arah pelecehan seksual.</p>
	<p>Selain itu dgn mempertimbangkan bahwa kita adalah sekumpulan manusia.<br />
Kita semua, dalam tanda kutip, “bebas” bertindak seperti yang kita inginkan.<br />
Contoh, kita di larang mencuri, tapi ada orang yang mencuri.<br />
Kenapa? Karena kita di larang mencuri, bukan tidak ingin mencuri.</p>
	<p>Jauh lebih penting menyempurnakan sistem pendidikan kita, agar bangsa Indonesia bisa berpikir lebih holistic, comprehensive dan analitic dengan tenang, tidak dengan emosi meluap-luap.<br />
Agar bangsa kita bisa menghindari pornografi bukan karena di larang, tapi karena memang tidak mau.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Paidjo</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-353</link>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2006 17:49:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-353</guid>
					<description>Kalau secara pribadi tentunya saya sangat setuju! Coba menengok kebelakang apa yang terjadi pada anak bangsa ini, dari mulai SD sampai perguruan tinggi yang nota bene adalah &quot;Mahasiswa&quot; sering terjerumus kehal-hal yang berbau pornografi atau lain sebagainya (namun tidak semua)apalagi bagi mereka yang kuper dan hidup dalam garis kemiskinan, tentunya manut-manut sajalah! Sebagai perisai anak bangsa perlulah kita tindaklanjutu untuk mencegah merosotnya moral anak bangsa ini dengan berlakunya suatu aturan yang spesifik tentang pornografi dan lai sebagainya. Karena datangnya pornografi bagaikan gelombang tsunami yang tak pernah reda menerpa anak bangsa ini! Jangan kita lihat RUUAPP ini secara krusial, namun secara mendalam dan kedepan untuk tegaknya moral anak bangsa ini!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kalau secara pribadi tentunya saya sangat setuju! Coba menengok kebelakang apa yang terjadi pada anak bangsa ini, dari mulai SD sampai perguruan tinggi yang nota bene adalah &#8220;Mahasiswa&#8221; sering terjerumus kehal-hal yang berbau pornografi atau lain sebagainya (namun tidak semua)apalagi bagi mereka yang kuper dan hidup dalam garis kemiskinan, tentunya manut-manut sajalah! Sebagai perisai anak bangsa perlulah kita tindaklanjutu untuk mencegah merosotnya moral anak bangsa ini dengan berlakunya suatu aturan yang spesifik tentang pornografi dan lai sebagainya. Karena datangnya pornografi bagaikan gelombang tsunami yang tak pernah reda menerpa anak bangsa ini! Jangan kita lihat RUUAPP ini secara krusial, namun secara mendalam dan kedepan untuk tegaknya moral anak bangsa ini!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: fonny  gadis papua</title>
		<link>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-329</link>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2006 11:31:54 +0100</pubDate>
		<guid>http://ruuappri.blogsome.com/2006/08/13/ruu-app-bukan-tiket-ke-surga/#comment-329</guid>
					<description>oww...
saya sih setuju2 aja kalo UU APP mw diberlakukan /disahkan.Moral bangsa ini tuh lho..dah rusak pisan.Katanya sih mode.okey mode tapi yg gimana dulu.kita harus melihat latar belakang bangsa kita donk..!yang menganut paham &quot;KETIMURAN&quot;.Jangan samakan dengan negara/bangsa lain donk.Beda kita..
yah..tapi walau bagaimanapun pemerintah harus adil dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan.harus mencari jalan keluar yg terbaik.dalam hal ini ada batas2nya lah.jangan pukul rata smuanya.misalnya bagi sodara2 kita yg di bali,papua,dll.itu sudah menjadi adat istiadat mereka.yaitu tanpa busana.itu perlu diperhatikan agar nilai2 budaya tidak musnah.dll
tapi saya cenderun setuju dengan RUU APP.klo bisa secepatnya lah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>oww&#8230;<br />
saya sih setuju2 aja kalo UU APP mw diberlakukan /disahkan.Moral bangsa ini tuh lho..dah rusak pisan.Katanya sih mode.okey mode tapi yg gimana dulu.kita harus melihat latar belakang bangsa kita donk..!yang menganut paham &#8220;KETIMURAN&#8221;.Jangan samakan dengan negara/bangsa lain donk.Beda kita..<br />
yah..tapi walau bagaimanapun pemerintah harus adil dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan.harus mencari jalan keluar yg terbaik.dalam hal ini ada batas2nya lah.jangan pukul rata smuanya.misalnya bagi sodara2 kita yg di bali,papua,dll.itu sudah menjadi adat istiadat mereka.yaitu tanpa busana.itu perlu diperhatikan agar nilai2 budaya tidak musnah.dll<br />
tapi saya cenderun setuju dengan RUU APP.klo bisa secepatnya lah.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
